Jumat, 24 April 2026
- Advertisement -

Sekda Pimpin Rapat Pembentukan Posko Bersama

RENGAT (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menggelar rapat pembentukan posko bersama penanggulangan bencana banjir, Rabu (10/1). Sebab, hingga saat ini masih ada sebagian wilayah di Kabupaten Inhu terendam banjir.

Rapat ini dipimpinan Sekretaris Daerah (Sekda) Inhu Ir H Hendrizal MSi. Kemudian rapat dihadiri sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Inhu, perwakilan dari Polres Inhu, perwakilan Kodim 0302/Inhu, kepala OPD terkait, perwakilan PLN, PDAM dan Camat se-Kabupaten Inhu.

“Banjir yang terjadi cukup lama dan diperlukan membentuk posko bersama penanggulangan bencana banjir di Kabupaten Inhu,” ujar Sekda Inhu Ir H Hendrizal MSi. Untuk itu, kepada pimpinan instansi terkait diminta untuk menyampaikan data-data akibat terdampak banjir. Karena data tersebut yang akan menjadi dasar tindakan yang dilakukan bersama.

Baca Juga:  Pemudik Diimbau Berhati-hati

Sesuai dengan kondisi wilayah sambungnya, pendirian posko bersama layaknya berada di Kota Rengat. Kemudian ditambah dengan posko-posko di sejumlah kecamatan yang terdampak lebih luas. “Kita harus bergerak cepat terutama mengatasi masalah yang dihadapi masyarakat,” bebernya.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdakab Inhu, H Syahruddin SSos MT juga meminta kepada para camat untuk mendata jumlah kepala keluarga yang terdampak banjir. “Saya minta data berapa sekolah, rumah ibadah, kantor desa, Puskesmas yang terendam banjir dilengkapi dengan foto,” pintanya.

Sehari sebelumnya, yakni Selasa (9/1), Bupati Inhu Rezita Meylani Yopi SE kembali turun untuk memastikan kondisi warga terdampak banjir. Rengat menjadi tujuan peninjauan hari ini. Saat turun ke lapangan, bupati didampingi sejumlah kepala OPD dan pihak terkait .

Baca Juga:  Awal 2026, Sekda Inhu Temukan 28 PPPK Absen Tanpa Keterangan

Lokasi yang turun kali ini yakni Desa Rantau Mapesai, Kecamatan Rengat. Bupati menyapa warga yang mengungsi di Posko penampungan di Paud KB Melur Rantau Mapesai yang terdapat 23 KK.(kas)

RENGAT (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menggelar rapat pembentukan posko bersama penanggulangan bencana banjir, Rabu (10/1). Sebab, hingga saat ini masih ada sebagian wilayah di Kabupaten Inhu terendam banjir.

Rapat ini dipimpinan Sekretaris Daerah (Sekda) Inhu Ir H Hendrizal MSi. Kemudian rapat dihadiri sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Inhu, perwakilan dari Polres Inhu, perwakilan Kodim 0302/Inhu, kepala OPD terkait, perwakilan PLN, PDAM dan Camat se-Kabupaten Inhu.

“Banjir yang terjadi cukup lama dan diperlukan membentuk posko bersama penanggulangan bencana banjir di Kabupaten Inhu,” ujar Sekda Inhu Ir H Hendrizal MSi. Untuk itu, kepada pimpinan instansi terkait diminta untuk menyampaikan data-data akibat terdampak banjir. Karena data tersebut yang akan menjadi dasar tindakan yang dilakukan bersama.

Baca Juga:  Balai Bahasa Gelar Diskusi Kelompok Terpumpun

Sesuai dengan kondisi wilayah sambungnya, pendirian posko bersama layaknya berada di Kota Rengat. Kemudian ditambah dengan posko-posko di sejumlah kecamatan yang terdampak lebih luas. “Kita harus bergerak cepat terutama mengatasi masalah yang dihadapi masyarakat,” bebernya.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdakab Inhu, H Syahruddin SSos MT juga meminta kepada para camat untuk mendata jumlah kepala keluarga yang terdampak banjir. “Saya minta data berapa sekolah, rumah ibadah, kantor desa, Puskesmas yang terendam banjir dilengkapi dengan foto,” pintanya.

- Advertisement -

Sehari sebelumnya, yakni Selasa (9/1), Bupati Inhu Rezita Meylani Yopi SE kembali turun untuk memastikan kondisi warga terdampak banjir. Rengat menjadi tujuan peninjauan hari ini. Saat turun ke lapangan, bupati didampingi sejumlah kepala OPD dan pihak terkait .

Baca Juga:  Pemko Pekanbaru Normalisasi Parit, Warga Didorong Ikut Jaga Saluran Air

Lokasi yang turun kali ini yakni Desa Rantau Mapesai, Kecamatan Rengat. Bupati menyapa warga yang mengungsi di Posko penampungan di Paud KB Melur Rantau Mapesai yang terdapat 23 KK.(kas)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

RENGAT (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menggelar rapat pembentukan posko bersama penanggulangan bencana banjir, Rabu (10/1). Sebab, hingga saat ini masih ada sebagian wilayah di Kabupaten Inhu terendam banjir.

Rapat ini dipimpinan Sekretaris Daerah (Sekda) Inhu Ir H Hendrizal MSi. Kemudian rapat dihadiri sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Inhu, perwakilan dari Polres Inhu, perwakilan Kodim 0302/Inhu, kepala OPD terkait, perwakilan PLN, PDAM dan Camat se-Kabupaten Inhu.

“Banjir yang terjadi cukup lama dan diperlukan membentuk posko bersama penanggulangan bencana banjir di Kabupaten Inhu,” ujar Sekda Inhu Ir H Hendrizal MSi. Untuk itu, kepada pimpinan instansi terkait diminta untuk menyampaikan data-data akibat terdampak banjir. Karena data tersebut yang akan menjadi dasar tindakan yang dilakukan bersama.

Baca Juga:  Agung Ardien, Pejabat Setdakab Inhu Hilang Usai Tinggalkan Pesan Singkat

Sesuai dengan kondisi wilayah sambungnya, pendirian posko bersama layaknya berada di Kota Rengat. Kemudian ditambah dengan posko-posko di sejumlah kecamatan yang terdampak lebih luas. “Kita harus bergerak cepat terutama mengatasi masalah yang dihadapi masyarakat,” bebernya.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdakab Inhu, H Syahruddin SSos MT juga meminta kepada para camat untuk mendata jumlah kepala keluarga yang terdampak banjir. “Saya minta data berapa sekolah, rumah ibadah, kantor desa, Puskesmas yang terendam banjir dilengkapi dengan foto,” pintanya.

Sehari sebelumnya, yakni Selasa (9/1), Bupati Inhu Rezita Meylani Yopi SE kembali turun untuk memastikan kondisi warga terdampak banjir. Rengat menjadi tujuan peninjauan hari ini. Saat turun ke lapangan, bupati didampingi sejumlah kepala OPD dan pihak terkait .

Baca Juga:  Balai Bahasa Gelar Diskusi Kelompok Terpumpun

Lokasi yang turun kali ini yakni Desa Rantau Mapesai, Kecamatan Rengat. Bupati menyapa warga yang mengungsi di Posko penampungan di Paud KB Melur Rantau Mapesai yang terdapat 23 KK.(kas)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari