Minggu, 8 Februari 2026
- Advertisement -

Polisi Sita Chainsaw dan Tangkap Enam Pelaku Illegal Logging di Hutan Perbatasan

TELUK MERANTI(RIAUPOS.CO) Polres Pelalawan berhasil membongkar praktik illegal logging di wilayah perbatasan Kabupaten Pelalawan dan Indragiri Hilir (Inhil), Kamis (27/11). Enam terduga pelaku yang ditangkap adalah AP (37), Z (50), F (40), ES (23), R (41), dan EK (36) dalam operasi di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti.

Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara SIK, didampingi Kasat Reskrim AKP I Gede Yoga Eka Pranata STrK SIK MH, menyampaikan bahwa penindakan ini merupakan tindak lanjut arahan Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan sekaligus wujud komitmen untuk memberantas perusakan lingkungan.

Ia menjelaskan, enam tersangka yang diamankan memiliki peran berbeda, mulai dari ketua tim pekerja, penggesek, hingga pelangsir kayu. Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti tim ke lokasi kejadian.

Baca Juga:  Satlantas Polres Pelalawan Ajak Gen Z Bijak Bermedia Sosial

“Pada Rabu (26/11) malam, tim Satreskrim Polres Pelalawan mendapat laporan dan langsung melakukan penyisiran kanal hingga batas hutan. Namun karena keterbatasan waktu dan adanya hewan buas, penyisiran dilanjutkan ke esok harinya demi keselamatan anggota,” ujarnya.

Berkat kerja keras tim yang dipimpin Kasat Reskrim AKP I Gede, aktivitas illegal logging akhirnya terdeteksi pada Kamis (27/11) dini hari. Polisi mengamankan AP yang kedapatan sedang melangsir kayu olahan menggunakan sepeda yang telah dimodifikasi.

“Setelah AP diamankan, tim melanjutkan penyisiran dan menemukan F. Dari interogasi awal, F mengaku baru saja membelah dan memotong kayu. Ia juga diamankan bersama mesin chainsaw,” jelas Kapolres.

John Louis menambahkan, AP juga mengakui pernah melakukan perambahan hutan di lokasi lain. Tim kemudian bergerak ke TKP 2 dan menemukan tiga terduga pelaku lain—Z, ES, dan EK—yang sedang beristirahat.

Baca Juga:  Siti Nurhaliza Batal Hadir di MTQ Pekanbaru, Wako Agung Janjikan Pengganti yang Tak Kalah Hebat!

Dari interogasi awal, ketiganya mengaku baru saja mengolah kayu hutan bersama pelaku lain. Polisi juga menangkap R yang saat itu hendak melangsir kayu olahan. Dua unit chainsaw turut disita sebagai barang bukti.

“Dari enam terduga pelaku, Z yang merupakan ketua tim pekerja mengaku telah melakukan pembalakan liar di Kecamatan Kuala Lahang, Kabupaten Inhil. Kami juga berkoordinasi dengan Polres Inhil karena sebagian TKP berada di wilayah mereka,” tutupnya.(amn)

TELUK MERANTI(RIAUPOS.CO) Polres Pelalawan berhasil membongkar praktik illegal logging di wilayah perbatasan Kabupaten Pelalawan dan Indragiri Hilir (Inhil), Kamis (27/11). Enam terduga pelaku yang ditangkap adalah AP (37), Z (50), F (40), ES (23), R (41), dan EK (36) dalam operasi di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti.

Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara SIK, didampingi Kasat Reskrim AKP I Gede Yoga Eka Pranata STrK SIK MH, menyampaikan bahwa penindakan ini merupakan tindak lanjut arahan Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan sekaligus wujud komitmen untuk memberantas perusakan lingkungan.

Ia menjelaskan, enam tersangka yang diamankan memiliki peran berbeda, mulai dari ketua tim pekerja, penggesek, hingga pelangsir kayu. Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti tim ke lokasi kejadian.

Baca Juga:  Tiga Anak Jadi Korban, Lima Pria Dewasa Diciduk Polisi

“Pada Rabu (26/11) malam, tim Satreskrim Polres Pelalawan mendapat laporan dan langsung melakukan penyisiran kanal hingga batas hutan. Namun karena keterbatasan waktu dan adanya hewan buas, penyisiran dilanjutkan ke esok harinya demi keselamatan anggota,” ujarnya.

Berkat kerja keras tim yang dipimpin Kasat Reskrim AKP I Gede, aktivitas illegal logging akhirnya terdeteksi pada Kamis (27/11) dini hari. Polisi mengamankan AP yang kedapatan sedang melangsir kayu olahan menggunakan sepeda yang telah dimodifikasi.

- Advertisement -

“Setelah AP diamankan, tim melanjutkan penyisiran dan menemukan F. Dari interogasi awal, F mengaku baru saja membelah dan memotong kayu. Ia juga diamankan bersama mesin chainsaw,” jelas Kapolres.

John Louis menambahkan, AP juga mengakui pernah melakukan perambahan hutan di lokasi lain. Tim kemudian bergerak ke TKP 2 dan menemukan tiga terduga pelaku lain—Z, ES, dan EK—yang sedang beristirahat.

- Advertisement -
Baca Juga:  Anggota Satlantas Pelalawan Sambangi Petani Padi Sampaikan Pesan Pemilu Damai

Dari interogasi awal, ketiganya mengaku baru saja mengolah kayu hutan bersama pelaku lain. Polisi juga menangkap R yang saat itu hendak melangsir kayu olahan. Dua unit chainsaw turut disita sebagai barang bukti.

“Dari enam terduga pelaku, Z yang merupakan ketua tim pekerja mengaku telah melakukan pembalakan liar di Kecamatan Kuala Lahang, Kabupaten Inhil. Kami juga berkoordinasi dengan Polres Inhil karena sebagian TKP berada di wilayah mereka,” tutupnya.(amn)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

TELUK MERANTI(RIAUPOS.CO) Polres Pelalawan berhasil membongkar praktik illegal logging di wilayah perbatasan Kabupaten Pelalawan dan Indragiri Hilir (Inhil), Kamis (27/11). Enam terduga pelaku yang ditangkap adalah AP (37), Z (50), F (40), ES (23), R (41), dan EK (36) dalam operasi di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti.

Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara SIK, didampingi Kasat Reskrim AKP I Gede Yoga Eka Pranata STrK SIK MH, menyampaikan bahwa penindakan ini merupakan tindak lanjut arahan Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan sekaligus wujud komitmen untuk memberantas perusakan lingkungan.

Ia menjelaskan, enam tersangka yang diamankan memiliki peran berbeda, mulai dari ketua tim pekerja, penggesek, hingga pelangsir kayu. Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti tim ke lokasi kejadian.

Baca Juga:  Polsek Ukui Sampaikan Pesan Pilkada Damai ke Masyarakat Nelayan di Perkampungan Terpencil

“Pada Rabu (26/11) malam, tim Satreskrim Polres Pelalawan mendapat laporan dan langsung melakukan penyisiran kanal hingga batas hutan. Namun karena keterbatasan waktu dan adanya hewan buas, penyisiran dilanjutkan ke esok harinya demi keselamatan anggota,” ujarnya.

Berkat kerja keras tim yang dipimpin Kasat Reskrim AKP I Gede, aktivitas illegal logging akhirnya terdeteksi pada Kamis (27/11) dini hari. Polisi mengamankan AP yang kedapatan sedang melangsir kayu olahan menggunakan sepeda yang telah dimodifikasi.

“Setelah AP diamankan, tim melanjutkan penyisiran dan menemukan F. Dari interogasi awal, F mengaku baru saja membelah dan memotong kayu. Ia juga diamankan bersama mesin chainsaw,” jelas Kapolres.

John Louis menambahkan, AP juga mengakui pernah melakukan perambahan hutan di lokasi lain. Tim kemudian bergerak ke TKP 2 dan menemukan tiga terduga pelaku lain—Z, ES, dan EK—yang sedang beristirahat.

Baca Juga:  Jejak Harimau di Pulau Muda Masih Misterius, BBKSDA Pasang Kamera untuk Lacak Jejak

Dari interogasi awal, ketiganya mengaku baru saja mengolah kayu hutan bersama pelaku lain. Polisi juga menangkap R yang saat itu hendak melangsir kayu olahan. Dua unit chainsaw turut disita sebagai barang bukti.

“Dari enam terduga pelaku, Z yang merupakan ketua tim pekerja mengaku telah melakukan pembalakan liar di Kecamatan Kuala Lahang, Kabupaten Inhil. Kami juga berkoordinasi dengan Polres Inhil karena sebagian TKP berada di wilayah mereka,” tutupnya.(amn)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari