Senin, 1 Desember 2025
spot_img

Jangan Jadi Pendaki Nekat

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Media sosial yang berkembang pesat turut berperan dalam meningkatnya minat masyarakat melakukan pendakian gunung. Demi mengejar foto yang estetik, letih mendaki berjam-jam adalah tantangan yang harus dihadapi. Faktor persiapan yang seadanya bisa menjadi masalah besar bagi pendaki pemula.

Rinaldi dan Pranata Heru dari Rukun Adventure menuturkan, pendaki pemula kerap alpa dan bahkan tidak menganggap penting persiapan sebelum mendaki. “Kita sama-sama tahu, sekarang ini orang berlomba-lomba naik gunung. Tapi banyak juga yang belum tahu persiapannya seperti apa. Kalau lihat foto indah dan enak, ternyata saat dijalani banyak hal yang harus dipersiapkan,” kata Rinaldi.

Untuk pendaki pemula atau orang-orang yang belum memiliki pengalaman yang cukup dalam melakukan pendakian gunung, Rinaldi menyarankan agar terlebih dahulu mencari informasi dan referensi yang banyak. “Cari tahu dulu kondisi gunung, jangan pergi dengan logistik dan peralatan seadanya.  Banyak bertanya sama yang sudah pernah (mendaki, red). Jangan jadi pendaki yang nekat,” katanya.

Baca Juga:  Belajar Dari Rumah Banyak Masalah, PTM Tetap Diperlukan

Heru menambahkan, bagi orang yang belum pernah melakukan pendakian, sebaiknya tidak mendaki sendiri. “Jangan mendaki sendirian, ajak orang yang sudah pernah ke sana. Jangan anggap sepele. Harus tahu batas kemampuan fisik,” jelasnya.

Syahrul Mubaraq dari Focus Adventure menuturkan, akibat persiapan yang kurang matang, banyak cedera fatal terjadi pada pendaki pemula. ‘’Ada yang pergi mendaki pakai sepatu kantor, logistik seadanya. Padahal kenyamanan menentukan kondisi fisik selama pendakian,” jelasnya.

Pendaki juga harus menjaga sikap dan perilaku selama berada di gunung. Setiap gunung memiliki kekhasan dan kebiasaan berbeda-beda yang harus dipatuhi. “Ikuti aturan di sana. Selagi niat kita baik maka in sya Allah lancar,” ujarnya.

Baca Juga:  Ikut Mancing, Seorang Anak Tenggelam di Sungai Kampar Buluhcina

Bagi pendaki pemula yang akan melakukan pendakian untuk pertama kali, Rinaldi dari Rukun Adventure menyarankan memilih Gunung Marapi Sumbar sebagai tujuan karena dinilai lengkap.

“Jalurnya jelas. Tidak pernah sepi. Sudah dikelola seperti objek wisata. Sepanjang perjalanan ada warung. Marapi ini juga termasuk lengkap. Kita dapat kawah, cadas, sunset dari lokasi camp jika melihat ke arah Gunung Singgalang dan sunrise dari puncak. Di sana juga ada taman edelweis,” ujarnya.(ali)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Media sosial yang berkembang pesat turut berperan dalam meningkatnya minat masyarakat melakukan pendakian gunung. Demi mengejar foto yang estetik, letih mendaki berjam-jam adalah tantangan yang harus dihadapi. Faktor persiapan yang seadanya bisa menjadi masalah besar bagi pendaki pemula.

Rinaldi dan Pranata Heru dari Rukun Adventure menuturkan, pendaki pemula kerap alpa dan bahkan tidak menganggap penting persiapan sebelum mendaki. “Kita sama-sama tahu, sekarang ini orang berlomba-lomba naik gunung. Tapi banyak juga yang belum tahu persiapannya seperti apa. Kalau lihat foto indah dan enak, ternyata saat dijalani banyak hal yang harus dipersiapkan,” kata Rinaldi.

Untuk pendaki pemula atau orang-orang yang belum memiliki pengalaman yang cukup dalam melakukan pendakian gunung, Rinaldi menyarankan agar terlebih dahulu mencari informasi dan referensi yang banyak. “Cari tahu dulu kondisi gunung, jangan pergi dengan logistik dan peralatan seadanya.  Banyak bertanya sama yang sudah pernah (mendaki, red). Jangan jadi pendaki yang nekat,” katanya.

Baca Juga:  Pemkab Rohil Rakor Karhutla Bersama Gubri

Heru menambahkan, bagi orang yang belum pernah melakukan pendakian, sebaiknya tidak mendaki sendiri. “Jangan mendaki sendirian, ajak orang yang sudah pernah ke sana. Jangan anggap sepele. Harus tahu batas kemampuan fisik,” jelasnya.

Syahrul Mubaraq dari Focus Adventure menuturkan, akibat persiapan yang kurang matang, banyak cedera fatal terjadi pada pendaki pemula. ‘’Ada yang pergi mendaki pakai sepatu kantor, logistik seadanya. Padahal kenyamanan menentukan kondisi fisik selama pendakian,” jelasnya.

- Advertisement -

Pendaki juga harus menjaga sikap dan perilaku selama berada di gunung. Setiap gunung memiliki kekhasan dan kebiasaan berbeda-beda yang harus dipatuhi. “Ikuti aturan di sana. Selagi niat kita baik maka in sya Allah lancar,” ujarnya.

Baca Juga:  PPK Diingatkan Jalankan Tugas Sesuai Aturan

Bagi pendaki pemula yang akan melakukan pendakian untuk pertama kali, Rinaldi dari Rukun Adventure menyarankan memilih Gunung Marapi Sumbar sebagai tujuan karena dinilai lengkap.

- Advertisement -

“Jalurnya jelas. Tidak pernah sepi. Sudah dikelola seperti objek wisata. Sepanjang perjalanan ada warung. Marapi ini juga termasuk lengkap. Kita dapat kawah, cadas, sunset dari lokasi camp jika melihat ke arah Gunung Singgalang dan sunrise dari puncak. Di sana juga ada taman edelweis,” ujarnya.(ali)

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Media sosial yang berkembang pesat turut berperan dalam meningkatnya minat masyarakat melakukan pendakian gunung. Demi mengejar foto yang estetik, letih mendaki berjam-jam adalah tantangan yang harus dihadapi. Faktor persiapan yang seadanya bisa menjadi masalah besar bagi pendaki pemula.

Rinaldi dan Pranata Heru dari Rukun Adventure menuturkan, pendaki pemula kerap alpa dan bahkan tidak menganggap penting persiapan sebelum mendaki. “Kita sama-sama tahu, sekarang ini orang berlomba-lomba naik gunung. Tapi banyak juga yang belum tahu persiapannya seperti apa. Kalau lihat foto indah dan enak, ternyata saat dijalani banyak hal yang harus dipersiapkan,” kata Rinaldi.

Untuk pendaki pemula atau orang-orang yang belum memiliki pengalaman yang cukup dalam melakukan pendakian gunung, Rinaldi menyarankan agar terlebih dahulu mencari informasi dan referensi yang banyak. “Cari tahu dulu kondisi gunung, jangan pergi dengan logistik dan peralatan seadanya.  Banyak bertanya sama yang sudah pernah (mendaki, red). Jangan jadi pendaki yang nekat,” katanya.

Baca Juga:  Belajar Dari Rumah Banyak Masalah, PTM Tetap Diperlukan

Heru menambahkan, bagi orang yang belum pernah melakukan pendakian, sebaiknya tidak mendaki sendiri. “Jangan mendaki sendirian, ajak orang yang sudah pernah ke sana. Jangan anggap sepele. Harus tahu batas kemampuan fisik,” jelasnya.

Syahrul Mubaraq dari Focus Adventure menuturkan, akibat persiapan yang kurang matang, banyak cedera fatal terjadi pada pendaki pemula. ‘’Ada yang pergi mendaki pakai sepatu kantor, logistik seadanya. Padahal kenyamanan menentukan kondisi fisik selama pendakian,” jelasnya.

Pendaki juga harus menjaga sikap dan perilaku selama berada di gunung. Setiap gunung memiliki kekhasan dan kebiasaan berbeda-beda yang harus dipatuhi. “Ikuti aturan di sana. Selagi niat kita baik maka in sya Allah lancar,” ujarnya.

Baca Juga:  PPK Diingatkan Jalankan Tugas Sesuai Aturan

Bagi pendaki pemula yang akan melakukan pendakian untuk pertama kali, Rinaldi dari Rukun Adventure menyarankan memilih Gunung Marapi Sumbar sebagai tujuan karena dinilai lengkap.

“Jalurnya jelas. Tidak pernah sepi. Sudah dikelola seperti objek wisata. Sepanjang perjalanan ada warung. Marapi ini juga termasuk lengkap. Kita dapat kawah, cadas, sunset dari lokasi camp jika melihat ke arah Gunung Singgalang dan sunrise dari puncak. Di sana juga ada taman edelweis,” ujarnya.(ali)

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari