Senin, 19 Oktober 2026
- Advertisement -

Dosen Unilak Bekali Siswa SMKN 1 Kandis Jurus Branding Digital dan Hitung Harga Jual

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Siswa SMK Negeri 1 Kandis, Kabupaten Siak, mendapat bekal baru untuk mengembangkan produk hasil unit produksi sekolah. Tim dosen Universitas Lancang Kuning (Unilak) memberikan pelatihan digital branding dan penghitungan harga pokok produksi (HPP) melalui kegiatan bertajuk “Digital Branding & Smart Costing”, Kamis (27/8).

Pelatihan tersebut merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan digagas Dr Gusmarila Eka Putri SE MAk bersama Dr Efrita Soviyanti SE MM dan Liviawati SE MSi, dengan peserta yang berasal dari berbagai jurusan di SMKN 1 Kandis.

Kegiatan ini berangkat dari kondisi produk dan jasa yang dihasilkan unit produksi siswa yang dinilai masih dapat dikembangkan. Produk dari jurusan Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL), Pemasaran, Manajemen Perkantoran, Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT), Teknik Kendaraan Ringan (TKR), hingga Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM) belum maksimal dalam hal promosi digital maupun penentuan harga jual.

Baca Juga:  Dokter Muda FK Unri Sosialisasikan Pencegahan Anemia kepada Ibu Hamil di Perawang

Dalam materi digital branding, para siswa diajak memahami pentingnya membangun identitas visual yang konsisten. Mereka juga dikenalkan dengan teknik storytelling untuk membuat konten promosi serta pemanfaatan data insight media sosial untuk melihat seberapa efektif promosi yang dilakukan.

Sementara itu, materi smart costing mengajak siswa memahami dasar-dasar akuntansi biaya. Materi mencakup perbedaan antara biaya dan harga, komponen pembentuk HPP, hingga penghitungan margin keuntungan dan titik impas atau break even point.

Agar lebih mudah dipahami, materi tersebut diberikan melalui studi kasus yang menggunakan produk dari unit produksi masing-masing jurusan.

Pelatihan juga memperkenalkan pemanfaatan teknologi untuk mendukung pencatatan biaya dan penjualan. Di antaranya penggunaan spreadsheet otomatis, aplikasi kasir digital, serta barcode atau QR code untuk membantu pencatatan stok secara lebih akurat.

Baca Juga:  FKIP Prodi Terakreditasi Unggul Terbanyak di Unri

Ketua tim pelaksana, Gusmarila, mengatakan digital branding dan smart costing merupakan dua kemampuan yang tidak dapat dipisahkan dalam menjalankan usaha.

“Dua sisi mata uang yang sama. Promosi semenarik apa pun akan sia-sia kalau harga jual belum dihitung dengan benar, bisa jadi produk laku tapi sekolah atau siswanya justru rugi. Sebaliknya, harga sudah akurat pun kalau tidak dikenal orang lewat promosi yang tepat, produknya tetap sulit bersaing,” ujarnya.

Menurutnya, pelatihan tersebut memberikan manfaat bagi sekolah sekaligus siswa. Bagi sekolah, unit produksi setiap jurusan dapat dikembangkan sebagai media branding institusi sekaligus sumber pemasukan tambahan yang dikelola secara lebih sistematis.

Sedangkan bagi siswa, kemampuan menghitung biaya dan memasarkan produk secara digital menjadi bekal kewirausahaan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja maupun untuk membuka usaha secara mandiri setelah menyelesaikan pendidikan. (nto/c)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Siswa SMK Negeri 1 Kandis, Kabupaten Siak, mendapat bekal baru untuk mengembangkan produk hasil unit produksi sekolah. Tim dosen Universitas Lancang Kuning (Unilak) memberikan pelatihan digital branding dan penghitungan harga pokok produksi (HPP) melalui kegiatan bertajuk “Digital Branding & Smart Costing”, Kamis (27/8).

Pelatihan tersebut merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan digagas Dr Gusmarila Eka Putri SE MAk bersama Dr Efrita Soviyanti SE MM dan Liviawati SE MSi, dengan peserta yang berasal dari berbagai jurusan di SMKN 1 Kandis.

Kegiatan ini berangkat dari kondisi produk dan jasa yang dihasilkan unit produksi siswa yang dinilai masih dapat dikembangkan. Produk dari jurusan Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL), Pemasaran, Manajemen Perkantoran, Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT), Teknik Kendaraan Ringan (TKR), hingga Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM) belum maksimal dalam hal promosi digital maupun penentuan harga jual.

Baca Juga:  STMIK Dharmapala Riau Wisuda 42 Mahasiswa, Lulusan Diminta Jadi Pionir Inovasi di Era Digital

Dalam materi digital branding, para siswa diajak memahami pentingnya membangun identitas visual yang konsisten. Mereka juga dikenalkan dengan teknik storytelling untuk membuat konten promosi serta pemanfaatan data insight media sosial untuk melihat seberapa efektif promosi yang dilakukan.

Sementara itu, materi smart costing mengajak siswa memahami dasar-dasar akuntansi biaya. Materi mencakup perbedaan antara biaya dan harga, komponen pembentuk HPP, hingga penghitungan margin keuntungan dan titik impas atau break even point.

- Advertisement -

Agar lebih mudah dipahami, materi tersebut diberikan melalui studi kasus yang menggunakan produk dari unit produksi masing-masing jurusan.

Pelatihan juga memperkenalkan pemanfaatan teknologi untuk mendukung pencatatan biaya dan penjualan. Di antaranya penggunaan spreadsheet otomatis, aplikasi kasir digital, serta barcode atau QR code untuk membantu pencatatan stok secara lebih akurat.

- Advertisement -
Baca Juga:  Pembangunan Sekolah Rakyat Dimulai, Kuansing Serahkan Lahan 7 Hektare

Ketua tim pelaksana, Gusmarila, mengatakan digital branding dan smart costing merupakan dua kemampuan yang tidak dapat dipisahkan dalam menjalankan usaha.

“Dua sisi mata uang yang sama. Promosi semenarik apa pun akan sia-sia kalau harga jual belum dihitung dengan benar, bisa jadi produk laku tapi sekolah atau siswanya justru rugi. Sebaliknya, harga sudah akurat pun kalau tidak dikenal orang lewat promosi yang tepat, produknya tetap sulit bersaing,” ujarnya.

Menurutnya, pelatihan tersebut memberikan manfaat bagi sekolah sekaligus siswa. Bagi sekolah, unit produksi setiap jurusan dapat dikembangkan sebagai media branding institusi sekaligus sumber pemasukan tambahan yang dikelola secara lebih sistematis.

Sedangkan bagi siswa, kemampuan menghitung biaya dan memasarkan produk secara digital menjadi bekal kewirausahaan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja maupun untuk membuka usaha secara mandiri setelah menyelesaikan pendidikan. (nto/c)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Siswa SMK Negeri 1 Kandis, Kabupaten Siak, mendapat bekal baru untuk mengembangkan produk hasil unit produksi sekolah. Tim dosen Universitas Lancang Kuning (Unilak) memberikan pelatihan digital branding dan penghitungan harga pokok produksi (HPP) melalui kegiatan bertajuk “Digital Branding & Smart Costing”, Kamis (27/8).

Pelatihan tersebut merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan digagas Dr Gusmarila Eka Putri SE MAk bersama Dr Efrita Soviyanti SE MM dan Liviawati SE MSi, dengan peserta yang berasal dari berbagai jurusan di SMKN 1 Kandis.

Kegiatan ini berangkat dari kondisi produk dan jasa yang dihasilkan unit produksi siswa yang dinilai masih dapat dikembangkan. Produk dari jurusan Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL), Pemasaran, Manajemen Perkantoran, Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT), Teknik Kendaraan Ringan (TKR), hingga Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM) belum maksimal dalam hal promosi digital maupun penentuan harga jual.

Baca Juga:  Diberi Kunci, Siswa SMK di Pekanbaru Jadi Korban Hipnotis

Dalam materi digital branding, para siswa diajak memahami pentingnya membangun identitas visual yang konsisten. Mereka juga dikenalkan dengan teknik storytelling untuk membuat konten promosi serta pemanfaatan data insight media sosial untuk melihat seberapa efektif promosi yang dilakukan.

Sementara itu, materi smart costing mengajak siswa memahami dasar-dasar akuntansi biaya. Materi mencakup perbedaan antara biaya dan harga, komponen pembentuk HPP, hingga penghitungan margin keuntungan dan titik impas atau break even point.

Agar lebih mudah dipahami, materi tersebut diberikan melalui studi kasus yang menggunakan produk dari unit produksi masing-masing jurusan.

Pelatihan juga memperkenalkan pemanfaatan teknologi untuk mendukung pencatatan biaya dan penjualan. Di antaranya penggunaan spreadsheet otomatis, aplikasi kasir digital, serta barcode atau QR code untuk membantu pencatatan stok secara lebih akurat.

Baca Juga:  68 Petugas Sensus Ekonomi Siak Resmi Dikukuhkan, Bupati Afni Tekankan Integritas dan Kejujuran

Ketua tim pelaksana, Gusmarila, mengatakan digital branding dan smart costing merupakan dua kemampuan yang tidak dapat dipisahkan dalam menjalankan usaha.

“Dua sisi mata uang yang sama. Promosi semenarik apa pun akan sia-sia kalau harga jual belum dihitung dengan benar, bisa jadi produk laku tapi sekolah atau siswanya justru rugi. Sebaliknya, harga sudah akurat pun kalau tidak dikenal orang lewat promosi yang tepat, produknya tetap sulit bersaing,” ujarnya.

Menurutnya, pelatihan tersebut memberikan manfaat bagi sekolah sekaligus siswa. Bagi sekolah, unit produksi setiap jurusan dapat dikembangkan sebagai media branding institusi sekaligus sumber pemasukan tambahan yang dikelola secara lebih sistematis.

Sedangkan bagi siswa, kemampuan menghitung biaya dan memasarkan produk secara digital menjadi bekal kewirausahaan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja maupun untuk membuka usaha secara mandiri setelah menyelesaikan pendidikan. (nto/c)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari