Kamis, 11 Juni 2026
- Advertisement -

Gus Ami: Sudah saatnya Terapkan Pembanguan Rendah Karbon

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Wakil Ketua DPR RI, Muhaimin Islandar mengatakan pembangunan pemerintah meningkat signifikan. Namun pembangunan tersebut kurang memperhatikan efek negatif pada lingkungan. Sehingga kelangsungan sumber daya alam dan lingkungan perlahan mulai terkikis.

"Indonesia saat ini berada di jalur pembangunan yang sulit untuk dipertahankan. Eksploitasi sumber daya alam secara terus menerus, penerapan pembangunan yang tinggi karbon, penggunaan energi dan yang berbahan fosil dan tidak efisien, telah berdampak pada kualitas lingkungan," ujar Muhaimin dalam keterangan tertukisnya, Kamis (29/4/2021).

Selain itu, kata dia, model pembangunan yang eksploitatif dan ekstraktif telah menyebabkan terus bencana ekologis dan hidrometeorologi yang semakin sering terjadi.

Pendekatan pembangunan yang ditempuh selama ini dinilai tidak berkelanjutan dan berpotensi membatasi, baik pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta pengentasan dan memberantas kemiskinan.

Baca Juga:  Anak Presiden Masuk Survei Calon Wako Solo, Ini Kata Demokrat

"Upaya untuk mewujudkan visi Indonesia yang maju dan lestari membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pengusaha/swasta, politisi, penentu kebijakan, kepala daerah dan kelompok sipil," jelas Gus Ami sapaan akrab Muhaimin.

Saat ini, kata dia, perlu komitmen dan upaya masif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan serta menurunkan emisi karbon secara bersamaan, terlebih di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang menyebabkan 2,7 juta penduduk di Indonesia kehilangan pekerjaan sehingga meningkatkan tingkat pengangguran.

Untuk itu, ekonomi hijau dapat lebih berperan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Pandemi telah membawa perubahan salah satunya tren green recovery. Di mana paket ekonomi yang dilakukan adalah menempuh langkah pemulihan hijau, yang memprioritaskan model pembangunan berkelanjutan.

"Kita menyadari model pembangunan yang estrakstif dan tinggi karbon telah menyebabkan terjadinya bencana ekeologis dan hidro meteorologi di mana-mana. Selain itu, pertumbuhan ekonomi kita malah menyebabkan krisis pembiayaan dan naiknya anggaran kesehatan dan bencana karena polusi, kebakaran hutan, dan penggunaan mode tranportasi yang tidak ramah lingkungan," jelasnya.

Baca Juga:  Kata Jokowi, PPP Pantas Minta 9 Menteri

Untuk itu dia mengajak sudah saatnya Indonesia menggunakan pembangunan rendah karbon. "Kita percaya Ekonomi Hijau akan dapat mendorong 24 juta lapangan pekerjaan baru. Penggunaan Renewable Tekhnologi akan menciptakan peluang ribuan pekerjaan baru. Bahkan mengutip Hasil kajian Bapenas, pengembangan energi baru akan menciptakan 103 ribu pekerjaan setip tahunnya," terangnya.

"Inilah masa depan  kita, masa depan pembangunan Indonesia. Saatnya kita memberikan apresiasi dan dukungan yang besar terhadap upaya mendorong regulasi pembanguan yang ramah lingkungan," pungkasnya.

Laporan: Yusnir (Jakarta)
Editor: Rinaldi

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Wakil Ketua DPR RI, Muhaimin Islandar mengatakan pembangunan pemerintah meningkat signifikan. Namun pembangunan tersebut kurang memperhatikan efek negatif pada lingkungan. Sehingga kelangsungan sumber daya alam dan lingkungan perlahan mulai terkikis.

"Indonesia saat ini berada di jalur pembangunan yang sulit untuk dipertahankan. Eksploitasi sumber daya alam secara terus menerus, penerapan pembangunan yang tinggi karbon, penggunaan energi dan yang berbahan fosil dan tidak efisien, telah berdampak pada kualitas lingkungan," ujar Muhaimin dalam keterangan tertukisnya, Kamis (29/4/2021).

Selain itu, kata dia, model pembangunan yang eksploitatif dan ekstraktif telah menyebabkan terus bencana ekologis dan hidrometeorologi yang semakin sering terjadi.

Pendekatan pembangunan yang ditempuh selama ini dinilai tidak berkelanjutan dan berpotensi membatasi, baik pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta pengentasan dan memberantas kemiskinan.

Baca Juga:  Anis Matta: Tahun 2022 akan Ada Perubahan Besar, Dimulai dari Politik

"Upaya untuk mewujudkan visi Indonesia yang maju dan lestari membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pengusaha/swasta, politisi, penentu kebijakan, kepala daerah dan kelompok sipil," jelas Gus Ami sapaan akrab Muhaimin.

- Advertisement -

Saat ini, kata dia, perlu komitmen dan upaya masif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan serta menurunkan emisi karbon secara bersamaan, terlebih di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang menyebabkan 2,7 juta penduduk di Indonesia kehilangan pekerjaan sehingga meningkatkan tingkat pengangguran.

Untuk itu, ekonomi hijau dapat lebih berperan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Pandemi telah membawa perubahan salah satunya tren green recovery. Di mana paket ekonomi yang dilakukan adalah menempuh langkah pemulihan hijau, yang memprioritaskan model pembangunan berkelanjutan.

- Advertisement -

"Kita menyadari model pembangunan yang estrakstif dan tinggi karbon telah menyebabkan terjadinya bencana ekeologis dan hidro meteorologi di mana-mana. Selain itu, pertumbuhan ekonomi kita malah menyebabkan krisis pembiayaan dan naiknya anggaran kesehatan dan bencana karena polusi, kebakaran hutan, dan penggunaan mode tranportasi yang tidak ramah lingkungan," jelasnya.

Baca Juga:  Anak Presiden Masuk Survei Calon Wako Solo, Ini Kata Demokrat

Untuk itu dia mengajak sudah saatnya Indonesia menggunakan pembangunan rendah karbon. "Kita percaya Ekonomi Hijau akan dapat mendorong 24 juta lapangan pekerjaan baru. Penggunaan Renewable Tekhnologi akan menciptakan peluang ribuan pekerjaan baru. Bahkan mengutip Hasil kajian Bapenas, pengembangan energi baru akan menciptakan 103 ribu pekerjaan setip tahunnya," terangnya.

"Inilah masa depan  kita, masa depan pembangunan Indonesia. Saatnya kita memberikan apresiasi dan dukungan yang besar terhadap upaya mendorong regulasi pembanguan yang ramah lingkungan," pungkasnya.

Laporan: Yusnir (Jakarta)
Editor: Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Wakil Ketua DPR RI, Muhaimin Islandar mengatakan pembangunan pemerintah meningkat signifikan. Namun pembangunan tersebut kurang memperhatikan efek negatif pada lingkungan. Sehingga kelangsungan sumber daya alam dan lingkungan perlahan mulai terkikis.

"Indonesia saat ini berada di jalur pembangunan yang sulit untuk dipertahankan. Eksploitasi sumber daya alam secara terus menerus, penerapan pembangunan yang tinggi karbon, penggunaan energi dan yang berbahan fosil dan tidak efisien, telah berdampak pada kualitas lingkungan," ujar Muhaimin dalam keterangan tertukisnya, Kamis (29/4/2021).

Selain itu, kata dia, model pembangunan yang eksploitatif dan ekstraktif telah menyebabkan terus bencana ekologis dan hidrometeorologi yang semakin sering terjadi.

Pendekatan pembangunan yang ditempuh selama ini dinilai tidak berkelanjutan dan berpotensi membatasi, baik pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta pengentasan dan memberantas kemiskinan.

Baca Juga:  Siapa Rais Aam dan Ketum PBNU Akan Ditentukan Hari Ini

"Upaya untuk mewujudkan visi Indonesia yang maju dan lestari membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pengusaha/swasta, politisi, penentu kebijakan, kepala daerah dan kelompok sipil," jelas Gus Ami sapaan akrab Muhaimin.

Saat ini, kata dia, perlu komitmen dan upaya masif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan serta menurunkan emisi karbon secara bersamaan, terlebih di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang menyebabkan 2,7 juta penduduk di Indonesia kehilangan pekerjaan sehingga meningkatkan tingkat pengangguran.

Untuk itu, ekonomi hijau dapat lebih berperan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Pandemi telah membawa perubahan salah satunya tren green recovery. Di mana paket ekonomi yang dilakukan adalah menempuh langkah pemulihan hijau, yang memprioritaskan model pembangunan berkelanjutan.

"Kita menyadari model pembangunan yang estrakstif dan tinggi karbon telah menyebabkan terjadinya bencana ekeologis dan hidro meteorologi di mana-mana. Selain itu, pertumbuhan ekonomi kita malah menyebabkan krisis pembiayaan dan naiknya anggaran kesehatan dan bencana karena polusi, kebakaran hutan, dan penggunaan mode tranportasi yang tidak ramah lingkungan," jelasnya.

Baca Juga:  Bawaslu Meranti: Menghalangi Tugas Penyelenggara Pemilu Terancam Pidana

Untuk itu dia mengajak sudah saatnya Indonesia menggunakan pembangunan rendah karbon. "Kita percaya Ekonomi Hijau akan dapat mendorong 24 juta lapangan pekerjaan baru. Penggunaan Renewable Tekhnologi akan menciptakan peluang ribuan pekerjaan baru. Bahkan mengutip Hasil kajian Bapenas, pengembangan energi baru akan menciptakan 103 ribu pekerjaan setip tahunnya," terangnya.

"Inilah masa depan  kita, masa depan pembangunan Indonesia. Saatnya kita memberikan apresiasi dan dukungan yang besar terhadap upaya mendorong regulasi pembanguan yang ramah lingkungan," pungkasnya.

Laporan: Yusnir (Jakarta)
Editor: Rinaldi

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari