Jumat, 12 Juni 2026
- Advertisement -

Prancis Tarik Dubes di Turki Setelah Erdogan Sarankan Presiden Macron Periksa Kejiwaan

PARIS (RIAUPOS.CO) – Prancis menarik duta besarnya di Turki untuk berkonsultasi terkait pernyataan Presiden Recep Tayyip Erdogan yang menyarankan Emmanuel Macron menjalani pemeriksaan kejiwaan.

Erdogan menyampaikan pernyataan tersebut untuk merespons Emmanuel Macron soal kartun Nabi Muhammad SAW.

Seorang pejabat kepresidenan Prancis mengatakan, dubes di Turki dipanggil untuk berkonsultasi dengan Macron, membahas situasi setelah pernyataan Erdogan itu.

"Komentar Presiden Erdogan tidak bisa diterima. Sikap berlebihan dan kekasaran bukanlah metode. Kami mendesak Erdogan mengubah arah kebijakannya karena membhayakan dalam segala hal," kata pejabat itu, dikutip dari AFP.

Dia juga prihatin atas seruan untuk memboikot produk-produk Prancis di Turki.

Sebelumnya Erdogan mengecam Macron soal pernyataan yang seolah mendukung diterbitkannya kembali kartun Nabi Muhammad, terkait pembunuhan guru sejarah oleh remaja 18 tahun.

Baca Juga:  Kemampuan Literasi Harus Ditularkan

"Apa yang bisa dikatakan tentang seorang kepala negara yang memperlakukan jutaan anggota kelompok agama yang berbeda seperti ini. Pertama-tama, lakukan pemeriksaan kejiwaan," kata Erdogan, dalam pidato yang disiarkan televisi.

"Apa masalah seseorang bernama Macron dengan Islam dan muslim? Macron membutuhkan perawatan mental," kata Erdogan lagi seraya berharap Macron tak terpilih lagi dalam pemilu 2022.

Kedua pemimpin sebelumnya berseteru terkait beberapa isu, yakni konflik di Laut Mediterania dan perang di Nagorno-Karabakh. Macron menuduh Turki mengirim para pejuang Suriah untuk membantu pasukan Azerbaijan yang kemudian dibantah Erdogan.

Selain itu, Erdogan mengecam pernyataan Macron yang menyebutkan Islam di seluruh dunia sedang mengalami krisis serta mengumumkan pengawasan yang lebh ketat di sekolah-sekolah serta pendanaan masjid dari luar negeri.

Baca Juga:  Vaksin Moderna dan AstraZeneca Tiba, Pemerintah Pastikan Stok Aman

Sumber: AFP/News/Arab News/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

PARIS (RIAUPOS.CO) – Prancis menarik duta besarnya di Turki untuk berkonsultasi terkait pernyataan Presiden Recep Tayyip Erdogan yang menyarankan Emmanuel Macron menjalani pemeriksaan kejiwaan.

Erdogan menyampaikan pernyataan tersebut untuk merespons Emmanuel Macron soal kartun Nabi Muhammad SAW.

Seorang pejabat kepresidenan Prancis mengatakan, dubes di Turki dipanggil untuk berkonsultasi dengan Macron, membahas situasi setelah pernyataan Erdogan itu.

"Komentar Presiden Erdogan tidak bisa diterima. Sikap berlebihan dan kekasaran bukanlah metode. Kami mendesak Erdogan mengubah arah kebijakannya karena membhayakan dalam segala hal," kata pejabat itu, dikutip dari AFP.

Dia juga prihatin atas seruan untuk memboikot produk-produk Prancis di Turki.

- Advertisement -

Sebelumnya Erdogan mengecam Macron soal pernyataan yang seolah mendukung diterbitkannya kembali kartun Nabi Muhammad, terkait pembunuhan guru sejarah oleh remaja 18 tahun.

Baca Juga:  Hanya dalam 24 Jam, AS Diteror 3 Penembakan Brutal, 9 Orang Tewas

"Apa yang bisa dikatakan tentang seorang kepala negara yang memperlakukan jutaan anggota kelompok agama yang berbeda seperti ini. Pertama-tama, lakukan pemeriksaan kejiwaan," kata Erdogan, dalam pidato yang disiarkan televisi.

- Advertisement -

"Apa masalah seseorang bernama Macron dengan Islam dan muslim? Macron membutuhkan perawatan mental," kata Erdogan lagi seraya berharap Macron tak terpilih lagi dalam pemilu 2022.

Kedua pemimpin sebelumnya berseteru terkait beberapa isu, yakni konflik di Laut Mediterania dan perang di Nagorno-Karabakh. Macron menuduh Turki mengirim para pejuang Suriah untuk membantu pasukan Azerbaijan yang kemudian dibantah Erdogan.

Selain itu, Erdogan mengecam pernyataan Macron yang menyebutkan Islam di seluruh dunia sedang mengalami krisis serta mengumumkan pengawasan yang lebh ketat di sekolah-sekolah serta pendanaan masjid dari luar negeri.

Baca Juga:  Kemampuan Literasi Harus Ditularkan

Sumber: AFP/News/Arab News/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PARIS (RIAUPOS.CO) – Prancis menarik duta besarnya di Turki untuk berkonsultasi terkait pernyataan Presiden Recep Tayyip Erdogan yang menyarankan Emmanuel Macron menjalani pemeriksaan kejiwaan.

Erdogan menyampaikan pernyataan tersebut untuk merespons Emmanuel Macron soal kartun Nabi Muhammad SAW.

Seorang pejabat kepresidenan Prancis mengatakan, dubes di Turki dipanggil untuk berkonsultasi dengan Macron, membahas situasi setelah pernyataan Erdogan itu.

"Komentar Presiden Erdogan tidak bisa diterima. Sikap berlebihan dan kekasaran bukanlah metode. Kami mendesak Erdogan mengubah arah kebijakannya karena membhayakan dalam segala hal," kata pejabat itu, dikutip dari AFP.

Dia juga prihatin atas seruan untuk memboikot produk-produk Prancis di Turki.

Sebelumnya Erdogan mengecam Macron soal pernyataan yang seolah mendukung diterbitkannya kembali kartun Nabi Muhammad, terkait pembunuhan guru sejarah oleh remaja 18 tahun.

Baca Juga:  Pemerintah Diminta Tiru KPK untuk Sistem Gaji ASN

"Apa yang bisa dikatakan tentang seorang kepala negara yang memperlakukan jutaan anggota kelompok agama yang berbeda seperti ini. Pertama-tama, lakukan pemeriksaan kejiwaan," kata Erdogan, dalam pidato yang disiarkan televisi.

"Apa masalah seseorang bernama Macron dengan Islam dan muslim? Macron membutuhkan perawatan mental," kata Erdogan lagi seraya berharap Macron tak terpilih lagi dalam pemilu 2022.

Kedua pemimpin sebelumnya berseteru terkait beberapa isu, yakni konflik di Laut Mediterania dan perang di Nagorno-Karabakh. Macron menuduh Turki mengirim para pejuang Suriah untuk membantu pasukan Azerbaijan yang kemudian dibantah Erdogan.

Selain itu, Erdogan mengecam pernyataan Macron yang menyebutkan Islam di seluruh dunia sedang mengalami krisis serta mengumumkan pengawasan yang lebh ketat di sekolah-sekolah serta pendanaan masjid dari luar negeri.

Baca Juga:  Ini Nama 5 Calon Anggota Dewas LPP RRI yang Ditetapkan DPR

Sumber: AFP/News/Arab News/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari