Kamis, 5 Februari 2026
- Advertisement -

Tersedak Paku Masuk ke Paru-Paru, RSUD Arifin Achmad Tangani Tanpa Operasi

PEKANBARU (RIAUPOS.CO)Tim dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad kembali menunjukkan keberhasilannya menangani kasus medis langka, yakni pasien tersedak paku sepanjang 5 sentimeter yang masuk hingga ke paru-paru tanpa harus menjalani operasi.

Dokter Spesialis Paru RSUD Arifin Achmad, dr Nori Purnama SpP, mengatakan kasus tersebut tergolong sangat jarang terjadi di dunia medis. Selama ini, pihaknya lebih sering menangani pasien yang tersedak jarum pentul, kacang-kacangan, maupun kancing baju.

“Pasien berusia 52 tahun ini mengalami keluhan yang cukup langka, yaitu tersedak paku. Biasanya kasus seperti ini jarang kami temui,” ujarnya.

Pasien tersebut merupakan rujukan dari RSUD Puri Husada Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir. Kejadian tersedaknya paku dialami sejak 26 Januari lalu. Saat dirujuk ke RSUD Arifin Achmad, pasien mengeluhkan sesak dada dan rasa mengganjal di saluran pernapasan.

Baca Juga:  RS Awal Bros Sudirman Hadirkan Teknologi Neurorestorasi

Tim medis kemudian melakukan pemeriksaan foto toraks. Dari hasil pemeriksaan tersebut diketahui adanya paku di saluran pernapasan, tepatnya di paru-paru. dr Nori menjelaskan, kondisi ini terjadi karena paku masuk melalui saluran napas, bukan tertelan ke saluran pencernaan.

Berdasarkan pengakuan pasien, kejadian bermula saat ia memperbaiki kamar anak dan meletakkan paku di mulut. Saat terpeleset, paku tersebut tersedak dan masuk ke saluran pernapasan.

Setelah mengetahui posisi paku, tim dokter paru bersama tim anestesi melakukan tindakan bronkoskopi tanpa pembedahan. Pasien menjalani pembiusan total karena kondisi yang cukup berat saat tindakan dilakukan.

“Alhamdulillah tindakan berjalan lancar dan paku berhasil dikeluarkan tanpa operasi,” jelasnya.

Saat ini kondisi pasien sudah stabil dan tidak lagi mengalami sesak napas. Tim medis fokus pada pemulihan dengan pemberian antibiotik dan obat anti radang. Pasien diperkirakan dapat pulang dalam dua hingga tiga hari ke depan.

Baca Juga:  Siswa SMA di Pekanbaru Diduga Jadi Korban Bullying, Hidung Patah dan Mata Lebam

dr Nori juga menyampaikan bahwa fasilitas dan peralatan penanganan penyakit paru di RSUD Arifin Achmad sudah sangat lengkap, didukung oleh 10 dokter spesialis paru yang aktif di berbagai divisi.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak membiasakan meletakkan benda asing di mulut, baik jarum pentul maupun paku, karena berisiko tersedak dan membahayakan keselamatan.

Sementara itu, Direktur RSUD Arifin Achmad drg Yusi Prastiningsih menilai keberhasilan ini menjadi bukti kesiapan rumah sakit dalam menangani kasus kompleks dengan teknologi medis yang dimiliki.

“Kami berharap masyarakat lebih berhati-hati. Namun dari sisi layanan, ini menjadi pencapaian penting karena kasus seperti ini bisa ditangani tanpa operasi,” ujarnya. (sol/ifr)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO)Tim dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad kembali menunjukkan keberhasilannya menangani kasus medis langka, yakni pasien tersedak paku sepanjang 5 sentimeter yang masuk hingga ke paru-paru tanpa harus menjalani operasi.

Dokter Spesialis Paru RSUD Arifin Achmad, dr Nori Purnama SpP, mengatakan kasus tersebut tergolong sangat jarang terjadi di dunia medis. Selama ini, pihaknya lebih sering menangani pasien yang tersedak jarum pentul, kacang-kacangan, maupun kancing baju.

“Pasien berusia 52 tahun ini mengalami keluhan yang cukup langka, yaitu tersedak paku. Biasanya kasus seperti ini jarang kami temui,” ujarnya.

Pasien tersebut merupakan rujukan dari RSUD Puri Husada Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir. Kejadian tersedaknya paku dialami sejak 26 Januari lalu. Saat dirujuk ke RSUD Arifin Achmad, pasien mengeluhkan sesak dada dan rasa mengganjal di saluran pernapasan.

Baca Juga:  Satu per Satu Hilang Dicuri

Tim medis kemudian melakukan pemeriksaan foto toraks. Dari hasil pemeriksaan tersebut diketahui adanya paku di saluran pernapasan, tepatnya di paru-paru. dr Nori menjelaskan, kondisi ini terjadi karena paku masuk melalui saluran napas, bukan tertelan ke saluran pencernaan.

- Advertisement -

Berdasarkan pengakuan pasien, kejadian bermula saat ia memperbaiki kamar anak dan meletakkan paku di mulut. Saat terpeleset, paku tersebut tersedak dan masuk ke saluran pernapasan.

Setelah mengetahui posisi paku, tim dokter paru bersama tim anestesi melakukan tindakan bronkoskopi tanpa pembedahan. Pasien menjalani pembiusan total karena kondisi yang cukup berat saat tindakan dilakukan.

- Advertisement -

“Alhamdulillah tindakan berjalan lancar dan paku berhasil dikeluarkan tanpa operasi,” jelasnya.

Saat ini kondisi pasien sudah stabil dan tidak lagi mengalami sesak napas. Tim medis fokus pada pemulihan dengan pemberian antibiotik dan obat anti radang. Pasien diperkirakan dapat pulang dalam dua hingga tiga hari ke depan.

Baca Juga:  Sering Diabaikan, Ini Perbedaan Hipertiroid dan Hipotiroid yang Wajib Diketahui

dr Nori juga menyampaikan bahwa fasilitas dan peralatan penanganan penyakit paru di RSUD Arifin Achmad sudah sangat lengkap, didukung oleh 10 dokter spesialis paru yang aktif di berbagai divisi.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak membiasakan meletakkan benda asing di mulut, baik jarum pentul maupun paku, karena berisiko tersedak dan membahayakan keselamatan.

Sementara itu, Direktur RSUD Arifin Achmad drg Yusi Prastiningsih menilai keberhasilan ini menjadi bukti kesiapan rumah sakit dalam menangani kasus kompleks dengan teknologi medis yang dimiliki.

“Kami berharap masyarakat lebih berhati-hati. Namun dari sisi layanan, ini menjadi pencapaian penting karena kasus seperti ini bisa ditangani tanpa operasi,” ujarnya. (sol/ifr)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO)Tim dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad kembali menunjukkan keberhasilannya menangani kasus medis langka, yakni pasien tersedak paku sepanjang 5 sentimeter yang masuk hingga ke paru-paru tanpa harus menjalani operasi.

Dokter Spesialis Paru RSUD Arifin Achmad, dr Nori Purnama SpP, mengatakan kasus tersebut tergolong sangat jarang terjadi di dunia medis. Selama ini, pihaknya lebih sering menangani pasien yang tersedak jarum pentul, kacang-kacangan, maupun kancing baju.

“Pasien berusia 52 tahun ini mengalami keluhan yang cukup langka, yaitu tersedak paku. Biasanya kasus seperti ini jarang kami temui,” ujarnya.

Pasien tersebut merupakan rujukan dari RSUD Puri Husada Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir. Kejadian tersedaknya paku dialami sejak 26 Januari lalu. Saat dirujuk ke RSUD Arifin Achmad, pasien mengeluhkan sesak dada dan rasa mengganjal di saluran pernapasan.

Baca Juga:  Diabetes Melitus pada Usia Muda: Mitos, Fakta, dan Solusi

Tim medis kemudian melakukan pemeriksaan foto toraks. Dari hasil pemeriksaan tersebut diketahui adanya paku di saluran pernapasan, tepatnya di paru-paru. dr Nori menjelaskan, kondisi ini terjadi karena paku masuk melalui saluran napas, bukan tertelan ke saluran pencernaan.

Berdasarkan pengakuan pasien, kejadian bermula saat ia memperbaiki kamar anak dan meletakkan paku di mulut. Saat terpeleset, paku tersebut tersedak dan masuk ke saluran pernapasan.

Setelah mengetahui posisi paku, tim dokter paru bersama tim anestesi melakukan tindakan bronkoskopi tanpa pembedahan. Pasien menjalani pembiusan total karena kondisi yang cukup berat saat tindakan dilakukan.

“Alhamdulillah tindakan berjalan lancar dan paku berhasil dikeluarkan tanpa operasi,” jelasnya.

Saat ini kondisi pasien sudah stabil dan tidak lagi mengalami sesak napas. Tim medis fokus pada pemulihan dengan pemberian antibiotik dan obat anti radang. Pasien diperkirakan dapat pulang dalam dua hingga tiga hari ke depan.

Baca Juga:  RS Awal Bros Sudirman Hadirkan Teknologi Neurorestorasi

dr Nori juga menyampaikan bahwa fasilitas dan peralatan penanganan penyakit paru di RSUD Arifin Achmad sudah sangat lengkap, didukung oleh 10 dokter spesialis paru yang aktif di berbagai divisi.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak membiasakan meletakkan benda asing di mulut, baik jarum pentul maupun paku, karena berisiko tersedak dan membahayakan keselamatan.

Sementara itu, Direktur RSUD Arifin Achmad drg Yusi Prastiningsih menilai keberhasilan ini menjadi bukti kesiapan rumah sakit dalam menangani kasus kompleks dengan teknologi medis yang dimiliki.

“Kami berharap masyarakat lebih berhati-hati. Namun dari sisi layanan, ini menjadi pencapaian penting karena kasus seperti ini bisa ditangani tanpa operasi,” ujarnya. (sol/ifr)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari