Sabtu, 18 April 2026
- Advertisement -

Kuantan Singingi

Basarnas Gunakan Alat Pendeteksi, Balita Tenggelam di Kuansing Belum Ditemukan

Balita 4,5 tahun diduga hanyut di Sungai Kuantan belum ditemukan. Basarnas turunkan alat pendeteksi, pencarian masih terus dilakukan.

Pro-Kontra Penutupan Jembatan Sungai Sinambek di Sentajo Raya

Jembatan Sungai Sinambek yang sempat ditutup karena rusak parah kembali dibuka warga, Bupati Kuansing ancam alihkan anggaran pembangunan.
- Advertisement -

Zakat Fitrah 1447 H di Kuansing dan Inhil Ditetapkan, Mulai Rp32.500 hingga Rp50.000

Kemenag Kuansing dan Inhil menetapkan zakat fitrah 1447 H sebesar Rp32.500 hingga Rp50.000 per jiwa, disesuaikan dengan harga beras di pasaran.

Waterbarrier Digeser, Pengendara Tetap Terobos Jembatan Sinambek

Jembatan Sungai Sinambek Kuansing ditutup karena rusak dan nyaris ambruk, namun pengendara masih nekat menerobos.
- Advertisement -

Tes Urine Mendadak di Telukkuantan, Tujuh Orang Positif Narkotika

BNNK Kuansing gelar razia jelang Ramadan 1447 H di Telukkuantan. Tujuh orang dinyatakan positif narkoba usai tes urine mendadak.

Penolakan Relokasi Menguat, Masyarakat Cerenti Tanda Tangani Petisi

Masyarakat Cerenti menggelar aksi damai dan menandatangani petisi menolak rencana relokasi warga TNTN ke Desa Pesikaian, Kuansing.
- Advertisement -

58 PPPK Kominfo Kuansing Resmi Bertugas, SPMT Diserahkan

Sebanyak 58 PPPK menerima SPMT dari Kadis Kominfo Kuansing. Mereka diminta menjunjung disiplin dan segera beradaptasi dalam menjalankan tugas.

Pekerja 20 Tahun Tewas Tertimbun di Lubang PETI, Pemilik Alat Teridentifikasi

Pekerja PETI di Kuansing tewas tertimbun longsor saat bekerja. Polisi menyelidiki, mengejar pemodal, dan menegaskan penindakan tegas aktivitas tambang ilegal.
- Advertisement -

Berantas Tambang Emas Ilegal, Polres Kuansing Musnahkan Tiga Rakit PETI di Sungai Gingging

Polres Kuansing menertibkan tambang emas ilegal di Sungai Gingging. Tiga rakit PETI dimusnahkan di lokasi sebagai bentuk komitmen menjaga lingkungan.

Berpistol dan Mengaku Anggota BNN, Komplotan Pemeras Warga Diringkus Polisi

Polisi menangkap satu dari empat pelaku pemerasan bersenjata yang mengaku petugas BNN di Pangkalan Kerinci. Komplotan ini gasak uang Rp200 juta dari korban.
- Advertisement -

Berita Terbaru