Sabtu, 29 November 2025
spot_img

Teller

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Suatu hari Ahmad pergi ke sebuah bank untuk suatu urusan. Saat itu ia pergi sendirian. Biasanya, yang kerap pergi ke bank adalah kakaknya. Namun karena saat itu kakaknya sedang berhalangan, maka Ahmad dengan terpaksa pergi seorang diri.

Saat tiba di bank, ia clingak-clinguk kebingungan. Akhirnya salah seorang satpam menanyai tujuan kedatangannya ke bank, dan Ahmad pun diminta untuk mengambil nomor antrean.

Tiba giliran Ahmad, ia dengan percaya diri maju ke meja teller. Ia mengangguk-angguk mendengarkan penjelasan teller.

Kemudian, Ahmad diminta untuk menuliskan beberapa hal di kertas yang telah disediakan. Karena bingung, Ahmad pun bertanya kepada teller.

Dengan gestur tubuhnya, teller mengulurkan tangan kanan dan menyilahkan Ahmad untuk tanda tangan di tempat yang dimaksud.

Baca Juga:  Koalisi Masyarakat Sipil Desak Jokowi Bersikap soal KPK

Ahmad yang gugup karena takut melakukan kesalahan pun mencoba berpikir cepat. Alih-alih melakukan yang diminta teller, ia justru melepaskan pulpennya dan menyalami tangan teller perempuan tersebut. Terlebih, teller itu menunjuk dengan tangan kanan terbuka seperti hendak menyalaminya.

"Maksud saya silahkan tulis di sini,"ucap teller tersebut tersenyum menatap Ahmad yang malu-malu.

"Alamak, rasa pengen menghilang aja dari sini,"jawab Ahmad dalam hati.(anf)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Suatu hari Ahmad pergi ke sebuah bank untuk suatu urusan. Saat itu ia pergi sendirian. Biasanya, yang kerap pergi ke bank adalah kakaknya. Namun karena saat itu kakaknya sedang berhalangan, maka Ahmad dengan terpaksa pergi seorang diri.

Saat tiba di bank, ia clingak-clinguk kebingungan. Akhirnya salah seorang satpam menanyai tujuan kedatangannya ke bank, dan Ahmad pun diminta untuk mengambil nomor antrean.

Tiba giliran Ahmad, ia dengan percaya diri maju ke meja teller. Ia mengangguk-angguk mendengarkan penjelasan teller.

Kemudian, Ahmad diminta untuk menuliskan beberapa hal di kertas yang telah disediakan. Karena bingung, Ahmad pun bertanya kepada teller.

Dengan gestur tubuhnya, teller mengulurkan tangan kanan dan menyilahkan Ahmad untuk tanda tangan di tempat yang dimaksud.

- Advertisement -
Baca Juga:  Kurdi Beralih ke Assad dan Lawan Militer Turki

Ahmad yang gugup karena takut melakukan kesalahan pun mencoba berpikir cepat. Alih-alih melakukan yang diminta teller, ia justru melepaskan pulpennya dan menyalami tangan teller perempuan tersebut. Terlebih, teller itu menunjuk dengan tangan kanan terbuka seperti hendak menyalaminya.

"Maksud saya silahkan tulis di sini,"ucap teller tersebut tersenyum menatap Ahmad yang malu-malu.

- Advertisement -

"Alamak, rasa pengen menghilang aja dari sini,"jawab Ahmad dalam hati.(anf)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Suatu hari Ahmad pergi ke sebuah bank untuk suatu urusan. Saat itu ia pergi sendirian. Biasanya, yang kerap pergi ke bank adalah kakaknya. Namun karena saat itu kakaknya sedang berhalangan, maka Ahmad dengan terpaksa pergi seorang diri.

Saat tiba di bank, ia clingak-clinguk kebingungan. Akhirnya salah seorang satpam menanyai tujuan kedatangannya ke bank, dan Ahmad pun diminta untuk mengambil nomor antrean.

Tiba giliran Ahmad, ia dengan percaya diri maju ke meja teller. Ia mengangguk-angguk mendengarkan penjelasan teller.

Kemudian, Ahmad diminta untuk menuliskan beberapa hal di kertas yang telah disediakan. Karena bingung, Ahmad pun bertanya kepada teller.

Dengan gestur tubuhnya, teller mengulurkan tangan kanan dan menyilahkan Ahmad untuk tanda tangan di tempat yang dimaksud.

Baca Juga:  DPR Tak Ambil Pusing Rencana Uji Materi UU KPK

Ahmad yang gugup karena takut melakukan kesalahan pun mencoba berpikir cepat. Alih-alih melakukan yang diminta teller, ia justru melepaskan pulpennya dan menyalami tangan teller perempuan tersebut. Terlebih, teller itu menunjuk dengan tangan kanan terbuka seperti hendak menyalaminya.

"Maksud saya silahkan tulis di sini,"ucap teller tersebut tersenyum menatap Ahmad yang malu-malu.

"Alamak, rasa pengen menghilang aja dari sini,"jawab Ahmad dalam hati.(anf)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari