Jumat, 4 April 2025
spot_img

Minta Oknum Kaur Desa Gunung Bungsu Diproses

BANGKINANG (RIAUPOS.CO) – Keluarga korban  penganiayaan meminta aparat penegak hukum Polsek XIII Kota Kampar memproses onum Kaur Desa Gunung Bungsu AN diproses secara hukum. Karena sudah melakukan penganiayaan terhadap Toni yang diduga melakukan pencurian buah sawit.

Karena itu, rombongan keluarga Toni mendatangi Polsek XII Koto Kampar, Senin (11/10) membuat laporan penganiayaan yang dilakukan oknum Kaur.

Menurut keterangan Eva Susanti , juru bicara keluarga Toni, peristiwa terjadi pada Jumat (8/10) malam sekitar 18.30 WIB. Waktu itu, Toni bersama Sabil dan Sulim pergi memanen sawit, tetapi sewaktu hendak melansir buah sawit tersebut, datanglah oknum kaur AN menghadang mereka. AN bersama tiga orang rekan langsung memukul Toni hingga masuk ke parit dan babak belur.

Baca Juga:  PT KAMI Bantu 4.000 Masker Takmir Dua Masjid

"Kita pihak keluarga tak terima oknum kaur tersebut main hakim sendiri. Kalau memang ada bukti Toni mencuri buah sawit silahkan proses hukum tetapi jangan dipukul. Toni babak belur dihajar hingga muka dan badannya lebam-lebam," jelas Eva Susanti.

Eva Susanti menambahkan, tak terima dipukul oleh oknum kaur desa tersebut, ia bersama keluarga sudah membuat laporan penganiayaan yang dilkukan oleh oknum kaur desa tersebut.  "Waktu Toni mengambil bersama dua orang rekannya, sementara hanya Toni dan Sabil yang dilaporkan. Sementara Sulim yang sama-sama mengambil buah sawit tak ditahan. Dan mengapa hanya Toni saja yang babak belur dan lainnya tidak. Kami tak terima, walaupun mungkin Toni mengambil buah sawit, tetapi ini perlu dibuktikan," tegas Eva.

Baca Juga:  Bahas Delapan Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi

Sementara Kapolsek XIII Koto Kampar, AKP Sudiyanto ketika dikonfirmasi terkait kasus tersebut membenarkan bahwa ada warga Gunung Bungsu yang diamankan terkait pencurian buah sawit. "Kita upayakan mediasi karena masih ada hubungan keluarga mereka baik pelapor dan terlapor. Terkait laporan penganiayaan sudah kita terima. Sementara TN sudah kita visum juga sesuai SOP," jelas Kapolsek.

Sudiyanto menambahkan, setelah diamankan warga, personel Polsek langsung turun ke TKP.(eca)

Laporan KAMARUDIN, Bangkinang

BANGKINANG (RIAUPOS.CO) – Keluarga korban  penganiayaan meminta aparat penegak hukum Polsek XIII Kota Kampar memproses onum Kaur Desa Gunung Bungsu AN diproses secara hukum. Karena sudah melakukan penganiayaan terhadap Toni yang diduga melakukan pencurian buah sawit.

Karena itu, rombongan keluarga Toni mendatangi Polsek XII Koto Kampar, Senin (11/10) membuat laporan penganiayaan yang dilakukan oknum Kaur.

Menurut keterangan Eva Susanti , juru bicara keluarga Toni, peristiwa terjadi pada Jumat (8/10) malam sekitar 18.30 WIB. Waktu itu, Toni bersama Sabil dan Sulim pergi memanen sawit, tetapi sewaktu hendak melansir buah sawit tersebut, datanglah oknum kaur AN menghadang mereka. AN bersama tiga orang rekan langsung memukul Toni hingga masuk ke parit dan babak belur.

Baca Juga:  Lewat U-Forty, Kemari Berbagi Sembako di Imbo Putui

"Kita pihak keluarga tak terima oknum kaur tersebut main hakim sendiri. Kalau memang ada bukti Toni mencuri buah sawit silahkan proses hukum tetapi jangan dipukul. Toni babak belur dihajar hingga muka dan badannya lebam-lebam," jelas Eva Susanti.

Eva Susanti menambahkan, tak terima dipukul oleh oknum kaur desa tersebut, ia bersama keluarga sudah membuat laporan penganiayaan yang dilkukan oleh oknum kaur desa tersebut.  "Waktu Toni mengambil bersama dua orang rekannya, sementara hanya Toni dan Sabil yang dilaporkan. Sementara Sulim yang sama-sama mengambil buah sawit tak ditahan. Dan mengapa hanya Toni saja yang babak belur dan lainnya tidak. Kami tak terima, walaupun mungkin Toni mengambil buah sawit, tetapi ini perlu dibuktikan," tegas Eva.

Baca Juga:  Pengunjung Antusias Membeli Produk Warga Binaan Lapas Bangkinang

Sementara Kapolsek XIII Koto Kampar, AKP Sudiyanto ketika dikonfirmasi terkait kasus tersebut membenarkan bahwa ada warga Gunung Bungsu yang diamankan terkait pencurian buah sawit. "Kita upayakan mediasi karena masih ada hubungan keluarga mereka baik pelapor dan terlapor. Terkait laporan penganiayaan sudah kita terima. Sementara TN sudah kita visum juga sesuai SOP," jelas Kapolsek.

Sudiyanto menambahkan, setelah diamankan warga, personel Polsek langsung turun ke TKP.(eca)

Laporan KAMARUDIN, Bangkinang

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Minta Oknum Kaur Desa Gunung Bungsu Diproses

BANGKINANG (RIAUPOS.CO) – Keluarga korban  penganiayaan meminta aparat penegak hukum Polsek XIII Kota Kampar memproses onum Kaur Desa Gunung Bungsu AN diproses secara hukum. Karena sudah melakukan penganiayaan terhadap Toni yang diduga melakukan pencurian buah sawit.

Karena itu, rombongan keluarga Toni mendatangi Polsek XII Koto Kampar, Senin (11/10) membuat laporan penganiayaan yang dilakukan oknum Kaur.

Menurut keterangan Eva Susanti , juru bicara keluarga Toni, peristiwa terjadi pada Jumat (8/10) malam sekitar 18.30 WIB. Waktu itu, Toni bersama Sabil dan Sulim pergi memanen sawit, tetapi sewaktu hendak melansir buah sawit tersebut, datanglah oknum kaur AN menghadang mereka. AN bersama tiga orang rekan langsung memukul Toni hingga masuk ke parit dan babak belur.

Baca Juga:  Tim Yustisi Segel Gedung RSIA Bunda Anisyah Kampar

"Kita pihak keluarga tak terima oknum kaur tersebut main hakim sendiri. Kalau memang ada bukti Toni mencuri buah sawit silahkan proses hukum tetapi jangan dipukul. Toni babak belur dihajar hingga muka dan badannya lebam-lebam," jelas Eva Susanti.

Eva Susanti menambahkan, tak terima dipukul oleh oknum kaur desa tersebut, ia bersama keluarga sudah membuat laporan penganiayaan yang dilkukan oleh oknum kaur desa tersebut.  "Waktu Toni mengambil bersama dua orang rekannya, sementara hanya Toni dan Sabil yang dilaporkan. Sementara Sulim yang sama-sama mengambil buah sawit tak ditahan. Dan mengapa hanya Toni saja yang babak belur dan lainnya tidak. Kami tak terima, walaupun mungkin Toni mengambil buah sawit, tetapi ini perlu dibuktikan," tegas Eva.

Baca Juga:  Pengunjung Antusias Membeli Produk Warga Binaan Lapas Bangkinang

Sementara Kapolsek XIII Koto Kampar, AKP Sudiyanto ketika dikonfirmasi terkait kasus tersebut membenarkan bahwa ada warga Gunung Bungsu yang diamankan terkait pencurian buah sawit. "Kita upayakan mediasi karena masih ada hubungan keluarga mereka baik pelapor dan terlapor. Terkait laporan penganiayaan sudah kita terima. Sementara TN sudah kita visum juga sesuai SOP," jelas Kapolsek.

Sudiyanto menambahkan, setelah diamankan warga, personel Polsek langsung turun ke TKP.(eca)

Laporan KAMARUDIN, Bangkinang

BANGKINANG (RIAUPOS.CO) – Keluarga korban  penganiayaan meminta aparat penegak hukum Polsek XIII Kota Kampar memproses onum Kaur Desa Gunung Bungsu AN diproses secara hukum. Karena sudah melakukan penganiayaan terhadap Toni yang diduga melakukan pencurian buah sawit.

Karena itu, rombongan keluarga Toni mendatangi Polsek XII Koto Kampar, Senin (11/10) membuat laporan penganiayaan yang dilakukan oknum Kaur.

Menurut keterangan Eva Susanti , juru bicara keluarga Toni, peristiwa terjadi pada Jumat (8/10) malam sekitar 18.30 WIB. Waktu itu, Toni bersama Sabil dan Sulim pergi memanen sawit, tetapi sewaktu hendak melansir buah sawit tersebut, datanglah oknum kaur AN menghadang mereka. AN bersama tiga orang rekan langsung memukul Toni hingga masuk ke parit dan babak belur.

Baca Juga:  Pengedar Sabu Ditembak

"Kita pihak keluarga tak terima oknum kaur tersebut main hakim sendiri. Kalau memang ada bukti Toni mencuri buah sawit silahkan proses hukum tetapi jangan dipukul. Toni babak belur dihajar hingga muka dan badannya lebam-lebam," jelas Eva Susanti.

Eva Susanti menambahkan, tak terima dipukul oleh oknum kaur desa tersebut, ia bersama keluarga sudah membuat laporan penganiayaan yang dilkukan oleh oknum kaur desa tersebut.  "Waktu Toni mengambil bersama dua orang rekannya, sementara hanya Toni dan Sabil yang dilaporkan. Sementara Sulim yang sama-sama mengambil buah sawit tak ditahan. Dan mengapa hanya Toni saja yang babak belur dan lainnya tidak. Kami tak terima, walaupun mungkin Toni mengambil buah sawit, tetapi ini perlu dibuktikan," tegas Eva.

Baca Juga:  Dapat Sejalan, Hukum Adat-Hukum Positif 

Sementara Kapolsek XIII Koto Kampar, AKP Sudiyanto ketika dikonfirmasi terkait kasus tersebut membenarkan bahwa ada warga Gunung Bungsu yang diamankan terkait pencurian buah sawit. "Kita upayakan mediasi karena masih ada hubungan keluarga mereka baik pelapor dan terlapor. Terkait laporan penganiayaan sudah kita terima. Sementara TN sudah kita visum juga sesuai SOP," jelas Kapolsek.

Sudiyanto menambahkan, setelah diamankan warga, personel Polsek langsung turun ke TKP.(eca)

Laporan KAMARUDIN, Bangkinang

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari