Rabu, 21 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

Gerhana Matahari Cincin, Sampai Jumpa 12 Tahun Lagi

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Beberapa wilayah di Indonesia bisa menyaksikan fenomena langka gerhana matahari cincin (GMC) kemarin (26/12). Deputi Bidang Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Muhamad Sadly menyatakan, GMC merupakan peristiwa ketika posisi matahari, bulan, dan bumi tepat segaris.

Pada saat itu piringan bulan yang teramati dari bumi lebih kecil daripada piringan matahari.

’’Akibatnya, saat puncak gerhana, matahari tampak seperti cincin, yaitu gelap di bagian tengah dan terang di bagian pinggir. Biasanya, saat fase cincin terjadi, langit meredup sehingga seperti fajar atau senja,’’ jelasnya.

Gerhana kemarin terlihat di 25 kota di Indonesia. Setelah kemarin, GMC akan muncul lagi di Indonesia pada 21 Mei 2031 atau 12 tahun lagi. Saat itu daerah yang bisa melihat GMC adalah Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku.

Baca Juga:  Iran Sebut Amerika Hadapi Isolasi Internasional 

Jalur yang dilalui GMC, menurut Sadly, memang berbeda-beda. ’’Secara umum, gerhana dapat diprediksi waktu dan tempat kejadiannya. Untuk memprediksi keberulangannya secara global, gerhana dikelompokkan ke dalam suatu kelompok yang disebut siklus Saros tertentu,’’ ungkapnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: E Sulaiman

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Beberapa wilayah di Indonesia bisa menyaksikan fenomena langka gerhana matahari cincin (GMC) kemarin (26/12). Deputi Bidang Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Muhamad Sadly menyatakan, GMC merupakan peristiwa ketika posisi matahari, bulan, dan bumi tepat segaris.

Pada saat itu piringan bulan yang teramati dari bumi lebih kecil daripada piringan matahari.

’’Akibatnya, saat puncak gerhana, matahari tampak seperti cincin, yaitu gelap di bagian tengah dan terang di bagian pinggir. Biasanya, saat fase cincin terjadi, langit meredup sehingga seperti fajar atau senja,’’ jelasnya.

Gerhana kemarin terlihat di 25 kota di Indonesia. Setelah kemarin, GMC akan muncul lagi di Indonesia pada 21 Mei 2031 atau 12 tahun lagi. Saat itu daerah yang bisa melihat GMC adalah Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku.

Baca Juga:  Tewaskan 23 Orang, Polda Jateng Larang Jebakan Tikus Berlistrik

Jalur yang dilalui GMC, menurut Sadly, memang berbeda-beda. ’’Secara umum, gerhana dapat diprediksi waktu dan tempat kejadiannya. Untuk memprediksi keberulangannya secara global, gerhana dikelompokkan ke dalam suatu kelompok yang disebut siklus Saros tertentu,’’ ungkapnya.

- Advertisement -

Sumber: Jawapos.com
Editor: E Sulaiman

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Beberapa wilayah di Indonesia bisa menyaksikan fenomena langka gerhana matahari cincin (GMC) kemarin (26/12). Deputi Bidang Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Muhamad Sadly menyatakan, GMC merupakan peristiwa ketika posisi matahari, bulan, dan bumi tepat segaris.

Pada saat itu piringan bulan yang teramati dari bumi lebih kecil daripada piringan matahari.

’’Akibatnya, saat puncak gerhana, matahari tampak seperti cincin, yaitu gelap di bagian tengah dan terang di bagian pinggir. Biasanya, saat fase cincin terjadi, langit meredup sehingga seperti fajar atau senja,’’ jelasnya.

Gerhana kemarin terlihat di 25 kota di Indonesia. Setelah kemarin, GMC akan muncul lagi di Indonesia pada 21 Mei 2031 atau 12 tahun lagi. Saat itu daerah yang bisa melihat GMC adalah Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku.

Baca Juga:  Bupati Siak Tutup Tour de Siak ke VII Tahun 2019

Jalur yang dilalui GMC, menurut Sadly, memang berbeda-beda. ’’Secara umum, gerhana dapat diprediksi waktu dan tempat kejadiannya. Untuk memprediksi keberulangannya secara global, gerhana dikelompokkan ke dalam suatu kelompok yang disebut siklus Saros tertentu,’’ ungkapnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: E Sulaiman

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari