Minggu, 22 Februari 2026
- Advertisement -

War Takjil di WR Supratman Pekanbaru, Jalanan Padat Jelang Magrib

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Suasana Ramadan di Jalan WR Supratman–Jalan Pattimura, tepatnya di depan SMKN 2 Pekanbaru, Jumat (20/2) sore, tampak ramai. Deretan tenda warna-warni berdiri rapat di sepanjang bahu jalan, menjadi pusat keramaian dadakan yang dipadati warga untuk ngabuburit sekaligus berburu takjil.

Lapak-lapak sederhana berjajar hampir tanpa celah. Meja panjang dipenuhi aneka makanan dan minuman, mulai dari jajanan tradisional hingga kuliner kekinian yang digemari anak muda. Gorengan seperti bakwan, risol, tahu isi, dan tempe goreng tersusun rapi di atas nampan besar, sebagian masih mengepul hangat.

Tak hanya menu klasik, pedagang juga menawarkan donat dengan topping cokelat dan keju, dimsum kukus, kebab mini, corndog mozzarella, hingga dessert box dan puding berlapis.

Pilihan minuman pun beragam, mulai dari es teh jumbo, thai tea, es matcha, es buah, hingga minuman soda berwarna cerah dengan potongan buah segar. Setiap hari menjelang pukul 17.30 WIB selama Ramadan, arus lalu lintas di sekitar lokasi terpantau melambat.

Baca Juga:  Festival Seni “Serasa 39 Derajat” Gambarkan Suhu Panas Pekanbaru dan Luka Ekologinya

Kendaraan roda dua dan roda empat harus bergerak perlahan karena banyaknya warga yang memadati sisi jalan dan memarkirkan kendaraan. Sebagian pengunjung memilih parkir agak jauh dan berjalan kaki demi mendapatkan takjil yang diinginkan.

Salah seorang pembeli, Muhammad Sidik Muzaki (20), mengaku datang lebih awal untuk menghindari puncak keramaian sekaligus mengikuti tren “war takjil” di media sosial.

“Kalau datang mepet azan biasanya susah parkir dan beberapa menu sudah habis. Saya datang dari jam setengah enam,” ujarnya.

Sidik menyiapkan Rp50 ribu untuk membeli takjil berbuka. Menurutnya, jumlah tersebut cukup untuk mendapatkan makanan dan minuman yang diinginkan. Ia menilai bazar Ramadan tahun ini lebih ramai dibanding tahun sebelumnya, dengan jumlah pedagang dan variasi menu yang bertambah.

Baca Juga:  Antisipasi Balap Liar di Enam Titik Rawan

“Sekarang lebih padat sampai jalanan macet. Mau parkir motor saja susah. Tapi jadi lebih seru karena pilihannya banyak,” tuturnya.

Meski banyak pilihan, Sidik tetap memperhatikan kebersihan lapak sebelum membeli. Ia memastikan makanan tertutup rapi dan penjual melayani dengan baik.

Menjelang azan Magrib, suasana semakin riuh. Pedagang melayani pesanan terakhir, sementara pembeli bergegas membawa kantong plastik berisi aneka takjil menuju kendaraan masing-masing.

Bazar Ramadan di Jalan WR Supratman simpang Jalan Pattimura kembali menjadi salah satu titik favorit warga Pekanbaru untuk mengisi waktu menjelang berbuka puasa. Di tengah padatnya jalan dan antrean, kebersamaan dan semangat Ramadan terasa kental di kawasan tersebut. (dof)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Suasana Ramadan di Jalan WR Supratman–Jalan Pattimura, tepatnya di depan SMKN 2 Pekanbaru, Jumat (20/2) sore, tampak ramai. Deretan tenda warna-warni berdiri rapat di sepanjang bahu jalan, menjadi pusat keramaian dadakan yang dipadati warga untuk ngabuburit sekaligus berburu takjil.

Lapak-lapak sederhana berjajar hampir tanpa celah. Meja panjang dipenuhi aneka makanan dan minuman, mulai dari jajanan tradisional hingga kuliner kekinian yang digemari anak muda. Gorengan seperti bakwan, risol, tahu isi, dan tempe goreng tersusun rapi di atas nampan besar, sebagian masih mengepul hangat.

Tak hanya menu klasik, pedagang juga menawarkan donat dengan topping cokelat dan keju, dimsum kukus, kebab mini, corndog mozzarella, hingga dessert box dan puding berlapis.

Pilihan minuman pun beragam, mulai dari es teh jumbo, thai tea, es matcha, es buah, hingga minuman soda berwarna cerah dengan potongan buah segar. Setiap hari menjelang pukul 17.30 WIB selama Ramadan, arus lalu lintas di sekitar lokasi terpantau melambat.

Baca Juga:  Momen Bahagia Heradeti, Pemenang Grand Prize Undian SKA Family Card

Kendaraan roda dua dan roda empat harus bergerak perlahan karena banyaknya warga yang memadati sisi jalan dan memarkirkan kendaraan. Sebagian pengunjung memilih parkir agak jauh dan berjalan kaki demi mendapatkan takjil yang diinginkan.

- Advertisement -

Salah seorang pembeli, Muhammad Sidik Muzaki (20), mengaku datang lebih awal untuk menghindari puncak keramaian sekaligus mengikuti tren “war takjil” di media sosial.

“Kalau datang mepet azan biasanya susah parkir dan beberapa menu sudah habis. Saya datang dari jam setengah enam,” ujarnya.

- Advertisement -

Sidik menyiapkan Rp50 ribu untuk membeli takjil berbuka. Menurutnya, jumlah tersebut cukup untuk mendapatkan makanan dan minuman yang diinginkan. Ia menilai bazar Ramadan tahun ini lebih ramai dibanding tahun sebelumnya, dengan jumlah pedagang dan variasi menu yang bertambah.

Baca Juga:  Disperindag Harus Intens Lobi Pusat

“Sekarang lebih padat sampai jalanan macet. Mau parkir motor saja susah. Tapi jadi lebih seru karena pilihannya banyak,” tuturnya.

Meski banyak pilihan, Sidik tetap memperhatikan kebersihan lapak sebelum membeli. Ia memastikan makanan tertutup rapi dan penjual melayani dengan baik.

Menjelang azan Magrib, suasana semakin riuh. Pedagang melayani pesanan terakhir, sementara pembeli bergegas membawa kantong plastik berisi aneka takjil menuju kendaraan masing-masing.

Bazar Ramadan di Jalan WR Supratman simpang Jalan Pattimura kembali menjadi salah satu titik favorit warga Pekanbaru untuk mengisi waktu menjelang berbuka puasa. Di tengah padatnya jalan dan antrean, kebersamaan dan semangat Ramadan terasa kental di kawasan tersebut. (dof)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Suasana Ramadan di Jalan WR Supratman–Jalan Pattimura, tepatnya di depan SMKN 2 Pekanbaru, Jumat (20/2) sore, tampak ramai. Deretan tenda warna-warni berdiri rapat di sepanjang bahu jalan, menjadi pusat keramaian dadakan yang dipadati warga untuk ngabuburit sekaligus berburu takjil.

Lapak-lapak sederhana berjajar hampir tanpa celah. Meja panjang dipenuhi aneka makanan dan minuman, mulai dari jajanan tradisional hingga kuliner kekinian yang digemari anak muda. Gorengan seperti bakwan, risol, tahu isi, dan tempe goreng tersusun rapi di atas nampan besar, sebagian masih mengepul hangat.

Tak hanya menu klasik, pedagang juga menawarkan donat dengan topping cokelat dan keju, dimsum kukus, kebab mini, corndog mozzarella, hingga dessert box dan puding berlapis.

Pilihan minuman pun beragam, mulai dari es teh jumbo, thai tea, es matcha, es buah, hingga minuman soda berwarna cerah dengan potongan buah segar. Setiap hari menjelang pukul 17.30 WIB selama Ramadan, arus lalu lintas di sekitar lokasi terpantau melambat.

Baca Juga:  Warga Binaan Ikuti Program Wajib Mengaji

Kendaraan roda dua dan roda empat harus bergerak perlahan karena banyaknya warga yang memadati sisi jalan dan memarkirkan kendaraan. Sebagian pengunjung memilih parkir agak jauh dan berjalan kaki demi mendapatkan takjil yang diinginkan.

Salah seorang pembeli, Muhammad Sidik Muzaki (20), mengaku datang lebih awal untuk menghindari puncak keramaian sekaligus mengikuti tren “war takjil” di media sosial.

“Kalau datang mepet azan biasanya susah parkir dan beberapa menu sudah habis. Saya datang dari jam setengah enam,” ujarnya.

Sidik menyiapkan Rp50 ribu untuk membeli takjil berbuka. Menurutnya, jumlah tersebut cukup untuk mendapatkan makanan dan minuman yang diinginkan. Ia menilai bazar Ramadan tahun ini lebih ramai dibanding tahun sebelumnya, dengan jumlah pedagang dan variasi menu yang bertambah.

Baca Juga:  Kelurahan Tobek Godang Terima Papan Edukasi Covid dan Tempat Sampah

“Sekarang lebih padat sampai jalanan macet. Mau parkir motor saja susah. Tapi jadi lebih seru karena pilihannya banyak,” tuturnya.

Meski banyak pilihan, Sidik tetap memperhatikan kebersihan lapak sebelum membeli. Ia memastikan makanan tertutup rapi dan penjual melayani dengan baik.

Menjelang azan Magrib, suasana semakin riuh. Pedagang melayani pesanan terakhir, sementara pembeli bergegas membawa kantong plastik berisi aneka takjil menuju kendaraan masing-masing.

Bazar Ramadan di Jalan WR Supratman simpang Jalan Pattimura kembali menjadi salah satu titik favorit warga Pekanbaru untuk mengisi waktu menjelang berbuka puasa. Di tengah padatnya jalan dan antrean, kebersamaan dan semangat Ramadan terasa kental di kawasan tersebut. (dof)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari