Jumat, 19 Juni 2026
- Advertisement -

Satu Prajurit TNI Tewas

JAYAPURA (RIAUPOS.CO) — Sejumlah anggota TNI dari Satgas Pamtas RI-PNG (Papua Nugini) Yonif 713/ST terlibat baku tembak dengan kelompok separatis bersenjata (KSB) di Pos Kali Asin, Kampung Yeti, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom, Papua, Senin (30/12) sekitar pukul 10.30 WIT.

Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Cpl Eko Daryanto membenarkan adanya insiden tersebut. Menurut dia, baku tembak bermula ketika anggota TNI sedang mengambil logistik di lokasi tersebut.

"Saat di lokasi, anggota tiba-tiba mendapat gangguan tembakan yang dilakukan oleh sekitar 20 orang yang diduga dari KSB pimpinan Jefrizon Pagawak dengan menggunakan senjata api laras panjang," ujar Eko dalam keterangan kepada wartawan, Senin.

Mendapati serangan itu, anggota Satgas Pamtas RI-PNG dengan sigap berpencar untuk mencari tempat perlindungan dan membalas tembakan ke kelompok tersebut.

Baca Juga:  Pocong

"Sekitar 15 menit membalas tembakan, anggota satgas berhasil memukul mundur kelompok bersenjata,” sambung Eko.

Setelah kontak tembak berhenti, anggota satgas melakukan pengecekan, dan didapatkan dua orang personel TNI terkena tembakan.

“Satu orang personel yakni Serda Miftachur Rohmat terkena luka tembak pada bahu kiri depan dan dinyatakan meninggal dunia dan satu orang personel Prada Juwandhy Ramadhan terkena luka tembak pada pelipis kanan dan pinggang kiri dan dinyatakan selamat,” tambah Eko.

Kini, kedua korban sudah dilakukan evakuasi menggunakan helikopter ke Rumah Sakit Marthin Indey. “Untuk korban selamat langsung mendapat perawatan medis,” sebut Eko.

Eko menambahkan, atas adanya insiden itu, Kodam XVII/Cenderawasih telah memerintahkan anggota pos yang lain untuk melakukan pengejaran terhadap kelompok bersenjata itu dan menutup akses-akses pelarian yang mungkin akan digunakan.

Baca Juga:  Karhutla di Dumai Sudah 132,4 Hektare

“Kami juga langsung melakukan koordinasi dengan Konsulat RI yang ada di PNG guna langkah diplomatik untuk penanganan kasus,” tandas Eko. (cuy/jpnn)
Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal

JAYAPURA (RIAUPOS.CO) — Sejumlah anggota TNI dari Satgas Pamtas RI-PNG (Papua Nugini) Yonif 713/ST terlibat baku tembak dengan kelompok separatis bersenjata (KSB) di Pos Kali Asin, Kampung Yeti, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom, Papua, Senin (30/12) sekitar pukul 10.30 WIT.

Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Cpl Eko Daryanto membenarkan adanya insiden tersebut. Menurut dia, baku tembak bermula ketika anggota TNI sedang mengambil logistik di lokasi tersebut.

"Saat di lokasi, anggota tiba-tiba mendapat gangguan tembakan yang dilakukan oleh sekitar 20 orang yang diduga dari KSB pimpinan Jefrizon Pagawak dengan menggunakan senjata api laras panjang," ujar Eko dalam keterangan kepada wartawan, Senin.

Mendapati serangan itu, anggota Satgas Pamtas RI-PNG dengan sigap berpencar untuk mencari tempat perlindungan dan membalas tembakan ke kelompok tersebut.

Baca Juga:  Munarman Dilaporkan ke Polda Metro dengan Tuduhan Berbohong

"Sekitar 15 menit membalas tembakan, anggota satgas berhasil memukul mundur kelompok bersenjata,” sambung Eko.

- Advertisement -

Setelah kontak tembak berhenti, anggota satgas melakukan pengecekan, dan didapatkan dua orang personel TNI terkena tembakan.

“Satu orang personel yakni Serda Miftachur Rohmat terkena luka tembak pada bahu kiri depan dan dinyatakan meninggal dunia dan satu orang personel Prada Juwandhy Ramadhan terkena luka tembak pada pelipis kanan dan pinggang kiri dan dinyatakan selamat,” tambah Eko.

- Advertisement -

Kini, kedua korban sudah dilakukan evakuasi menggunakan helikopter ke Rumah Sakit Marthin Indey. “Untuk korban selamat langsung mendapat perawatan medis,” sebut Eko.

Eko menambahkan, atas adanya insiden itu, Kodam XVII/Cenderawasih telah memerintahkan anggota pos yang lain untuk melakukan pengejaran terhadap kelompok bersenjata itu dan menutup akses-akses pelarian yang mungkin akan digunakan.

Baca Juga:  Pocong

“Kami juga langsung melakukan koordinasi dengan Konsulat RI yang ada di PNG guna langkah diplomatik untuk penanganan kasus,” tandas Eko. (cuy/jpnn)
Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAYAPURA (RIAUPOS.CO) — Sejumlah anggota TNI dari Satgas Pamtas RI-PNG (Papua Nugini) Yonif 713/ST terlibat baku tembak dengan kelompok separatis bersenjata (KSB) di Pos Kali Asin, Kampung Yeti, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom, Papua, Senin (30/12) sekitar pukul 10.30 WIT.

Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Cpl Eko Daryanto membenarkan adanya insiden tersebut. Menurut dia, baku tembak bermula ketika anggota TNI sedang mengambil logistik di lokasi tersebut.

"Saat di lokasi, anggota tiba-tiba mendapat gangguan tembakan yang dilakukan oleh sekitar 20 orang yang diduga dari KSB pimpinan Jefrizon Pagawak dengan menggunakan senjata api laras panjang," ujar Eko dalam keterangan kepada wartawan, Senin.

Mendapati serangan itu, anggota Satgas Pamtas RI-PNG dengan sigap berpencar untuk mencari tempat perlindungan dan membalas tembakan ke kelompok tersebut.

Baca Juga:  Pulang dari Surabaya, Seorang Warga Rohul Positif Corona

"Sekitar 15 menit membalas tembakan, anggota satgas berhasil memukul mundur kelompok bersenjata,” sambung Eko.

Setelah kontak tembak berhenti, anggota satgas melakukan pengecekan, dan didapatkan dua orang personel TNI terkena tembakan.

“Satu orang personel yakni Serda Miftachur Rohmat terkena luka tembak pada bahu kiri depan dan dinyatakan meninggal dunia dan satu orang personel Prada Juwandhy Ramadhan terkena luka tembak pada pelipis kanan dan pinggang kiri dan dinyatakan selamat,” tambah Eko.

Kini, kedua korban sudah dilakukan evakuasi menggunakan helikopter ke Rumah Sakit Marthin Indey. “Untuk korban selamat langsung mendapat perawatan medis,” sebut Eko.

Eko menambahkan, atas adanya insiden itu, Kodam XVII/Cenderawasih telah memerintahkan anggota pos yang lain untuk melakukan pengejaran terhadap kelompok bersenjata itu dan menutup akses-akses pelarian yang mungkin akan digunakan.

Baca Juga:  Patroli di Wilayah Rawan Karhutla Diintensifkan

“Kami juga langsung melakukan koordinasi dengan Konsulat RI yang ada di PNG guna langkah diplomatik untuk penanganan kasus,” tandas Eko. (cuy/jpnn)
Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari