ROKAN HULU (RIAUPOS.CO) – Bupati Rokan Hulu (Rohul) Anton ST MM menegaskan Program Z-Auto yang digagas Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Rohul menjadi bukti bahwa zakat dapat dikelola secara produktif untuk menciptakan lapangan kerja dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan Bupati Anton saat menyerahkan secara simbolis bantuan usaha produktif bengkel motor Z-Auto kepada 13 penerima manfaat, Rabu (11/2), di halaman belakang Masjid Agung Islamic Center Rohul.
Menurutnya, pemerintah daerah mendukung serta mengapresiasi program pemberdayaan seperti Z-Auto karena tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi membangun sumber penghasilan berkelanjutan bagi masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi terobosan Baznas Rohul. Program Z-Auto ini adalah bukti nyata bahwa zakat dapat dikelola secara produktif untuk menciptakan lapangan kerja dan kemandirian ekonomi bagi masyarakat kita,” ujar Bupati Anton.
Ia menilai program tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan, khususnya bagi masyarakat yang memiliki keterampilan namun masih terkendala permodalan usaha.
Sementara itu, Ketua Baznas Rohul H Baihaqi Adhuha Lc menjelaskan bantuan diberikan melalui proses seleksi yang ketat. Dari 15 pendaftar sejak Juni lalu, sebanyak 13 orang dinilai memenuhi kriteria berdasarkan hasil asesmen dan verifikasi lapangan.
“Penerima bantuan ini adalah mereka yang memiliki keahlian dasar, namun terkendala modal. Dengan branding Z-Auto, kami berharap bengkel-bengkel ini memiliki standar pelayanan yang baik sehingga mampu bersaing dan meningkatkan taraf hidup para mustahiq,” jelasnya.
Ia menambahkan, program ini mendapat dukungan dari Bank BSI Cabang Rohul sebagai mitra pengelolaan keuangan syariah. Selain itu, camat dan kepala desa juga dilibatkan dalam pengawasan dan pendampingan agar usaha para penerima manfaat dapat berkembang secara berkelanjutan.
Menurut Baihaqi, Z-Auto merupakan salah satu program unggulan Baznas yang berfokus pada pemberdayaan teknisi motor kecil agar memiliki bengkel mandiri yang lebih representatif, lengkap dengan peralatan standar serta dukungan modal kerja. Program ini diharapkan mampu mendorong transformasi mustahiq menjadi muzakki di masa mendatang. (epp)

