Sabtu, 5 April 2025
spot_img

Warga Tanam Pohon Pisang di Jalan Lintas Siak-Bungaraya

SIAK (RIAUPOS.CO) – Lama menunggu namun tak juga diperbaiki, akhirnya warga menanam pohon pisang di Jalan Lintas Siak-Bungaraya.

Ada lima pohon pisang yang ditanam warga di jalan rusak sejauh sekitar 3-4 kilometer itu. Dan pohon pisang yang ditanam di jalan itu ditopang dengan batang kayu, agar dapat tegak dan tidak tumbang.

Arman (30), warga Kampung Buantan Besar, Kecamatan Siak, mengaku apa yang dilakukannya bersama teman-temannya sebagai bentuk protes atas debu dan lubang jalanan yang mengancam keselamatan pengguna jalan.

“Kami selalu ingatkan warga agar selalu berhati-hati ketika melintasi jalan rusak yang berdebu ketika kemarau dan tergenang ketika musim hujan,” sebut Arman.

Jalan ini sudah cukup lama dibiarkan seperti ini. Kerusakan jalan jika dari Siak, dimulai dari Jembatan Simpur Kampung Langkai sampai jembatan perbatasan Jayapura, Bungaraya.

Baca Juga:  Dari Tiga Klaster, Pasien Positif di Siak Bertambah 11

Pernah jalan ini dirapikan dengan cara diratakan dengan alat berat. Sehingga lobang-lobang  menjadi rata dan jalan tanpa aspal.

“Kami kira setelah itu langsung kembali diaspal, ternyata dibiarkan dan pengguna jalan kena imbas kerusakan jalan aspal berubah menjadi jalan tanah itu,” jelasnya.

Sementara sopir travel Pekanbaru-Sungai Pakning, Ade, juga mengeluhkan sulitnya akses dari Siak menuju Bungaraya itu.

“Jalannya begitu rusak, sangat sulit dilintasi. Harus berhati-hati jika tidak ingin velg mobil  rusak,” kata Ade.

Kerusakan jalan merata dengan lubang-lubang yang sedang maupun besar kedalaman 5 sampai 20 centimeter dengan lebar mulai 10 sampai 300 centimeter.

“Jika tidak terbiasa melintasi jalan itu, tentu kendaraannya akan terperosok,” kata Ade.

Baca Juga:  Sekda Siak: Mari Jadikan Rasulullah Suri Teladan Umat

Pantauan di lokasi, tidak ada penerangan di jakan rusak itu sehingga harus ekstra hati-hati melintasi jalan rusak dan berdebu  jika berpapasan dengan mobil maupun truk.

Kabid Binamarga Distarukim Ari Nofizal saat dikonfirmasi terkait atas apa yang dilakukan warga, dia meminta warga untuk bersabar sebab perbaikan jalan ada di anggaran 2022.

“Beri kami waktu. Sungguh kami tidak ingin menyusahkan warga. Kami akan perbaiki dan tahap awal melakukan perawatan,” sebut Ari.

Laporan: Monang Lubis (Siak)
Editor: Hary B Koriun

SIAK (RIAUPOS.CO) – Lama menunggu namun tak juga diperbaiki, akhirnya warga menanam pohon pisang di Jalan Lintas Siak-Bungaraya.

Ada lima pohon pisang yang ditanam warga di jalan rusak sejauh sekitar 3-4 kilometer itu. Dan pohon pisang yang ditanam di jalan itu ditopang dengan batang kayu, agar dapat tegak dan tidak tumbang.

Arman (30), warga Kampung Buantan Besar, Kecamatan Siak, mengaku apa yang dilakukannya bersama teman-temannya sebagai bentuk protes atas debu dan lubang jalanan yang mengancam keselamatan pengguna jalan.

“Kami selalu ingatkan warga agar selalu berhati-hati ketika melintasi jalan rusak yang berdebu ketika kemarau dan tergenang ketika musim hujan,” sebut Arman.

Jalan ini sudah cukup lama dibiarkan seperti ini. Kerusakan jalan jika dari Siak, dimulai dari Jembatan Simpur Kampung Langkai sampai jembatan perbatasan Jayapura, Bungaraya.

Baca Juga:  Sekda Siak: Mari Jadikan Rasulullah Suri Teladan Umat

Pernah jalan ini dirapikan dengan cara diratakan dengan alat berat. Sehingga lobang-lobang  menjadi rata dan jalan tanpa aspal.

“Kami kira setelah itu langsung kembali diaspal, ternyata dibiarkan dan pengguna jalan kena imbas kerusakan jalan aspal berubah menjadi jalan tanah itu,” jelasnya.

Sementara sopir travel Pekanbaru-Sungai Pakning, Ade, juga mengeluhkan sulitnya akses dari Siak menuju Bungaraya itu.

“Jalannya begitu rusak, sangat sulit dilintasi. Harus berhati-hati jika tidak ingin velg mobil  rusak,” kata Ade.

Kerusakan jalan merata dengan lubang-lubang yang sedang maupun besar kedalaman 5 sampai 20 centimeter dengan lebar mulai 10 sampai 300 centimeter.

“Jika tidak terbiasa melintasi jalan itu, tentu kendaraannya akan terperosok,” kata Ade.

Baca Juga:  SMAN 2 Sungaiapit Produksi Sabun Kertas dari Limbah Nanas

Pantauan di lokasi, tidak ada penerangan di jakan rusak itu sehingga harus ekstra hati-hati melintasi jalan rusak dan berdebu  jika berpapasan dengan mobil maupun truk.

Kabid Binamarga Distarukim Ari Nofizal saat dikonfirmasi terkait atas apa yang dilakukan warga, dia meminta warga untuk bersabar sebab perbaikan jalan ada di anggaran 2022.

“Beri kami waktu. Sungguh kami tidak ingin menyusahkan warga. Kami akan perbaiki dan tahap awal melakukan perawatan,” sebut Ari.

Laporan: Monang Lubis (Siak)
Editor: Hary B Koriun

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Warga Tanam Pohon Pisang di Jalan Lintas Siak-Bungaraya

SIAK (RIAUPOS.CO) – Lama menunggu namun tak juga diperbaiki, akhirnya warga menanam pohon pisang di Jalan Lintas Siak-Bungaraya.

Ada lima pohon pisang yang ditanam warga di jalan rusak sejauh sekitar 3-4 kilometer itu. Dan pohon pisang yang ditanam di jalan itu ditopang dengan batang kayu, agar dapat tegak dan tidak tumbang.

Arman (30), warga Kampung Buantan Besar, Kecamatan Siak, mengaku apa yang dilakukannya bersama teman-temannya sebagai bentuk protes atas debu dan lubang jalanan yang mengancam keselamatan pengguna jalan.

“Kami selalu ingatkan warga agar selalu berhati-hati ketika melintasi jalan rusak yang berdebu ketika kemarau dan tergenang ketika musim hujan,” sebut Arman.

Jalan ini sudah cukup lama dibiarkan seperti ini. Kerusakan jalan jika dari Siak, dimulai dari Jembatan Simpur Kampung Langkai sampai jembatan perbatasan Jayapura, Bungaraya.

Baca Juga:  Dari Tiga Klaster, Pasien Positif di Siak Bertambah 11

Pernah jalan ini dirapikan dengan cara diratakan dengan alat berat. Sehingga lobang-lobang  menjadi rata dan jalan tanpa aspal.

“Kami kira setelah itu langsung kembali diaspal, ternyata dibiarkan dan pengguna jalan kena imbas kerusakan jalan aspal berubah menjadi jalan tanah itu,” jelasnya.

Sementara sopir travel Pekanbaru-Sungai Pakning, Ade, juga mengeluhkan sulitnya akses dari Siak menuju Bungaraya itu.

“Jalannya begitu rusak, sangat sulit dilintasi. Harus berhati-hati jika tidak ingin velg mobil  rusak,” kata Ade.

Kerusakan jalan merata dengan lubang-lubang yang sedang maupun besar kedalaman 5 sampai 20 centimeter dengan lebar mulai 10 sampai 300 centimeter.

“Jika tidak terbiasa melintasi jalan itu, tentu kendaraannya akan terperosok,” kata Ade.

Baca Juga:  Asesmen Kepala OPD Segera Diajukan ke Kemendagri 

Pantauan di lokasi, tidak ada penerangan di jakan rusak itu sehingga harus ekstra hati-hati melintasi jalan rusak dan berdebu  jika berpapasan dengan mobil maupun truk.

Kabid Binamarga Distarukim Ari Nofizal saat dikonfirmasi terkait atas apa yang dilakukan warga, dia meminta warga untuk bersabar sebab perbaikan jalan ada di anggaran 2022.

“Beri kami waktu. Sungguh kami tidak ingin menyusahkan warga. Kami akan perbaiki dan tahap awal melakukan perawatan,” sebut Ari.

Laporan: Monang Lubis (Siak)
Editor: Hary B Koriun

SIAK (RIAUPOS.CO) – Lama menunggu namun tak juga diperbaiki, akhirnya warga menanam pohon pisang di Jalan Lintas Siak-Bungaraya.

Ada lima pohon pisang yang ditanam warga di jalan rusak sejauh sekitar 3-4 kilometer itu. Dan pohon pisang yang ditanam di jalan itu ditopang dengan batang kayu, agar dapat tegak dan tidak tumbang.

Arman (30), warga Kampung Buantan Besar, Kecamatan Siak, mengaku apa yang dilakukannya bersama teman-temannya sebagai bentuk protes atas debu dan lubang jalanan yang mengancam keselamatan pengguna jalan.

“Kami selalu ingatkan warga agar selalu berhati-hati ketika melintasi jalan rusak yang berdebu ketika kemarau dan tergenang ketika musim hujan,” sebut Arman.

Jalan ini sudah cukup lama dibiarkan seperti ini. Kerusakan jalan jika dari Siak, dimulai dari Jembatan Simpur Kampung Langkai sampai jembatan perbatasan Jayapura, Bungaraya.

Baca Juga:  Sekda Siak: Mari Jadikan Rasulullah Suri Teladan Umat

Pernah jalan ini dirapikan dengan cara diratakan dengan alat berat. Sehingga lobang-lobang  menjadi rata dan jalan tanpa aspal.

“Kami kira setelah itu langsung kembali diaspal, ternyata dibiarkan dan pengguna jalan kena imbas kerusakan jalan aspal berubah menjadi jalan tanah itu,” jelasnya.

Sementara sopir travel Pekanbaru-Sungai Pakning, Ade, juga mengeluhkan sulitnya akses dari Siak menuju Bungaraya itu.

“Jalannya begitu rusak, sangat sulit dilintasi. Harus berhati-hati jika tidak ingin velg mobil  rusak,” kata Ade.

Kerusakan jalan merata dengan lubang-lubang yang sedang maupun besar kedalaman 5 sampai 20 centimeter dengan lebar mulai 10 sampai 300 centimeter.

“Jika tidak terbiasa melintasi jalan itu, tentu kendaraannya akan terperosok,” kata Ade.

Baca Juga:  Penegakan Perda Covid-19 Terus Berlangsung

Pantauan di lokasi, tidak ada penerangan di jakan rusak itu sehingga harus ekstra hati-hati melintasi jalan rusak dan berdebu  jika berpapasan dengan mobil maupun truk.

Kabid Binamarga Distarukim Ari Nofizal saat dikonfirmasi terkait atas apa yang dilakukan warga, dia meminta warga untuk bersabar sebab perbaikan jalan ada di anggaran 2022.

“Beri kami waktu. Sungguh kami tidak ingin menyusahkan warga. Kami akan perbaiki dan tahap awal melakukan perawatan,” sebut Ari.

Laporan: Monang Lubis (Siak)
Editor: Hary B Koriun

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari