PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) – Upaya penangkapan beruang liar yang meresahkan masyarakat Desa Menaming, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), masih terus berjalan.
Hampir dua bulan sejak kandang jebak pertama kali dipasang, satwa dilindungi tersebut belum berhasil dievakuasi. Terbaru, warga kembali menemukan jejak cakar dan sisa makanan segar di kawasan Lubuk Parau, tidak jauh dari Kantor Desa Menaming.
Merespons temuan tersebut, tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau kembali turun ke lokasi pada Ahad (1/11/2026) guna melakukan evaluasi dan menggeser posisi perangkap besi sekitar 100 meter ke jalur pergerakan terbaru beruang.
Tokoh masyarakat Desa Menaming, Almadison SH M, mengutarakan bahwa pemindahan lokasi perangkap penting dilakukan mengingat keberadaan beruang yang berkeliaran masih menghantui warga Dusun Kampung Bukit saat hendak pergi berkebun.
“Ditemukannya jejak cakar baru menjadi dasar tim BBKSDA Riau menggeser posisi perangkap. Kami berharap upaya ini membuahkan hasil agar masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan tenang tanpa diliputi rasa waswas,” ujar Almadison.
Ia juga mengingatkan warga untuk tidak bertindak sendiri atau melukai satwa dilindungi tersebut jika berpapasan di lapangan, serta meminta masyarakat segera melapor ke pihak desa maupun BBKSDA Riau.
PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) – Upaya penangkapan beruang liar yang meresahkan masyarakat Desa Menaming, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), masih terus berjalan.
Hampir dua bulan sejak kandang jebak pertama kali dipasang, satwa dilindungi tersebut belum berhasil dievakuasi. Terbaru, warga kembali menemukan jejak cakar dan sisa makanan segar di kawasan Lubuk Parau, tidak jauh dari Kantor Desa Menaming.
Merespons temuan tersebut, tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau kembali turun ke lokasi pada Ahad (1/11/2026) guna melakukan evaluasi dan menggeser posisi perangkap besi sekitar 100 meter ke jalur pergerakan terbaru beruang.
Tokoh masyarakat Desa Menaming, Almadison SH M, mengutarakan bahwa pemindahan lokasi perangkap penting dilakukan mengingat keberadaan beruang yang berkeliaran masih menghantui warga Dusun Kampung Bukit saat hendak pergi berkebun.
“Ditemukannya jejak cakar baru menjadi dasar tim BBKSDA Riau menggeser posisi perangkap. Kami berharap upaya ini membuahkan hasil agar masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan tenang tanpa diliputi rasa waswas,” ujar Almadison.
Ia juga mengingatkan warga untuk tidak bertindak sendiri atau melukai satwa dilindungi tersebut jika berpapasan di lapangan, serta meminta masyarakat segera melapor ke pihak desa maupun BBKSDA Riau.