Rabu, 6 Mei 2026
- Advertisement -

Riau Lanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca Tahap 3 untuk Kendalikan Karhutla

RIAUPOS.CO – Upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau terus diperkuat. Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, bekerja sama dengan BMKG, BNPB, BPBD Riau, dan TNI AU, resmi memulai Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) tahap ketiga di provinsi ini.

(RIAUPOS.CO) Langkah ini menjadi bagian dari perpanjangan masa tanggap darurat Karhutla yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Riau sejak 22 Juli 2025, dan kini diperpanjang dua minggu ke depan. Dirjen Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, menyebut OMC dilakukan bersama operasi pemadaman darat oleh Manggala Agni serta patroli dan water bombing dari udara.

Data Kementerian Kehutanan mencatat, sepanjang Juli 2025 terjadi 142 kasus Karhutla di Riau dengan luas terdampak sekitar 1.768 hektare. Hingga 9 Agustus 2025, tercatat tambahan 93 kasus dengan luas sekitar 1.150 hektare. Tim gabungan masih melakukan pemadaman dan pendinginan di Indragiri Hilir dan Rokan Hilir.

Baca Juga:  Kanwil Kemenkumham Riau Salurkan 1.288 Paket Sembako

OMC tahap pertama berlangsung pada 2–12 Mei 2025, disusul tahap kedua pada 21 Juli–9 Agustus 2025. Berdasarkan pantauan, hujan turun di Rokan Hilir selama 5 hari dan di Rokan Hulu selama 8 hari pada periode tersebut. Menurut Dwi, OMC membantu menjaga kelembapan lahan gambut dan mengurangi potensi kebakaran secara signifikan—terbukti luas Karhutla pada 2024 turun 77 persen dibanding 2019.

Dwi menegaskan keberhasilan pengendalian Karhutla hanya bisa dicapai lewat kolaborasi lintas sektor, kepemimpinan yang kuat, dan partisipasi masyarakat. “Dengan semangat bersama, kita berharap bencana Karhutla di Riau segera terkendali,” ujarnya.

Sementara itu, BMKG Pekanbaru melaporkan lima titik panas di Riau pada Kamis (14/8), masing-masing tiga di Rokan Hulu dan dua di Rokan Hilir. Secara keseluruhan, Sumatera mencatat 43 titik panas yang tersebar di Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Riau.

Baca Juga:  ’’Mari Kita Memartabatkan Bahasa dan Sastra Indonesia’’

Prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang di beberapa wilayah Riau dari sore hingga dini hari. Suhu udara berkisar 23–34°C dengan kelembapan 55–98 persen, sementara gelombang laut di perairan Riau diprediksi rendah, yakni 0,5–1,25 meter.(sol/ayi)

RIAUPOS.CO – Upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau terus diperkuat. Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, bekerja sama dengan BMKG, BNPB, BPBD Riau, dan TNI AU, resmi memulai Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) tahap ketiga di provinsi ini.

(RIAUPOS.CO) Langkah ini menjadi bagian dari perpanjangan masa tanggap darurat Karhutla yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Riau sejak 22 Juli 2025, dan kini diperpanjang dua minggu ke depan. Dirjen Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, menyebut OMC dilakukan bersama operasi pemadaman darat oleh Manggala Agni serta patroli dan water bombing dari udara.

Data Kementerian Kehutanan mencatat, sepanjang Juli 2025 terjadi 142 kasus Karhutla di Riau dengan luas terdampak sekitar 1.768 hektare. Hingga 9 Agustus 2025, tercatat tambahan 93 kasus dengan luas sekitar 1.150 hektare. Tim gabungan masih melakukan pemadaman dan pendinginan di Indragiri Hilir dan Rokan Hilir.

Baca Juga:  ’’Mari Kita Memartabatkan Bahasa dan Sastra Indonesia’’

OMC tahap pertama berlangsung pada 2–12 Mei 2025, disusul tahap kedua pada 21 Juli–9 Agustus 2025. Berdasarkan pantauan, hujan turun di Rokan Hilir selama 5 hari dan di Rokan Hulu selama 8 hari pada periode tersebut. Menurut Dwi, OMC membantu menjaga kelembapan lahan gambut dan mengurangi potensi kebakaran secara signifikan—terbukti luas Karhutla pada 2024 turun 77 persen dibanding 2019.

Dwi menegaskan keberhasilan pengendalian Karhutla hanya bisa dicapai lewat kolaborasi lintas sektor, kepemimpinan yang kuat, dan partisipasi masyarakat. “Dengan semangat bersama, kita berharap bencana Karhutla di Riau segera terkendali,” ujarnya.

- Advertisement -

Sementara itu, BMKG Pekanbaru melaporkan lima titik panas di Riau pada Kamis (14/8), masing-masing tiga di Rokan Hulu dan dua di Rokan Hilir. Secara keseluruhan, Sumatera mencatat 43 titik panas yang tersebar di Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Riau.

Baca Juga:  Pengedar 4,46 Gram Sabu Diringkus

Prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang di beberapa wilayah Riau dari sore hingga dini hari. Suhu udara berkisar 23–34°C dengan kelembapan 55–98 persen, sementara gelombang laut di perairan Riau diprediksi rendah, yakni 0,5–1,25 meter.(sol/ayi)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

RIAUPOS.CO – Upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau terus diperkuat. Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, bekerja sama dengan BMKG, BNPB, BPBD Riau, dan TNI AU, resmi memulai Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) tahap ketiga di provinsi ini.

(RIAUPOS.CO) Langkah ini menjadi bagian dari perpanjangan masa tanggap darurat Karhutla yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Riau sejak 22 Juli 2025, dan kini diperpanjang dua minggu ke depan. Dirjen Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, menyebut OMC dilakukan bersama operasi pemadaman darat oleh Manggala Agni serta patroli dan water bombing dari udara.

Data Kementerian Kehutanan mencatat, sepanjang Juli 2025 terjadi 142 kasus Karhutla di Riau dengan luas terdampak sekitar 1.768 hektare. Hingga 9 Agustus 2025, tercatat tambahan 93 kasus dengan luas sekitar 1.150 hektare. Tim gabungan masih melakukan pemadaman dan pendinginan di Indragiri Hilir dan Rokan Hilir.

Baca Juga:  IKTS Ajak Anak Yatim Buka Puasa Bersama

OMC tahap pertama berlangsung pada 2–12 Mei 2025, disusul tahap kedua pada 21 Juli–9 Agustus 2025. Berdasarkan pantauan, hujan turun di Rokan Hilir selama 5 hari dan di Rokan Hulu selama 8 hari pada periode tersebut. Menurut Dwi, OMC membantu menjaga kelembapan lahan gambut dan mengurangi potensi kebakaran secara signifikan—terbukti luas Karhutla pada 2024 turun 77 persen dibanding 2019.

Dwi menegaskan keberhasilan pengendalian Karhutla hanya bisa dicapai lewat kolaborasi lintas sektor, kepemimpinan yang kuat, dan partisipasi masyarakat. “Dengan semangat bersama, kita berharap bencana Karhutla di Riau segera terkendali,” ujarnya.

Sementara itu, BMKG Pekanbaru melaporkan lima titik panas di Riau pada Kamis (14/8), masing-masing tiga di Rokan Hulu dan dua di Rokan Hilir. Secara keseluruhan, Sumatera mencatat 43 titik panas yang tersebar di Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Riau.

Baca Juga:  Seleksi Direktur RSJ Tampan Segera Dibuka

Prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang di beberapa wilayah Riau dari sore hingga dini hari. Suhu udara berkisar 23–34°C dengan kelembapan 55–98 persen, sementara gelombang laut di perairan Riau diprediksi rendah, yakni 0,5–1,25 meter.(sol/ayi)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari