Sabtu, 21 Februari 2026
- Advertisement -

Cara Memaksimalkan Rahmat Allah di 10 Hari Pertama Ramadan

Assalamualaikum Pak Ustaz, perkenalkan, nama saya Udin. Saya seorang muslim dan ingin bertanya: bagaimana cara memaksimalkan turunnya rahmat Allah di 10 hari pertama Ramadan?

Jawaban

Pertanyaan ini sangat baik dan menunjukkan keinginan untuk menjalani Ramadan dengan lebih bermakna. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dalam Shahih-nya dan Al-Baihaqi:

Artinya: Awal Ramadan adalah rahmat, pertengahannya ampunan, dan akhirnya pembebasan dari api neraka.

Para ulama menjelaskan,  hadis ini diperselisihkan derajatnya, namun maknanya benar secara umum karena seluruh Ramadan memang bulan rahmat. Rahmat adalah kasih sayang, kelembutan, dan pertolongan Allah yang diberikan kepada hamba-hamba-Nya. Karena itu, hari-hari pertama Ramadan seharusnya kita manfaatkan sebagai pondasi spiritual untuk hari-hari berikutnya.

Langkah pertama adalah meluruskan dan memperkuat niat. Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan kesempatan emas untuk mendekat kepada Allah. Niat yang ikhlas karena Allah akan membuka pintu rahmat-Nya. Tanamkan dalam hati bahwa setiap ibadah yang dilakukan adalah bentuk cinta dan penghambaan kepada-Nya.

Baca Juga:  Apa Standar Musafir yang Membolehkan Tidak Berpuasa

Selanjutnya, perbaiki kualitas salat. Salat adalah amalan utama yang menjadi sebab turunnya rahmat Allah. Jagalah salat lima waktu dengan khusyuk, tambahkan salat sunnah, dan perbanyak doa terutama saat sujud. Allah SWT berfirman:

Artinya: Sesungguhnya rahmat Allah dekat dengan orang-orang yang berbuat baik. (QS. Al-A‘raf [7] ayat 56)

Maka, perbaikan kualitas ibadah adalah kunci mendekatkan diri pada rahmat tersebut.

Ramadan juga dikenal sebagai bulan Al-Qur’an. Memperbanyak membaca, memahami, dan mentadabburi Al-Qur’an akan menghadirkan ketenangan dan keberkahan dalam hati. Tidak harus langsung mengejar target besar, tetapi lakukan dengan konsisten dan penuh penghayatan agar Al-Qur’an benar-benar menjadi cahaya dan rahmat dalam kehidupan kita.

Baca Juga:  Apakah ART Menjadi Tanggung Jawab Majikan untuk Bayar Zakat

Selain itu, perbanyaklah sedekah dan kebaikan sosial. Rasulullah SAW dikenal sangat dermawan, dan kedermawanannya semakin bertambah di bulan Ramadan. Membantu sesama, memberi makan orang berbuka, atau sekadar meringankan beban orang lain adalah bentuk nyata menghadirkan rahmat Allah dalam kehidupan.

Kita juga perlu menjaga lisan dan hati. Rahmat Allah lebih mudah turun kepada hati yang bersih dari iri, dengki, dan amarah. Hindari ghibah, perdebatan yang tidak bermanfaat, serta perbanyak dzikir dan istighfar. Hati yang lembut dan penuh taubat adalah tempat terbaik bagi turunnya rahmat Allah.

Jangan lupakan doa, terutama di waktu-waktu mustajab seperti saat sahur, menjelang berbuka, dan di sepertiga malam terakhir. Mohonlah kepada Allah agar dilimpahkan rahmat-Nya kepada diri, keluarga, dan kehidupan kita.(***)

 

Assalamualaikum Pak Ustaz, perkenalkan, nama saya Udin. Saya seorang muslim dan ingin bertanya: bagaimana cara memaksimalkan turunnya rahmat Allah di 10 hari pertama Ramadan?

Jawaban

Pertanyaan ini sangat baik dan menunjukkan keinginan untuk menjalani Ramadan dengan lebih bermakna. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dalam Shahih-nya dan Al-Baihaqi:

Artinya: Awal Ramadan adalah rahmat, pertengahannya ampunan, dan akhirnya pembebasan dari api neraka.

Para ulama menjelaskan,  hadis ini diperselisihkan derajatnya, namun maknanya benar secara umum karena seluruh Ramadan memang bulan rahmat. Rahmat adalah kasih sayang, kelembutan, dan pertolongan Allah yang diberikan kepada hamba-hamba-Nya. Karena itu, hari-hari pertama Ramadan seharusnya kita manfaatkan sebagai pondasi spiritual untuk hari-hari berikutnya.

- Advertisement -

Langkah pertama adalah meluruskan dan memperkuat niat. Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan kesempatan emas untuk mendekat kepada Allah. Niat yang ikhlas karena Allah akan membuka pintu rahmat-Nya. Tanamkan dalam hati bahwa setiap ibadah yang dilakukan adalah bentuk cinta dan penghambaan kepada-Nya.

Baca Juga:  Salat Tarawih Berjemaah atau Sendiri

Selanjutnya, perbaiki kualitas salat. Salat adalah amalan utama yang menjadi sebab turunnya rahmat Allah. Jagalah salat lima waktu dengan khusyuk, tambahkan salat sunnah, dan perbanyak doa terutama saat sujud. Allah SWT berfirman:

- Advertisement -

Artinya: Sesungguhnya rahmat Allah dekat dengan orang-orang yang berbuat baik. (QS. Al-A‘raf [7] ayat 56)

Maka, perbaikan kualitas ibadah adalah kunci mendekatkan diri pada rahmat tersebut.

Ramadan juga dikenal sebagai bulan Al-Qur’an. Memperbanyak membaca, memahami, dan mentadabburi Al-Qur’an akan menghadirkan ketenangan dan keberkahan dalam hati. Tidak harus langsung mengejar target besar, tetapi lakukan dengan konsisten dan penuh penghayatan agar Al-Qur’an benar-benar menjadi cahaya dan rahmat dalam kehidupan kita.

Baca Juga:  Membumikan Al-Quran dalam Kehidupan Sehari-hari

Selain itu, perbanyaklah sedekah dan kebaikan sosial. Rasulullah SAW dikenal sangat dermawan, dan kedermawanannya semakin bertambah di bulan Ramadan. Membantu sesama, memberi makan orang berbuka, atau sekadar meringankan beban orang lain adalah bentuk nyata menghadirkan rahmat Allah dalam kehidupan.

Kita juga perlu menjaga lisan dan hati. Rahmat Allah lebih mudah turun kepada hati yang bersih dari iri, dengki, dan amarah. Hindari ghibah, perdebatan yang tidak bermanfaat, serta perbanyak dzikir dan istighfar. Hati yang lembut dan penuh taubat adalah tempat terbaik bagi turunnya rahmat Allah.

Jangan lupakan doa, terutama di waktu-waktu mustajab seperti saat sahur, menjelang berbuka, dan di sepertiga malam terakhir. Mohonlah kepada Allah agar dilimpahkan rahmat-Nya kepada diri, keluarga, dan kehidupan kita.(***)

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

Assalamualaikum Pak Ustaz, perkenalkan, nama saya Udin. Saya seorang muslim dan ingin bertanya: bagaimana cara memaksimalkan turunnya rahmat Allah di 10 hari pertama Ramadan?

Jawaban

Pertanyaan ini sangat baik dan menunjukkan keinginan untuk menjalani Ramadan dengan lebih bermakna. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dalam Shahih-nya dan Al-Baihaqi:

Artinya: Awal Ramadan adalah rahmat, pertengahannya ampunan, dan akhirnya pembebasan dari api neraka.

Para ulama menjelaskan,  hadis ini diperselisihkan derajatnya, namun maknanya benar secara umum karena seluruh Ramadan memang bulan rahmat. Rahmat adalah kasih sayang, kelembutan, dan pertolongan Allah yang diberikan kepada hamba-hamba-Nya. Karena itu, hari-hari pertama Ramadan seharusnya kita manfaatkan sebagai pondasi spiritual untuk hari-hari berikutnya.

Langkah pertama adalah meluruskan dan memperkuat niat. Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan kesempatan emas untuk mendekat kepada Allah. Niat yang ikhlas karena Allah akan membuka pintu rahmat-Nya. Tanamkan dalam hati bahwa setiap ibadah yang dilakukan adalah bentuk cinta dan penghambaan kepada-Nya.

Baca Juga:  Ramadan Menebar Kasih Sayang dan Silaturahmi

Selanjutnya, perbaiki kualitas salat. Salat adalah amalan utama yang menjadi sebab turunnya rahmat Allah. Jagalah salat lima waktu dengan khusyuk, tambahkan salat sunnah, dan perbanyak doa terutama saat sujud. Allah SWT berfirman:

Artinya: Sesungguhnya rahmat Allah dekat dengan orang-orang yang berbuat baik. (QS. Al-A‘raf [7] ayat 56)

Maka, perbaikan kualitas ibadah adalah kunci mendekatkan diri pada rahmat tersebut.

Ramadan juga dikenal sebagai bulan Al-Qur’an. Memperbanyak membaca, memahami, dan mentadabburi Al-Qur’an akan menghadirkan ketenangan dan keberkahan dalam hati. Tidak harus langsung mengejar target besar, tetapi lakukan dengan konsisten dan penuh penghayatan agar Al-Qur’an benar-benar menjadi cahaya dan rahmat dalam kehidupan kita.

Baca Juga:  Apakah Zakat Profesi Wajib?

Selain itu, perbanyaklah sedekah dan kebaikan sosial. Rasulullah SAW dikenal sangat dermawan, dan kedermawanannya semakin bertambah di bulan Ramadan. Membantu sesama, memberi makan orang berbuka, atau sekadar meringankan beban orang lain adalah bentuk nyata menghadirkan rahmat Allah dalam kehidupan.

Kita juga perlu menjaga lisan dan hati. Rahmat Allah lebih mudah turun kepada hati yang bersih dari iri, dengki, dan amarah. Hindari ghibah, perdebatan yang tidak bermanfaat, serta perbanyak dzikir dan istighfar. Hati yang lembut dan penuh taubat adalah tempat terbaik bagi turunnya rahmat Allah.

Jangan lupakan doa, terutama di waktu-waktu mustajab seperti saat sahur, menjelang berbuka, dan di sepertiga malam terakhir. Mohonlah kepada Allah agar dilimpahkan rahmat-Nya kepada diri, keluarga, dan kehidupan kita.(***)

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari