Sabtu, 9 Mei 2026
- Advertisement -

Panic Buying, Volume Belanja Meningkat hingga 15 Persen

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mengaku, perilaku konsumsi masyarakat memborong barang kebutuhan pokok mendorong kenaikan volume belanja harian. Ketua Umum Aprindo Roy Mandey menyebut, kenaikan volume belanja masyarakat harian mencapai 10 hingga 15 persen dibanding hari biasanya.

Meskipun demikian, kenaikan tersebut disebut wajar dan diperkirakan hanya bersifat sementara. "Hanya bersifat sementara dan naiknya juga tidak terlalu signifikan, sekitar 10 sampai 15 persen," ujarnya di Hotel Borobudur Jakarta, Selasa (3/3).

Pihaknya pun terkejut dengan perilaku masyarakat yang merespons pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Senin (2/3). Presiden Jokowi menyatakan virus corona sudah masuk ke Indonesia melalui dua orang warga asal Depok.

Baca Juga:  Cetak Hattrick, PLN Kembali Raih Kinerja Keuangan Terbaik Sepanjang Sejarah

Roy mengungkapkan, peristiwa panic buying tersebut tak hanya terjadi di ibu kota. "Fenomena ini terjadi sangat cepat. Kemarin laporan dari teman-teman di daerah, ada sekitar enam kota, seperti Jakarta, Bandung, hingga Surabaya," jelasnya.

Roy meminta kepada masyarakat agar dapat bersikap bijaksana dalam menghadapi situasi saat ini. Dia menjamin, bahan pokok dan kebutuhan sehari-hari masih aman dan cukup tersedia. "Pasokan sangat aman, para peritel memastikan stok aman dan tidak ada kelangkaan barang," tuturnya.

Pihaknya juga memastikan, anggota Aprindo akan selalu siap memenuhi kebutuhan pangan maupun nonpangan bagi masyarakat di seluruh Indonesia. "Serta mengambil tindakan atau kebijakan yang dianggap perlu untuk memastikan bahwa kebutuhan masyarakat dapat terlayani dengan cukup dan baik," ujarnya.(jpg)

Baca Juga:  Defisit APBN Berpotensi Melebar ke 2,2 Persen

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mengaku, perilaku konsumsi masyarakat memborong barang kebutuhan pokok mendorong kenaikan volume belanja harian. Ketua Umum Aprindo Roy Mandey menyebut, kenaikan volume belanja masyarakat harian mencapai 10 hingga 15 persen dibanding hari biasanya.

Meskipun demikian, kenaikan tersebut disebut wajar dan diperkirakan hanya bersifat sementara. "Hanya bersifat sementara dan naiknya juga tidak terlalu signifikan, sekitar 10 sampai 15 persen," ujarnya di Hotel Borobudur Jakarta, Selasa (3/3).

Pihaknya pun terkejut dengan perilaku masyarakat yang merespons pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Senin (2/3). Presiden Jokowi menyatakan virus corona sudah masuk ke Indonesia melalui dua orang warga asal Depok.

Baca Juga:  XL Tingkatkan Kualitas Jaringan di Jalur Kereta KRL Yogyakarta-Solo

Roy mengungkapkan, peristiwa panic buying tersebut tak hanya terjadi di ibu kota. "Fenomena ini terjadi sangat cepat. Kemarin laporan dari teman-teman di daerah, ada sekitar enam kota, seperti Jakarta, Bandung, hingga Surabaya," jelasnya.

Roy meminta kepada masyarakat agar dapat bersikap bijaksana dalam menghadapi situasi saat ini. Dia menjamin, bahan pokok dan kebutuhan sehari-hari masih aman dan cukup tersedia. "Pasokan sangat aman, para peritel memastikan stok aman dan tidak ada kelangkaan barang," tuturnya.

- Advertisement -

Pihaknya juga memastikan, anggota Aprindo akan selalu siap memenuhi kebutuhan pangan maupun nonpangan bagi masyarakat di seluruh Indonesia. "Serta mengambil tindakan atau kebijakan yang dianggap perlu untuk memastikan bahwa kebutuhan masyarakat dapat terlayani dengan cukup dan baik," ujarnya.(jpg)

Baca Juga:  Perlu Stimulus Fiskal Sebesar Rp1.000 Triliun
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mengaku, perilaku konsumsi masyarakat memborong barang kebutuhan pokok mendorong kenaikan volume belanja harian. Ketua Umum Aprindo Roy Mandey menyebut, kenaikan volume belanja masyarakat harian mencapai 10 hingga 15 persen dibanding hari biasanya.

Meskipun demikian, kenaikan tersebut disebut wajar dan diperkirakan hanya bersifat sementara. "Hanya bersifat sementara dan naiknya juga tidak terlalu signifikan, sekitar 10 sampai 15 persen," ujarnya di Hotel Borobudur Jakarta, Selasa (3/3).

Pihaknya pun terkejut dengan perilaku masyarakat yang merespons pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Senin (2/3). Presiden Jokowi menyatakan virus corona sudah masuk ke Indonesia melalui dua orang warga asal Depok.

Baca Juga:  Perlu Stimulus Fiskal Sebesar Rp1.000 Triliun

Roy mengungkapkan, peristiwa panic buying tersebut tak hanya terjadi di ibu kota. "Fenomena ini terjadi sangat cepat. Kemarin laporan dari teman-teman di daerah, ada sekitar enam kota, seperti Jakarta, Bandung, hingga Surabaya," jelasnya.

Roy meminta kepada masyarakat agar dapat bersikap bijaksana dalam menghadapi situasi saat ini. Dia menjamin, bahan pokok dan kebutuhan sehari-hari masih aman dan cukup tersedia. "Pasokan sangat aman, para peritel memastikan stok aman dan tidak ada kelangkaan barang," tuturnya.

Pihaknya juga memastikan, anggota Aprindo akan selalu siap memenuhi kebutuhan pangan maupun nonpangan bagi masyarakat di seluruh Indonesia. "Serta mengambil tindakan atau kebijakan yang dianggap perlu untuk memastikan bahwa kebutuhan masyarakat dapat terlayani dengan cukup dan baik," ujarnya.(jpg)

Baca Juga:  Majelis Taklim XL Axiata Santuni Anak Yatim dan Dhuafa

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari