Kamis, 5 Februari 2026
- Advertisement -

Harga Beras di Kota Pekanbaru Sudah Tinggi sejak Awal Tahun

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Harga beras di Kota Pekanbaru selama tiga bulan terakhir terpantau stabil. Ini berdasarkan pengakuan sejumlah pedagang beras kepada Riau Pos, Selasa (4/6).

Chandra, salah seorang pedagang beras di Pasar Kodim mengaku, harga beras di Kota Pekanbaru sudah mengalami kenaikan sejak awal tahun 2024 ini. Saat ini harga beras premium dan medium masih tercatat cukup stabil. Seperti beras Pandan Wangi Rp18.500/kilogram, beras Sokan Solok Rp17.500/kilogram , beras Anak Daro Rp17.000/kilogram, beras Anak Daro Sederhana Rp16.500/kilogram.

Ia katakan, harga saat ini masih relatif terjangkau oleh masyarakat. Apalagi, menurutnya, pasokan beras dari Sumatera Barat dan beras medium yang disubsidi oleh pemerintah yaitu beras Bulog masih sulit dijumpai membuat harga beras masih di atas harga normal. Sehingga mau tidak mau masyarakat tetap berusaha membeli beras meksipun dengan jumlah yang lebih sedikit.

Baca Juga:  Acuan Zakat Fitrah Bakal Naik

”Panen di Sumbar dan pasokan beras Bulog itu yang tidak banyak di Kota Pekanbaru ini. Makanya selama tiga bulan harganya masih tinggi. Karena sudah berjalan lama, tentu masyarakat sudah bersikap wajar hal tersebut, daripada mereka tidak makan,” ucapnya.

Ia berharap pemerintah bisa memperbanyak pasokan beras Bulog keseluruhan pedagang di Kota Pekanbaru agar stok beras melimpah, dan dapat menekan harga beras lokal seperti beras dari Sumatera Barat yang cukup tinggi sehingga menyebabkan kestabilan harga terjadi.

”Kalau bisa stoknya itu di banyakkan  supaya masyarakat bisa membeli beras murah dari pemerintah. Kalau stoknya banyak dari pemerintah, otomatis beras lokal akan turun,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan oleh salah seorang pembeli beras Sarfendi. Menurutnya harga beras selama beberapa tahun terakhir memang trus mengalami kenaikan harga yang meskipun itu sedikit tetapi terasa oleh masyarakat yang menengah ke bawah.

Baca Juga:  Jaksa Sebut Ada Indikasi Pelanggaran di Kasus Dugaan Korupsi UIN Suska

Apalagi, beras merupakan kebutuhan pokok yang harus ada disetiap rumah tangga, sehingga mau tidak mau masyarakat akan berusaha membeli beras tersebut.

”Kalau kami masyarakat ini tentu memiliki beras yang murah tapi kualitasnya juga baik. Karena ini kan dikonsumsi oleh keluarga jadi kami berusaha agar dapur di rumah itu tetap ngebul agar anak-anak bisa makan. Walupun beli berasnya cuma sanggup beberapa kilogram saja,” ucapnya.

Ia berharap pemerintah bisa segera kestabilan harga kebutuhan pokok di Kota Pekanbaru bukan hanya beras tapi seluruh bahan pangan agar masyarakat bisa menjangkaunya.(ayi)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Harga beras di Kota Pekanbaru selama tiga bulan terakhir terpantau stabil. Ini berdasarkan pengakuan sejumlah pedagang beras kepada Riau Pos, Selasa (4/6).

Chandra, salah seorang pedagang beras di Pasar Kodim mengaku, harga beras di Kota Pekanbaru sudah mengalami kenaikan sejak awal tahun 2024 ini. Saat ini harga beras premium dan medium masih tercatat cukup stabil. Seperti beras Pandan Wangi Rp18.500/kilogram, beras Sokan Solok Rp17.500/kilogram , beras Anak Daro Rp17.000/kilogram, beras Anak Daro Sederhana Rp16.500/kilogram.

Ia katakan, harga saat ini masih relatif terjangkau oleh masyarakat. Apalagi, menurutnya, pasokan beras dari Sumatera Barat dan beras medium yang disubsidi oleh pemerintah yaitu beras Bulog masih sulit dijumpai membuat harga beras masih di atas harga normal. Sehingga mau tidak mau masyarakat tetap berusaha membeli beras meksipun dengan jumlah yang lebih sedikit.

Baca Juga:  Larantuka Diguncang Gempa Magnitudo 7,5, NTT Waspada Tsunami

”Panen di Sumbar dan pasokan beras Bulog itu yang tidak banyak di Kota Pekanbaru ini. Makanya selama tiga bulan harganya masih tinggi. Karena sudah berjalan lama, tentu masyarakat sudah bersikap wajar hal tersebut, daripada mereka tidak makan,” ucapnya.

- Advertisement -

Ia berharap pemerintah bisa memperbanyak pasokan beras Bulog keseluruhan pedagang di Kota Pekanbaru agar stok beras melimpah, dan dapat menekan harga beras lokal seperti beras dari Sumatera Barat yang cukup tinggi sehingga menyebabkan kestabilan harga terjadi.

”Kalau bisa stoknya itu di banyakkan  supaya masyarakat bisa membeli beras murah dari pemerintah. Kalau stoknya banyak dari pemerintah, otomatis beras lokal akan turun,” katanya.

- Advertisement -

Hal senada juga diungkapkan oleh salah seorang pembeli beras Sarfendi. Menurutnya harga beras selama beberapa tahun terakhir memang trus mengalami kenaikan harga yang meskipun itu sedikit tetapi terasa oleh masyarakat yang menengah ke bawah.

Baca Juga:  Jaksa Sebut Ada Indikasi Pelanggaran di Kasus Dugaan Korupsi UIN Suska

Apalagi, beras merupakan kebutuhan pokok yang harus ada disetiap rumah tangga, sehingga mau tidak mau masyarakat akan berusaha membeli beras tersebut.

”Kalau kami masyarakat ini tentu memiliki beras yang murah tapi kualitasnya juga baik. Karena ini kan dikonsumsi oleh keluarga jadi kami berusaha agar dapur di rumah itu tetap ngebul agar anak-anak bisa makan. Walupun beli berasnya cuma sanggup beberapa kilogram saja,” ucapnya.

Ia berharap pemerintah bisa segera kestabilan harga kebutuhan pokok di Kota Pekanbaru bukan hanya beras tapi seluruh bahan pangan agar masyarakat bisa menjangkaunya.(ayi)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Acuan Zakat Fitrah Bakal Naik

Harga Beras Medium Dekati Level Premium

Harga Barang Pokok Masih Fluktuatif

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Harga beras di Kota Pekanbaru selama tiga bulan terakhir terpantau stabil. Ini berdasarkan pengakuan sejumlah pedagang beras kepada Riau Pos, Selasa (4/6).

Chandra, salah seorang pedagang beras di Pasar Kodim mengaku, harga beras di Kota Pekanbaru sudah mengalami kenaikan sejak awal tahun 2024 ini. Saat ini harga beras premium dan medium masih tercatat cukup stabil. Seperti beras Pandan Wangi Rp18.500/kilogram, beras Sokan Solok Rp17.500/kilogram , beras Anak Daro Rp17.000/kilogram, beras Anak Daro Sederhana Rp16.500/kilogram.

Ia katakan, harga saat ini masih relatif terjangkau oleh masyarakat. Apalagi, menurutnya, pasokan beras dari Sumatera Barat dan beras medium yang disubsidi oleh pemerintah yaitu beras Bulog masih sulit dijumpai membuat harga beras masih di atas harga normal. Sehingga mau tidak mau masyarakat tetap berusaha membeli beras meksipun dengan jumlah yang lebih sedikit.

Baca Juga:  BNN Musnahkan 1 Kg Sabu dan 3.033 Ekstasi

”Panen di Sumbar dan pasokan beras Bulog itu yang tidak banyak di Kota Pekanbaru ini. Makanya selama tiga bulan harganya masih tinggi. Karena sudah berjalan lama, tentu masyarakat sudah bersikap wajar hal tersebut, daripada mereka tidak makan,” ucapnya.

Ia berharap pemerintah bisa memperbanyak pasokan beras Bulog keseluruhan pedagang di Kota Pekanbaru agar stok beras melimpah, dan dapat menekan harga beras lokal seperti beras dari Sumatera Barat yang cukup tinggi sehingga menyebabkan kestabilan harga terjadi.

”Kalau bisa stoknya itu di banyakkan  supaya masyarakat bisa membeli beras murah dari pemerintah. Kalau stoknya banyak dari pemerintah, otomatis beras lokal akan turun,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan oleh salah seorang pembeli beras Sarfendi. Menurutnya harga beras selama beberapa tahun terakhir memang trus mengalami kenaikan harga yang meskipun itu sedikit tetapi terasa oleh masyarakat yang menengah ke bawah.

Baca Juga:  Pengepungan Kedubes AS Berakhir

Apalagi, beras merupakan kebutuhan pokok yang harus ada disetiap rumah tangga, sehingga mau tidak mau masyarakat akan berusaha membeli beras tersebut.

”Kalau kami masyarakat ini tentu memiliki beras yang murah tapi kualitasnya juga baik. Karena ini kan dikonsumsi oleh keluarga jadi kami berusaha agar dapur di rumah itu tetap ngebul agar anak-anak bisa makan. Walupun beli berasnya cuma sanggup beberapa kilogram saja,” ucapnya.

Ia berharap pemerintah bisa segera kestabilan harga kebutuhan pokok di Kota Pekanbaru bukan hanya beras tapi seluruh bahan pangan agar masyarakat bisa menjangkaunya.(ayi)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari