Selasa, 10 Maret 2026
- Advertisement -

Pascabanjir, Hewan Ternak Mulai Diserang Nyamuk 

RENGAT (RIAUPOS.CO) – Luapan air Sungai Indragiri tidak saja akan berdampak kepada manusia tetapi juga kepada hewan ternak. Di mana, sejak terjadi luapan air Sungai Indragiri, hewan ternak milik warga mulai diserang nyamuk.

Seperti disampaikan Ilham Khaliq, salah seorang warga Desa Redang, Kecamatan Rengat Barat yang juga memiliki hewan ternak. “Kami menyebutnya, nyamuk kepala putih sesuai bentuknya. Seperti biasanya, setiap air Sungai Indragiri meluap, jumlahnya sangat banyak,” ujar Ilham Khaliq, Rabu (3/1).

Ilham sapaan akrabnya mengatakan, nyamuk kepala putih datang menyerbu hewan ternak sejak petang hingga malam. Sehingga pemilik ternak harus memasang obat antinyamuk bakar di setiap pojok kandang. “Jika nyamuk kepala putih menggigit manusia, gatalnya luar biasa,” kata Ilham.

Baca Juga:  Ade Kembalikan Formulir, Tim Kasmarni Datangi PKS

Bahkan, ketika sudah memasang obat antinyamuk bakar, masih ada nyamuk kepala putih yang menggigit ternak. “Ketika lengah, hewan ternak seperti sapi ada yang mati akibat serangan nyamuk itu. Seperti tahun-tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Selain mengeluh akibat serangan nyamuk, pemilik ternak juga mengeluhkan sumber pakan ternak. Karena lokasi pengambilan rumput, sudah banyak yang terendam. “Mudah-mudahan air cepat surut dan tidak ada hewan ternak warga yang mati,” harapnya.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Inhu Dedi Dianto SP mengatakan, pihaknya sudah membahas tentang dampak selama banjir dan pascabanjir terhadap hewan ternak. “Kami sudah membahas tentang dampak banjir terhadap hewan, salah satunya meningkatkan pengawasan oleh penyuluh,” ucapnya.(kas)

Baca Juga:  Sasaran Perekaman KTP-el Siswa di Sekolah 

RENGAT (RIAUPOS.CO) – Luapan air Sungai Indragiri tidak saja akan berdampak kepada manusia tetapi juga kepada hewan ternak. Di mana, sejak terjadi luapan air Sungai Indragiri, hewan ternak milik warga mulai diserang nyamuk.

Seperti disampaikan Ilham Khaliq, salah seorang warga Desa Redang, Kecamatan Rengat Barat yang juga memiliki hewan ternak. “Kami menyebutnya, nyamuk kepala putih sesuai bentuknya. Seperti biasanya, setiap air Sungai Indragiri meluap, jumlahnya sangat banyak,” ujar Ilham Khaliq, Rabu (3/1).

Ilham sapaan akrabnya mengatakan, nyamuk kepala putih datang menyerbu hewan ternak sejak petang hingga malam. Sehingga pemilik ternak harus memasang obat antinyamuk bakar di setiap pojok kandang. “Jika nyamuk kepala putih menggigit manusia, gatalnya luar biasa,” kata Ilham.

Baca Juga:  Rotasi Jabatan di Pemkab Inhu, 22 Pejabat Eselon II Lakukan Sertijab

Bahkan, ketika sudah memasang obat antinyamuk bakar, masih ada nyamuk kepala putih yang menggigit ternak. “Ketika lengah, hewan ternak seperti sapi ada yang mati akibat serangan nyamuk itu. Seperti tahun-tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Selain mengeluh akibat serangan nyamuk, pemilik ternak juga mengeluhkan sumber pakan ternak. Karena lokasi pengambilan rumput, sudah banyak yang terendam. “Mudah-mudahan air cepat surut dan tidak ada hewan ternak warga yang mati,” harapnya.

- Advertisement -

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Inhu Dedi Dianto SP mengatakan, pihaknya sudah membahas tentang dampak selama banjir dan pascabanjir terhadap hewan ternak. “Kami sudah membahas tentang dampak banjir terhadap hewan, salah satunya meningkatkan pengawasan oleh penyuluh,” ucapnya.(kas)

Baca Juga:  Warga Inhu Digegerkan Aroma Gas Sertai Semburan Air Campur Tanah
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

RENGAT (RIAUPOS.CO) – Luapan air Sungai Indragiri tidak saja akan berdampak kepada manusia tetapi juga kepada hewan ternak. Di mana, sejak terjadi luapan air Sungai Indragiri, hewan ternak milik warga mulai diserang nyamuk.

Seperti disampaikan Ilham Khaliq, salah seorang warga Desa Redang, Kecamatan Rengat Barat yang juga memiliki hewan ternak. “Kami menyebutnya, nyamuk kepala putih sesuai bentuknya. Seperti biasanya, setiap air Sungai Indragiri meluap, jumlahnya sangat banyak,” ujar Ilham Khaliq, Rabu (3/1).

Ilham sapaan akrabnya mengatakan, nyamuk kepala putih datang menyerbu hewan ternak sejak petang hingga malam. Sehingga pemilik ternak harus memasang obat antinyamuk bakar di setiap pojok kandang. “Jika nyamuk kepala putih menggigit manusia, gatalnya luar biasa,” kata Ilham.

Baca Juga:  Wabup Inhu Junaidi Rachmat Pimpin Apel Gelar Pasukan untuk Operasi Lilin 2024

Bahkan, ketika sudah memasang obat antinyamuk bakar, masih ada nyamuk kepala putih yang menggigit ternak. “Ketika lengah, hewan ternak seperti sapi ada yang mati akibat serangan nyamuk itu. Seperti tahun-tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Selain mengeluh akibat serangan nyamuk, pemilik ternak juga mengeluhkan sumber pakan ternak. Karena lokasi pengambilan rumput, sudah banyak yang terendam. “Mudah-mudahan air cepat surut dan tidak ada hewan ternak warga yang mati,” harapnya.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Inhu Dedi Dianto SP mengatakan, pihaknya sudah membahas tentang dampak selama banjir dan pascabanjir terhadap hewan ternak. “Kami sudah membahas tentang dampak banjir terhadap hewan, salah satunya meningkatkan pengawasan oleh penyuluh,” ucapnya.(kas)

Baca Juga:  Pansel Jadwalkan Seleksi Kompetensi PPPK Tahap II 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari