Selasa, 3 November 2026
- Advertisement -

Ditemukan Jejak Cakar Baru Dekat Kantor Desa, Keberadaan Beruang Liar di Menaming Kian Resahkan Warga

PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) – Upaya penangkapan beruang liar yang meresahkan masyarakat Desa Menaming, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), masih terus berjalan.

Hampir dua bulan sejak kandang jebak pertama kali dipasang, satwa dilindungi tersebut belum berhasil dievakuasi. Terbaru, warga kembali menemukan jejak cakar dan sisa makanan segar di kawasan Lubuk Parau, tidak jauh dari Kantor Desa Menaming.

Merespons temuan tersebut, tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau kembali turun ke lokasi pada Ahad (1/11/2026) guna melakukan evaluasi dan menggeser posisi perangkap besi sekitar 100 meter ke jalur pergerakan terbaru beruang.

Tokoh masyarakat Desa Menaming, Almadison SH M, mengutarakan bahwa pemindahan lokasi perangkap penting dilakukan mengingat keberadaan beruang yang berkeliaran masih menghantui warga Dusun Kampung Bukit saat hendak pergi berkebun.

Baca Juga:  Antrean Bio Solar Mengular ke Badan Jalan Dishub Pekanbaru Minta Pengelola SPBU Bekerja Sama

“Ditemukannya jejak cakar baru menjadi dasar tim BBKSDA Riau menggeser posisi perangkap. Kami berharap upaya ini membuahkan hasil agar masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan tenang tanpa diliputi rasa waswas,” ujar Almadison.

Ia juga mengingatkan warga untuk tidak bertindak sendiri atau melukai satwa dilindungi tersebut jika berpapasan di lapangan, serta meminta masyarakat segera melapor ke pihak desa maupun BBKSDA Riau.

PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) – Upaya penangkapan beruang liar yang meresahkan masyarakat Desa Menaming, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), masih terus berjalan.

Hampir dua bulan sejak kandang jebak pertama kali dipasang, satwa dilindungi tersebut belum berhasil dievakuasi. Terbaru, warga kembali menemukan jejak cakar dan sisa makanan segar di kawasan Lubuk Parau, tidak jauh dari Kantor Desa Menaming.

Merespons temuan tersebut, tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau kembali turun ke lokasi pada Ahad (1/11/2026) guna melakukan evaluasi dan menggeser posisi perangkap besi sekitar 100 meter ke jalur pergerakan terbaru beruang.

Tokoh masyarakat Desa Menaming, Almadison SH M, mengutarakan bahwa pemindahan lokasi perangkap penting dilakukan mengingat keberadaan beruang yang berkeliaran masih menghantui warga Dusun Kampung Bukit saat hendak pergi berkebun.

Baca Juga:  Bupati Terima Sertifikat KMS‑PE

“Ditemukannya jejak cakar baru menjadi dasar tim BBKSDA Riau menggeser posisi perangkap. Kami berharap upaya ini membuahkan hasil agar masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan tenang tanpa diliputi rasa waswas,” ujar Almadison.

- Advertisement -

Ia juga mengingatkan warga untuk tidak bertindak sendiri atau melukai satwa dilindungi tersebut jika berpapasan di lapangan, serta meminta masyarakat segera melapor ke pihak desa maupun BBKSDA Riau.

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) – Upaya penangkapan beruang liar yang meresahkan masyarakat Desa Menaming, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), masih terus berjalan.

Hampir dua bulan sejak kandang jebak pertama kali dipasang, satwa dilindungi tersebut belum berhasil dievakuasi. Terbaru, warga kembali menemukan jejak cakar dan sisa makanan segar di kawasan Lubuk Parau, tidak jauh dari Kantor Desa Menaming.

Merespons temuan tersebut, tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau kembali turun ke lokasi pada Ahad (1/11/2026) guna melakukan evaluasi dan menggeser posisi perangkap besi sekitar 100 meter ke jalur pergerakan terbaru beruang.

Tokoh masyarakat Desa Menaming, Almadison SH M, mengutarakan bahwa pemindahan lokasi perangkap penting dilakukan mengingat keberadaan beruang yang berkeliaran masih menghantui warga Dusun Kampung Bukit saat hendak pergi berkebun.

Baca Juga:  APBD Rohul 2025 Terserap 92,87 Persen, Pemkab Kembali Raih WTP ke-10 Berturut-turut

“Ditemukannya jejak cakar baru menjadi dasar tim BBKSDA Riau menggeser posisi perangkap. Kami berharap upaya ini membuahkan hasil agar masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan tenang tanpa diliputi rasa waswas,” ujar Almadison.

Ia juga mengingatkan warga untuk tidak bertindak sendiri atau melukai satwa dilindungi tersebut jika berpapasan di lapangan, serta meminta masyarakat segera melapor ke pihak desa maupun BBKSDA Riau.

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari