Jumat, 4 April 2025
spot_img

Siapkan 12 Desa Tangguh Bencana

KAMPAR (RIAUPOS.CO) – Menyikapi berbagai kondisi alam apalagi saat ini memasuki masa perubahan iklim dan cuaca dari musim kering ke musim hujan, harus selalu siap siaga terhadap berbagai kemungkinan terjadinya bencana seperti banjir dan longsor. 

Demikian dikatakan Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto saat mengikuti telekonferensi pembahasan diklat Pim II bersama Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar Dedi Sambudi yang dilangsungkan di rumah pribadi Bupati di  Desa Sei Lambu Makmur, Kecamatan Tapung, Selasa (26/10).

Ditambahkan Catur, sesuai dengan tema pembahasan strategi penguatan mitigasi bencana dengan pengurangan risiko bencana berbasis komunitas (Peribebek) Kabupaten Kampar. 

"Semua ini tidak akan berjalan dengan baik tanpa koordinasi dan sinergitas yang baik antara berbagai elemen masyarakat, pemerintah maupun dengan TNI dan Polri," kata Catur lagi pada dialog yang dipandu oleh Yatno Lisworo Coach dan narasumber dan Dr M Firdaus dari Lembaga Ekreditasi Negara (LAN) RI. 

Baca Juga:  Durhaka, Pria di Kampar Aniaya Ayahnya hingga Luka

Oleh sebab itu kata Catur, perlu sosialisasi kepada masyarakat terhadap daerah yang memiliki kerawanan bencana.

Oleh sebab itu Bupati Kampar meminta kepada Kalaksa BPBD Kampar untuk membentuk relawan bencana di desa, desa tanggap bencana, sehingga dapat terwujudnya kabupaten tangguh bencana tentunya bersatunya seluruh komponen masyarakat.

 Firdaus dari Lembaga Ekreditasi Negara (LAN) RI selaku narasumber sumber menyatakan, sangat mengapresiasi terhadap Bupati Kampar H Catur Sugeng Susanto SH MH dalam menyikapi dan tanggapan terhadap proyek perubahan ini. Selain syarat ini juga program terapan untuk meminimalisir terhadap korban dari bencana dengan pemetaan dan kesiapan siaga bencana.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kampar Dedi Sambudi mengatakan bahwa BPBD Kampar saat ini sudah mempersiapkan 12 desa tangguh bencana dengan sistem pelaporan berbasis website.

Baca Juga:  Dua Korban Hanyut di Pulau Cinta Teluk Jering Ditemukan Meninggal

Selain itu kata Dedi, secara berkala melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalop PB) BPBD Kampar terus memantau dan komunikasi terus dengan seluruh desa yang ada di Kabupaten Kampar.(hen)

KAMPAR (RIAUPOS.CO) – Menyikapi berbagai kondisi alam apalagi saat ini memasuki masa perubahan iklim dan cuaca dari musim kering ke musim hujan, harus selalu siap siaga terhadap berbagai kemungkinan terjadinya bencana seperti banjir dan longsor. 

Demikian dikatakan Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto saat mengikuti telekonferensi pembahasan diklat Pim II bersama Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar Dedi Sambudi yang dilangsungkan di rumah pribadi Bupati di  Desa Sei Lambu Makmur, Kecamatan Tapung, Selasa (26/10).

Ditambahkan Catur, sesuai dengan tema pembahasan strategi penguatan mitigasi bencana dengan pengurangan risiko bencana berbasis komunitas (Peribebek) Kabupaten Kampar. 

"Semua ini tidak akan berjalan dengan baik tanpa koordinasi dan sinergitas yang baik antara berbagai elemen masyarakat, pemerintah maupun dengan TNI dan Polri," kata Catur lagi pada dialog yang dipandu oleh Yatno Lisworo Coach dan narasumber dan Dr M Firdaus dari Lembaga Ekreditasi Negara (LAN) RI. 

Baca Juga:  Durhaka, Pria di Kampar Aniaya Ayahnya hingga Luka

Oleh sebab itu kata Catur, perlu sosialisasi kepada masyarakat terhadap daerah yang memiliki kerawanan bencana.

Oleh sebab itu Bupati Kampar meminta kepada Kalaksa BPBD Kampar untuk membentuk relawan bencana di desa, desa tanggap bencana, sehingga dapat terwujudnya kabupaten tangguh bencana tentunya bersatunya seluruh komponen masyarakat.

 Firdaus dari Lembaga Ekreditasi Negara (LAN) RI selaku narasumber sumber menyatakan, sangat mengapresiasi terhadap Bupati Kampar H Catur Sugeng Susanto SH MH dalam menyikapi dan tanggapan terhadap proyek perubahan ini. Selain syarat ini juga program terapan untuk meminimalisir terhadap korban dari bencana dengan pemetaan dan kesiapan siaga bencana.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kampar Dedi Sambudi mengatakan bahwa BPBD Kampar saat ini sudah mempersiapkan 12 desa tangguh bencana dengan sistem pelaporan berbasis website.

Baca Juga:  Jembatan Penghubung Bangkinang-Tapung Ditutup Sementara

Selain itu kata Dedi, secara berkala melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalop PB) BPBD Kampar terus memantau dan komunikasi terus dengan seluruh desa yang ada di Kabupaten Kampar.(hen)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Siapkan 12 Desa Tangguh Bencana

KAMPAR (RIAUPOS.CO) – Menyikapi berbagai kondisi alam apalagi saat ini memasuki masa perubahan iklim dan cuaca dari musim kering ke musim hujan, harus selalu siap siaga terhadap berbagai kemungkinan terjadinya bencana seperti banjir dan longsor. 

Demikian dikatakan Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto saat mengikuti telekonferensi pembahasan diklat Pim II bersama Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar Dedi Sambudi yang dilangsungkan di rumah pribadi Bupati di  Desa Sei Lambu Makmur, Kecamatan Tapung, Selasa (26/10).

Ditambahkan Catur, sesuai dengan tema pembahasan strategi penguatan mitigasi bencana dengan pengurangan risiko bencana berbasis komunitas (Peribebek) Kabupaten Kampar. 

"Semua ini tidak akan berjalan dengan baik tanpa koordinasi dan sinergitas yang baik antara berbagai elemen masyarakat, pemerintah maupun dengan TNI dan Polri," kata Catur lagi pada dialog yang dipandu oleh Yatno Lisworo Coach dan narasumber dan Dr M Firdaus dari Lembaga Ekreditasi Negara (LAN) RI. 

Baca Juga:  Akhir 2022, SPAM Pekanbaru-Kampar Berkapasitas 1.000 LPS Akan Buka Kran

Oleh sebab itu kata Catur, perlu sosialisasi kepada masyarakat terhadap daerah yang memiliki kerawanan bencana.

Oleh sebab itu Bupati Kampar meminta kepada Kalaksa BPBD Kampar untuk membentuk relawan bencana di desa, desa tanggap bencana, sehingga dapat terwujudnya kabupaten tangguh bencana tentunya bersatunya seluruh komponen masyarakat.

 Firdaus dari Lembaga Ekreditasi Negara (LAN) RI selaku narasumber sumber menyatakan, sangat mengapresiasi terhadap Bupati Kampar H Catur Sugeng Susanto SH MH dalam menyikapi dan tanggapan terhadap proyek perubahan ini. Selain syarat ini juga program terapan untuk meminimalisir terhadap korban dari bencana dengan pemetaan dan kesiapan siaga bencana.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kampar Dedi Sambudi mengatakan bahwa BPBD Kampar saat ini sudah mempersiapkan 12 desa tangguh bencana dengan sistem pelaporan berbasis website.

Baca Juga:  Kapolres Kampar AKBP Didik Disambut Kajari di Kantornya, Ini Yang Dibahas

Selain itu kata Dedi, secara berkala melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalop PB) BPBD Kampar terus memantau dan komunikasi terus dengan seluruh desa yang ada di Kabupaten Kampar.(hen)

KAMPAR (RIAUPOS.CO) – Menyikapi berbagai kondisi alam apalagi saat ini memasuki masa perubahan iklim dan cuaca dari musim kering ke musim hujan, harus selalu siap siaga terhadap berbagai kemungkinan terjadinya bencana seperti banjir dan longsor. 

Demikian dikatakan Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto saat mengikuti telekonferensi pembahasan diklat Pim II bersama Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar Dedi Sambudi yang dilangsungkan di rumah pribadi Bupati di  Desa Sei Lambu Makmur, Kecamatan Tapung, Selasa (26/10).

Ditambahkan Catur, sesuai dengan tema pembahasan strategi penguatan mitigasi bencana dengan pengurangan risiko bencana berbasis komunitas (Peribebek) Kabupaten Kampar. 

"Semua ini tidak akan berjalan dengan baik tanpa koordinasi dan sinergitas yang baik antara berbagai elemen masyarakat, pemerintah maupun dengan TNI dan Polri," kata Catur lagi pada dialog yang dipandu oleh Yatno Lisworo Coach dan narasumber dan Dr M Firdaus dari Lembaga Ekreditasi Negara (LAN) RI. 

Baca Juga:  Tim Tembak Polres Kampar Patroli Malam di Seputaran Bangkinang Kota

Oleh sebab itu kata Catur, perlu sosialisasi kepada masyarakat terhadap daerah yang memiliki kerawanan bencana.

Oleh sebab itu Bupati Kampar meminta kepada Kalaksa BPBD Kampar untuk membentuk relawan bencana di desa, desa tanggap bencana, sehingga dapat terwujudnya kabupaten tangguh bencana tentunya bersatunya seluruh komponen masyarakat.

 Firdaus dari Lembaga Ekreditasi Negara (LAN) RI selaku narasumber sumber menyatakan, sangat mengapresiasi terhadap Bupati Kampar H Catur Sugeng Susanto SH MH dalam menyikapi dan tanggapan terhadap proyek perubahan ini. Selain syarat ini juga program terapan untuk meminimalisir terhadap korban dari bencana dengan pemetaan dan kesiapan siaga bencana.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kampar Dedi Sambudi mengatakan bahwa BPBD Kampar saat ini sudah mempersiapkan 12 desa tangguh bencana dengan sistem pelaporan berbasis website.

Baca Juga:  Dua Korban Hanyut di Pulau Cinta Teluk Jering Ditemukan Meninggal

Selain itu kata Dedi, secara berkala melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalop PB) BPBD Kampar terus memantau dan komunikasi terus dengan seluruh desa yang ada di Kabupaten Kampar.(hen)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari