PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Universitas Islam Riau (UIR) melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa bimbingan mental spiritual dan baca tulis Al-Qur’an bagi penyandang disabilitas di Provinsi Riau.
Program ini berlangsung dari Juli hingga Desember 2025 dan bekerja sama dengan Himpunan Disabilitas Muhammadiyah (Hidimu) Riau sebagai mitra sasaran.
Melalui skema PkM Internal UIR, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran, kesetaraan, serta kualitas hidup masyarakat disabilitas di Riau. Peserta berasal dari berbagai ragam disabilitas, seperti tuna netra, tuna rungu, tuna wicara, tuna daksa, dan lainnya yang tergabung dalam HIDIMU Riau.
Ketua Tim PkM Dr Saproni MEd kepada Riau Pos, Jumat (13/2), menjelaskan bahwa masyarakat disabilitas kerap menghadapi hambatan dalam mengakses layanan pendidikan, termasuk pendidikan keagamaan.
“Kami menawarkan solusi melalui bimbingan kerohanian dan bimbingan baca tulis Al-Qur’an yang disesuaikan dengan kebutuhan penyandang disabilitas. Metode yang digunakan adalah Metode Saminiyyah, yaitu metode cepat membaca huruf Arab yang telah dikembangkan untuk anak dan dewasa, dan kami adaptasikan untuk kalangan disabilitas,” ujarnya.
Pelaksanaan program dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, hingga keberlanjutan program. Sosialisasi diberikan kepada pengurus dan anggota Hidimu Riau untuk meningkatkan pemahaman tentang pentingnya pembinaan spiritual.
Selanjutnya, pelatihan baca tulis Al-Qur’an dilaksanakan dengan pendekatan ramah disabilitas, disertai pendampingan berkelanjutan oleh tim pengabdi.
Ketua Hidimu Riau Imamil Usni menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia menilai program ini memberi manfaat nyata bagi anggotanya.
“Kami sangat terbantu dengan program ini. Anggota kami mendapatkan akses yang lebih baik untuk belajar Al-Qur’an dan memperkuat kerohanian. Harapan kami, program serupa dapat diperluas ke cabang Hidimu di daerah lain,” tuturnya.(nto/c)

