Kamis, 9 April 2026
- Advertisement -

Elpiji 3 Kg Langka di Meranti, Warga Sudah Dua Hari Keliling Cari Gas

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Kelangkaan elpiji 3 kilogram mulai dirasakan warga di Kabupaten Kepulauan Meranti dalam beberapa hari terakhir akibat distribusi yang mengalami keterlambatan.

Dalam dua hari terakhir, masyarakat mengaku kesulitan mendapatkan elpiji bersubsidi tersebut baik di pangkalan resmi maupun pengecer. Kondisi ini membuat warga harus berkeliling mencari gas untuk kebutuhan sehari-hari.

Salah seorang warga Alahair, Kecamatan Tebingtinggi, Anum mengungkapkan, dirinya sudah berupaya mencari elpiji 3 Kg selama dua hari terakhir, namun belum juga mendapatkannya.

Ia menyebutkan, stok di pangkalan maupun warung kosong sehingga menyulitkan masyarakat, khususnya rumah tangga yang sangat bergantung pada elpiji untuk memasak.

Anum berharap kondisi ini dapat segera teratasi karena elpiji 3 Kg merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat.

Baca Juga:  Kecelakaan Maut di Tenayan Raya, Pemotor 23 Tahun Tewas di Lokasi Kejadian

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kepulauan Meranti, Marwan, membenarkan adanya keterlambatan distribusi elpiji ke wilayah tersebut.

Ia menjelaskan, keterlambatan terjadi akibat penyesuaian jadwal pengambilan di SPBE dari Pertamina serta kendala transportasi laut.

Marwan mengungkapkan, salah satu agen penyalur, PT Mutiara Riski, yang melayani 23 pangkalan dengan kuota 19.600 tabung, turut terdampak kondisi tersebut.

Pada awal April 2026, pengambilan elpiji masih terbatas. Pada tanggal 1 hingga 2 April, distribusi baru mencapai sekitar 5 load (LO), sementara kebutuhan normal sebesar 8 LO baru terpenuhi pada 6 hingga 7 April.

Akibatnya, jadwal pengiriman ke wilayah Meranti ikut mengalami pergeseran. Kapal pengangkut elpiji diperkirakan baru berangkat pada 8 atau 9 April 2026.

Baca Juga:  Tiga Rumah di Selatpanjang Hangus Dilalap Api, Warga Panik Berhamburan

Ia menambahkan, keterlambatan tersebut berdampak langsung pada distribusi ke pangkalan di Meranti sehingga menyebabkan kelangkaan di tingkat masyarakat.

Pemerintah daerah saat ini terus berkoordinasi dengan Pertamina dan pihak agen untuk mempercepat distribusi agar pasokan segera kembali normal.

Masyarakat juga diimbau tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan karena pasokan elpiji dipastikan segera masuk dalam waktu dekat.(wir)

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Kelangkaan elpiji 3 kilogram mulai dirasakan warga di Kabupaten Kepulauan Meranti dalam beberapa hari terakhir akibat distribusi yang mengalami keterlambatan.

Dalam dua hari terakhir, masyarakat mengaku kesulitan mendapatkan elpiji bersubsidi tersebut baik di pangkalan resmi maupun pengecer. Kondisi ini membuat warga harus berkeliling mencari gas untuk kebutuhan sehari-hari.

Salah seorang warga Alahair, Kecamatan Tebingtinggi, Anum mengungkapkan, dirinya sudah berupaya mencari elpiji 3 Kg selama dua hari terakhir, namun belum juga mendapatkannya.

Ia menyebutkan, stok di pangkalan maupun warung kosong sehingga menyulitkan masyarakat, khususnya rumah tangga yang sangat bergantung pada elpiji untuk memasak.

Anum berharap kondisi ini dapat segera teratasi karena elpiji 3 Kg merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat.

- Advertisement -
Baca Juga:  RAPBD 2026 Diparipurnakan, DPRD Ingatkan Belanja Jangan Melebihi Kemampuan Daerah

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kepulauan Meranti, Marwan, membenarkan adanya keterlambatan distribusi elpiji ke wilayah tersebut.

Ia menjelaskan, keterlambatan terjadi akibat penyesuaian jadwal pengambilan di SPBE dari Pertamina serta kendala transportasi laut.

- Advertisement -

Marwan mengungkapkan, salah satu agen penyalur, PT Mutiara Riski, yang melayani 23 pangkalan dengan kuota 19.600 tabung, turut terdampak kondisi tersebut.

Pada awal April 2026, pengambilan elpiji masih terbatas. Pada tanggal 1 hingga 2 April, distribusi baru mencapai sekitar 5 load (LO), sementara kebutuhan normal sebesar 8 LO baru terpenuhi pada 6 hingga 7 April.

Akibatnya, jadwal pengiriman ke wilayah Meranti ikut mengalami pergeseran. Kapal pengangkut elpiji diperkirakan baru berangkat pada 8 atau 9 April 2026.

Baca Juga:  Ternak Sapi dan Kerbau Mati Mendadak di Kuansing, Diduga Terjangkit Penyakit Ngorok

Ia menambahkan, keterlambatan tersebut berdampak langsung pada distribusi ke pangkalan di Meranti sehingga menyebabkan kelangkaan di tingkat masyarakat.

Pemerintah daerah saat ini terus berkoordinasi dengan Pertamina dan pihak agen untuk mempercepat distribusi agar pasokan segera kembali normal.

Masyarakat juga diimbau tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan karena pasokan elpiji dipastikan segera masuk dalam waktu dekat.(wir)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Kelangkaan elpiji 3 kilogram mulai dirasakan warga di Kabupaten Kepulauan Meranti dalam beberapa hari terakhir akibat distribusi yang mengalami keterlambatan.

Dalam dua hari terakhir, masyarakat mengaku kesulitan mendapatkan elpiji bersubsidi tersebut baik di pangkalan resmi maupun pengecer. Kondisi ini membuat warga harus berkeliling mencari gas untuk kebutuhan sehari-hari.

Salah seorang warga Alahair, Kecamatan Tebingtinggi, Anum mengungkapkan, dirinya sudah berupaya mencari elpiji 3 Kg selama dua hari terakhir, namun belum juga mendapatkannya.

Ia menyebutkan, stok di pangkalan maupun warung kosong sehingga menyulitkan masyarakat, khususnya rumah tangga yang sangat bergantung pada elpiji untuk memasak.

Anum berharap kondisi ini dapat segera teratasi karena elpiji 3 Kg merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat.

Baca Juga:  Ternak Sapi dan Kerbau Mati Mendadak di Kuansing, Diduga Terjangkit Penyakit Ngorok

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kepulauan Meranti, Marwan, membenarkan adanya keterlambatan distribusi elpiji ke wilayah tersebut.

Ia menjelaskan, keterlambatan terjadi akibat penyesuaian jadwal pengambilan di SPBE dari Pertamina serta kendala transportasi laut.

Marwan mengungkapkan, salah satu agen penyalur, PT Mutiara Riski, yang melayani 23 pangkalan dengan kuota 19.600 tabung, turut terdampak kondisi tersebut.

Pada awal April 2026, pengambilan elpiji masih terbatas. Pada tanggal 1 hingga 2 April, distribusi baru mencapai sekitar 5 load (LO), sementara kebutuhan normal sebesar 8 LO baru terpenuhi pada 6 hingga 7 April.

Akibatnya, jadwal pengiriman ke wilayah Meranti ikut mengalami pergeseran. Kapal pengangkut elpiji diperkirakan baru berangkat pada 8 atau 9 April 2026.

Baca Juga:  Tiga Rumah di Selatpanjang Hangus Dilalap Api, Warga Panik Berhamburan

Ia menambahkan, keterlambatan tersebut berdampak langsung pada distribusi ke pangkalan di Meranti sehingga menyebabkan kelangkaan di tingkat masyarakat.

Pemerintah daerah saat ini terus berkoordinasi dengan Pertamina dan pihak agen untuk mempercepat distribusi agar pasokan segera kembali normal.

Masyarakat juga diimbau tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan karena pasokan elpiji dipastikan segera masuk dalam waktu dekat.(wir)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari