Selasa, 7 April 2026
- Advertisement -

Satu Warga Meninggal, Kasus DBD di Bangko Capai 38 Orang

BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS.CO) – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, mencapai 38 kasus sejak Januari hingga April 2026. Dari jumlah tersebut, satu warga Kelurahan Bagan Barat dilaporkan meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RSUD Bagansiapiapi.

Data menunjukkan jumlah kasus DBD mengalami fluktuasi setiap bulan. Pada Januari tercatat 10 kasus, Februari 9 kasus, Maret meningkat menjadi 12 kasus, dan April tercatat 7 kasus.

Dua wilayah dengan jumlah kasus tertinggi adalah Kelurahan Bagan Hulu dan Kelurahan Bagan Barat. Kedua daerah tersebut kini menjadi fokus penanganan oleh petugas kesehatan.

Sudirman menyampaikan bahwa berbagai upaya pencegahan telah dilakukan oleh Puskesmas Bagansiapiapi. Langkah tersebut meliputi penyuluhan kepada masyarakat, ajakan gotong royong, penyampaian informasi menggunakan ambulans keliling, fogging, serta penaburan abate di wilayah yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Baca Juga:  Pj Wako Pekanbaru Apresiasi Gelaran Riau Pos Fun Bike 2024

“Kami telah melakukan berbagai upaya sebelum adanya korban jiwa. Namun, kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan tetap menjadi hal yang paling penting, terutama dalam mencegah genangan air,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar menerapkan pola hidup bersih dan sehat, seperti rutin menguras tempat penampungan air serta menjaga lingkungan dari tumpukan sampah.

Menurutnya, penanganan DBD membutuhkan kerja sama antara petugas kesehatan dan masyarakat. Kebersihan lingkungan menjadi faktor utama dalam memutus rantai penyebaran penyakit, selain langkah pencegahan yang telah dilakukan.

BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS.CO) – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, mencapai 38 kasus sejak Januari hingga April 2026. Dari jumlah tersebut, satu warga Kelurahan Bagan Barat dilaporkan meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RSUD Bagansiapiapi.

Data menunjukkan jumlah kasus DBD mengalami fluktuasi setiap bulan. Pada Januari tercatat 10 kasus, Februari 9 kasus, Maret meningkat menjadi 12 kasus, dan April tercatat 7 kasus.

Dua wilayah dengan jumlah kasus tertinggi adalah Kelurahan Bagan Hulu dan Kelurahan Bagan Barat. Kedua daerah tersebut kini menjadi fokus penanganan oleh petugas kesehatan.

Sudirman menyampaikan bahwa berbagai upaya pencegahan telah dilakukan oleh Puskesmas Bagansiapiapi. Langkah tersebut meliputi penyuluhan kepada masyarakat, ajakan gotong royong, penyampaian informasi menggunakan ambulans keliling, fogging, serta penaburan abate di wilayah yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Baca Juga:  Rawan Kebakaran, Peran Damkar Diperkuat

“Kami telah melakukan berbagai upaya sebelum adanya korban jiwa. Namun, kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan tetap menjadi hal yang paling penting, terutama dalam mencegah genangan air,” ujarnya.

- Advertisement -

Ia juga mengimbau masyarakat agar menerapkan pola hidup bersih dan sehat, seperti rutin menguras tempat penampungan air serta menjaga lingkungan dari tumpukan sampah.

Menurutnya, penanganan DBD membutuhkan kerja sama antara petugas kesehatan dan masyarakat. Kebersihan lingkungan menjadi faktor utama dalam memutus rantai penyebaran penyakit, selain langkah pencegahan yang telah dilakukan.

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS.CO) – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, mencapai 38 kasus sejak Januari hingga April 2026. Dari jumlah tersebut, satu warga Kelurahan Bagan Barat dilaporkan meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RSUD Bagansiapiapi.

Data menunjukkan jumlah kasus DBD mengalami fluktuasi setiap bulan. Pada Januari tercatat 10 kasus, Februari 9 kasus, Maret meningkat menjadi 12 kasus, dan April tercatat 7 kasus.

Dua wilayah dengan jumlah kasus tertinggi adalah Kelurahan Bagan Hulu dan Kelurahan Bagan Barat. Kedua daerah tersebut kini menjadi fokus penanganan oleh petugas kesehatan.

Sudirman menyampaikan bahwa berbagai upaya pencegahan telah dilakukan oleh Puskesmas Bagansiapiapi. Langkah tersebut meliputi penyuluhan kepada masyarakat, ajakan gotong royong, penyampaian informasi menggunakan ambulans keliling, fogging, serta penaburan abate di wilayah yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Baca Juga:  31.497 Calon Siswa Akses Website PPDB

“Kami telah melakukan berbagai upaya sebelum adanya korban jiwa. Namun, kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan tetap menjadi hal yang paling penting, terutama dalam mencegah genangan air,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar menerapkan pola hidup bersih dan sehat, seperti rutin menguras tempat penampungan air serta menjaga lingkungan dari tumpukan sampah.

Menurutnya, penanganan DBD membutuhkan kerja sama antara petugas kesehatan dan masyarakat. Kebersihan lingkungan menjadi faktor utama dalam memutus rantai penyebaran penyakit, selain langkah pencegahan yang telah dilakukan.

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari