Jumat, 21 Agustus 2026
- Advertisement -

Pemerintah RI Tidak Boleh Tunduk Kepada Tekanan Asing

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Anggota Komisi I DPR Dave Akbarsah Fikarno mengatakan pemerintah RI tidak boleh tunduk di bawah tekanan asing atau siapa pun dalam kasus masuknya kapal Tiongkok ke perairan Natuna di Indonesia.

Politikus muda Partai Golkar itu menegaskan bahwa sikap Presiden Joko Widodo alias Jokowi lewat Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi yang protes keras kepada Tiongkok sudah tegas.

"Presiden melalui Menlu sudah sangat tegas dan jelas menghadapi isu Tiongkok. Tinggal bagaimana bertahan saja," kata Dave saat dihubungi JPNN.com, Sabtu (4/1).

Pekan lalu, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) melakukan protes keras kepada Tiongkok atas masuknya kapal mereka ke perairan Natuna di Indonesia.  Kemenlu RI menegaskan kapal Tiongkok telah melakukan pelanggaran. Klaim historis Tiongkok atas ZEEI dengan alasan bahwa para nelayan Tiongkok telah lama beraktivitas di perairan dimaksud bersifat unilateral, tidak memiliki dasar hukum dan tidak pernah diakui oleh UNCLOS 1982.

Baca Juga:  Kaderismanto-Iyeth Bustami Deklarasi Koalisi Rakyat

Lebih lanjut Dave mendukung langkah operasi yang dilakukan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I di Natuna dalam merespons persoalan ini. Dave menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh lemah kepada siapa pun.

“Pastinya (mendukung, red). Kita tidak boleh menunjukan kita lemah terhadap siapa pun," ujar dia.

Dave mengatakan tentunya setiap sikap harus dhitung dengan cermat, agar jangan sampai salah langkah, tetapi Indonesia tak boleh terkesan tidak mampu dalam membela kedaulatan.

"Kita tidak boleh terkesan tidak mampu, apalagi ketika kita sedang membela kedaulatan kita," ungkap putra anggota Wantimpres Agung Laksono itu.

Dave mengatakan jalur diplomasi juga harus ditempuh dalam menyelesaikan persoalan supaya tidak mengganggu hubungan kedua negara. "Ya pastinya harus lewat jalur diplomasi, akan tetapi jangan kita menyerah di bawah tekanan siapa pun," pungkasnya.(boy/jpnn)
Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal

Baca Juga:  Hafith Syukri dan Sukiman Bersaing, Hamulian Rebut Suara Bangun Purba

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Anggota Komisi I DPR Dave Akbarsah Fikarno mengatakan pemerintah RI tidak boleh tunduk di bawah tekanan asing atau siapa pun dalam kasus masuknya kapal Tiongkok ke perairan Natuna di Indonesia.

Politikus muda Partai Golkar itu menegaskan bahwa sikap Presiden Joko Widodo alias Jokowi lewat Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi yang protes keras kepada Tiongkok sudah tegas.

"Presiden melalui Menlu sudah sangat tegas dan jelas menghadapi isu Tiongkok. Tinggal bagaimana bertahan saja," kata Dave saat dihubungi JPNN.com, Sabtu (4/1).

Pekan lalu, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) melakukan protes keras kepada Tiongkok atas masuknya kapal mereka ke perairan Natuna di Indonesia.  Kemenlu RI menegaskan kapal Tiongkok telah melakukan pelanggaran. Klaim historis Tiongkok atas ZEEI dengan alasan bahwa para nelayan Tiongkok telah lama beraktivitas di perairan dimaksud bersifat unilateral, tidak memiliki dasar hukum dan tidak pernah diakui oleh UNCLOS 1982.

Baca Juga:  KPU Adakan Indonesia Election Visit Program

Lebih lanjut Dave mendukung langkah operasi yang dilakukan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I di Natuna dalam merespons persoalan ini. Dave menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh lemah kepada siapa pun.

- Advertisement -

“Pastinya (mendukung, red). Kita tidak boleh menunjukan kita lemah terhadap siapa pun," ujar dia.

Dave mengatakan tentunya setiap sikap harus dhitung dengan cermat, agar jangan sampai salah langkah, tetapi Indonesia tak boleh terkesan tidak mampu dalam membela kedaulatan.

- Advertisement -

"Kita tidak boleh terkesan tidak mampu, apalagi ketika kita sedang membela kedaulatan kita," ungkap putra anggota Wantimpres Agung Laksono itu.

Dave mengatakan jalur diplomasi juga harus ditempuh dalam menyelesaikan persoalan supaya tidak mengganggu hubungan kedua negara. "Ya pastinya harus lewat jalur diplomasi, akan tetapi jangan kita menyerah di bawah tekanan siapa pun," pungkasnya.(boy/jpnn)
Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal

Baca Juga:  Pernyataan Terbaru Mahfud MD soal Habib Rizieq Dicekal
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Anggota Komisi I DPR Dave Akbarsah Fikarno mengatakan pemerintah RI tidak boleh tunduk di bawah tekanan asing atau siapa pun dalam kasus masuknya kapal Tiongkok ke perairan Natuna di Indonesia.

Politikus muda Partai Golkar itu menegaskan bahwa sikap Presiden Joko Widodo alias Jokowi lewat Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi yang protes keras kepada Tiongkok sudah tegas.

"Presiden melalui Menlu sudah sangat tegas dan jelas menghadapi isu Tiongkok. Tinggal bagaimana bertahan saja," kata Dave saat dihubungi JPNN.com, Sabtu (4/1).

Pekan lalu, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) melakukan protes keras kepada Tiongkok atas masuknya kapal mereka ke perairan Natuna di Indonesia.  Kemenlu RI menegaskan kapal Tiongkok telah melakukan pelanggaran. Klaim historis Tiongkok atas ZEEI dengan alasan bahwa para nelayan Tiongkok telah lama beraktivitas di perairan dimaksud bersifat unilateral, tidak memiliki dasar hukum dan tidak pernah diakui oleh UNCLOS 1982.

Baca Juga:  Staf Khusus Milenial Jokowi Jangan Hanya Jadi Pajangan

Lebih lanjut Dave mendukung langkah operasi yang dilakukan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I di Natuna dalam merespons persoalan ini. Dave menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh lemah kepada siapa pun.

“Pastinya (mendukung, red). Kita tidak boleh menunjukan kita lemah terhadap siapa pun," ujar dia.

Dave mengatakan tentunya setiap sikap harus dhitung dengan cermat, agar jangan sampai salah langkah, tetapi Indonesia tak boleh terkesan tidak mampu dalam membela kedaulatan.

"Kita tidak boleh terkesan tidak mampu, apalagi ketika kita sedang membela kedaulatan kita," ungkap putra anggota Wantimpres Agung Laksono itu.

Dave mengatakan jalur diplomasi juga harus ditempuh dalam menyelesaikan persoalan supaya tidak mengganggu hubungan kedua negara. "Ya pastinya harus lewat jalur diplomasi, akan tetapi jangan kita menyerah di bawah tekanan siapa pun," pungkasnya.(boy/jpnn)
Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal

Baca Juga:  Pernyataan Terbaru Mahfud MD soal Habib Rizieq Dicekal

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari