PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kebutuhan pulp bagi industri kertas hingga kini masih bertumpu pada serat kayu, membuat biaya produksi tetap tinggi. Menjawab persoalan tersebut, Tim Penelitian Universitas Riau (Unri) yang diketuai Prof Evelyn ST MSc PhD menemukan terobosan baru untuk mendukung industri pulp dan kertas, melalui penelitian yang didanai Kemendiktisaintek.
Kenaf, tanaman serat non-kayu yang kaya selulosa, dinilai memiliki potensi besar sebagai bahan baku alternatif pulp. Meski Indonesia memiliki sumber daya kenaf yang melimpah, pemanfaatannya selama ini masih terbatas pada tekstil atau karung. “Pengembangan pulp dan handsheet bernilai tambah dari kenaf merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan industri pulp dan kertas nasional sekaligus meningkatkan nilai ekonomi kenaf,” ujarnya kepada Riau Pos baru-baru ini.
Penelitian ini dirancang untuk menghasilkan pulp kenaf melalui proses kraft dan pemutihan, serta memproduksi handsheet sebagai purwarupa kertas berkualitas tinggi. Tahapan riset mencakup karakterisasi kimia dan morfologi serat kenaf, optimasi pemasakan kraft—mulai dari suhu, lama pemasakan, hingga rasio bahan kimia—proses bleaching, serta pengujian sifat fisik, mekanik, dan optik pulp.
Pulp yang dihasilkan kemudian diolah menjadi handsheet dan diuji berdasarkan standar SNI dan TAPPI. Pengujian meliputi gramatur, ketebalan, kekuatan tarik, sobek, letus, ketahanan lipat, brightness, opasitas, hingga pH permukaan. Memasuki tahun kedua penelitian, pulp kenaf akan diblending dengan pulp kayu Eucalyptus pellita dan diuji pada fasilitas industri pulp dan kertas.
Prof Evelyn menjelaskan bahwa kenaf selama ini masih identik dengan bahan karung, tali, atau serat tekstil kasar. Padahal, riset menunjukkan bahwa pulp kenaf memiliki kekuatan tarik dan ketahanan sobek yang baik, sehingga berpeluang menggantikan sebagian pulp kayu untuk berbagai jenis kertas. “Kenaf membuka peluang besar menekan ketergantungan pada serat kayu, mendukung kelestarian hutan, serta menurunkan biaya bahan baku industri pulp dan kertas,” ungkapnya selaku Ketua Prodi Teknologi Pulp dan Kertas Fakultas Teknik Unri.
Inovasi yang ditawarkan tim peneliti berupa pengembangan pulp dan handsheet kertas fungsional/khusus dari kenaf melalui proses kraft dan bleaching teroptimasi. Hasilnya menjadi purwarupa handsheet yang siap divalidasi untuk kualitas kertas tinggi. Kebaruan riset ini terletak pada tiga aspek: pertama, penggunaan kenaf untuk kertas premium di Indonesia masih jarang. Kedua, penelitian tidak hanya menghasilkan pulp skala laboratorium, tetapi juga handsheet dalam jumlah memadai untuk uji blending di industri. Ketiga, optimasi pemasakan yang dipadukan dengan bleaching selektif mampu meningkatkan brightness serta kekuatan mekanik kertas—kunci utama kualitas kertas cetak, tulis, maupun kertas fungsional/khusus.(nto)


