Sabtu, 14 Februari 2026
- Advertisement -

Sudah Sepekan BBM Langka, Warga Bengkalis Masih Antre Panjang

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Sudah sepekan terakhir kelangkaan BBM bersubsidi jenis Pertalite dan solar, serta BBM nonsubsidi Pertamax terjadi di Pulau Bengkalis. Kondisi ini membuat antrean panjang masih terlihat di sejumlah SPBU, meski distribusi disebut mulai membaik.

Pantauan di lapangan pada Ahad (21/12) menunjukkan antrean masih terjadi, baik di SPBU maupun di POM Pertamini dan penjual BBM eceran di pinggir jalan. Padahal, di beberapa lokasi penjual eceran sudah mulai tersedia.

Antrean kendaraan roda dua dan roda empat tampak mengular di SPBU Jalan Lembaga dan SPBU Jalan Bantan, Kota Bengkalis. Warga mengaku harus menunggu lama demi mendapatkan BBM jenis Pertalite.

Salah seorang warga Senggoro, Saleh, mengatakan dirinya sudah mengantre sejak pagi di SPBU Jalan Bantan. Namun hingga siang hari SPBU tersebut belum juga dibuka, sehingga warga terpaksa menunggu lebih lama.

Baca Juga:  Risky Pradana Romli Jabat Kasi Intelijen Kajari Bengkalis

Ia berharap pemerintah segera memberikan perhatian serius terhadap kondisi tersebut. Menurutnya, kepanikan masyarakat tidak hanya dipicu antrean penyeberangan Ro-Ro, tetapi juga kelangkaan BBM yang sudah berlangsung sepekan.

Saleh juga mengeluhkan harga BBM eceran yang melonjak. Jika pun tersedia, harga Pertalite mencapai Rp13 ribu per liter dan pembelian dibatasi hanya dua liter per sepeda motor.

Keluhan serupa disampaikan Andi. Ia mengaku harus berkeliling untuk mencari BBM karena banyak warung pengecer dan POM Pertamini yang tutup. Bahkan di SPBU, BBM hanya bisa didapat jika terus dipantau kedatangannya.

Sementara itu, pengelola SPBU Jalan Lembaga, Anto, menyebutkan bahwa penjualan BBM sudah kembali dilakukan dalam dua hari terakhir. Kendala distribusi sebelumnya disebabkan keterlambatan penyeberangan kapal Ro-Ro.

Baca Juga:  Dana Transfer Pusat ke Kuansing 2026 Dipangkas Rp200 Miliar

Saat ini, pihak SPBU mengutamakan pelayanan kepada masyarakat dan membuka layanan setiap hari. Namun, penjualan BBM tidak melayani jerigen maupun drum.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Bengkalis, Zulfan, menyatakan kondisi distribusi BBM mulai stabil. Keterlambatan sebelumnya terjadi akibat kendala penyeberangan Ro-Ro menuju Pulau Bengkalis.

Ia memastikan kuota BBM tidak mengalami pengurangan. Bahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk penambahan kuota jika dibutuhkan, dengan mekanisme pengajuan dari SPBU.

Zulfan menambahkan, menjelang Natal dan Tahun Baru 2026, ketersediaan BBM di Pulau Bengkalis dipastikan mencukupi. Pemantauan lapangan akan terus dilakukan untuk memastikan distribusi berjalan lancar. (ksm)

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Sudah sepekan terakhir kelangkaan BBM bersubsidi jenis Pertalite dan solar, serta BBM nonsubsidi Pertamax terjadi di Pulau Bengkalis. Kondisi ini membuat antrean panjang masih terlihat di sejumlah SPBU, meski distribusi disebut mulai membaik.

Pantauan di lapangan pada Ahad (21/12) menunjukkan antrean masih terjadi, baik di SPBU maupun di POM Pertamini dan penjual BBM eceran di pinggir jalan. Padahal, di beberapa lokasi penjual eceran sudah mulai tersedia.

Antrean kendaraan roda dua dan roda empat tampak mengular di SPBU Jalan Lembaga dan SPBU Jalan Bantan, Kota Bengkalis. Warga mengaku harus menunggu lama demi mendapatkan BBM jenis Pertalite.

Salah seorang warga Senggoro, Saleh, mengatakan dirinya sudah mengantre sejak pagi di SPBU Jalan Bantan. Namun hingga siang hari SPBU tersebut belum juga dibuka, sehingga warga terpaksa menunggu lebih lama.

Baca Juga:  Bejat, di Bengkalis Penjual Es Dawet Perkosa Anak Kandung hingga Hamil, Begini Kejadiannya

Ia berharap pemerintah segera memberikan perhatian serius terhadap kondisi tersebut. Menurutnya, kepanikan masyarakat tidak hanya dipicu antrean penyeberangan Ro-Ro, tetapi juga kelangkaan BBM yang sudah berlangsung sepekan.

- Advertisement -

Saleh juga mengeluhkan harga BBM eceran yang melonjak. Jika pun tersedia, harga Pertalite mencapai Rp13 ribu per liter dan pembelian dibatasi hanya dua liter per sepeda motor.

Keluhan serupa disampaikan Andi. Ia mengaku harus berkeliling untuk mencari BBM karena banyak warung pengecer dan POM Pertamini yang tutup. Bahkan di SPBU, BBM hanya bisa didapat jika terus dipantau kedatangannya.

- Advertisement -

Sementara itu, pengelola SPBU Jalan Lembaga, Anto, menyebutkan bahwa penjualan BBM sudah kembali dilakukan dalam dua hari terakhir. Kendala distribusi sebelumnya disebabkan keterlambatan penyeberangan kapal Ro-Ro.

Baca Juga:  Kepala BPK: Jangan Takut Diperiksa

Saat ini, pihak SPBU mengutamakan pelayanan kepada masyarakat dan membuka layanan setiap hari. Namun, penjualan BBM tidak melayani jerigen maupun drum.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Bengkalis, Zulfan, menyatakan kondisi distribusi BBM mulai stabil. Keterlambatan sebelumnya terjadi akibat kendala penyeberangan Ro-Ro menuju Pulau Bengkalis.

Ia memastikan kuota BBM tidak mengalami pengurangan. Bahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk penambahan kuota jika dibutuhkan, dengan mekanisme pengajuan dari SPBU.

Zulfan menambahkan, menjelang Natal dan Tahun Baru 2026, ketersediaan BBM di Pulau Bengkalis dipastikan mencukupi. Pemantauan lapangan akan terus dilakukan untuk memastikan distribusi berjalan lancar. (ksm)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Sudah sepekan terakhir kelangkaan BBM bersubsidi jenis Pertalite dan solar, serta BBM nonsubsidi Pertamax terjadi di Pulau Bengkalis. Kondisi ini membuat antrean panjang masih terlihat di sejumlah SPBU, meski distribusi disebut mulai membaik.

Pantauan di lapangan pada Ahad (21/12) menunjukkan antrean masih terjadi, baik di SPBU maupun di POM Pertamini dan penjual BBM eceran di pinggir jalan. Padahal, di beberapa lokasi penjual eceran sudah mulai tersedia.

Antrean kendaraan roda dua dan roda empat tampak mengular di SPBU Jalan Lembaga dan SPBU Jalan Bantan, Kota Bengkalis. Warga mengaku harus menunggu lama demi mendapatkan BBM jenis Pertalite.

Salah seorang warga Senggoro, Saleh, mengatakan dirinya sudah mengantre sejak pagi di SPBU Jalan Bantan. Namun hingga siang hari SPBU tersebut belum juga dibuka, sehingga warga terpaksa menunggu lebih lama.

Baca Juga:  Suhu Panas Diprediksi hingga Akhir Bulan, Berkisar 34,8°C-35°C karena Tropical Cyclone Masih Aktif

Ia berharap pemerintah segera memberikan perhatian serius terhadap kondisi tersebut. Menurutnya, kepanikan masyarakat tidak hanya dipicu antrean penyeberangan Ro-Ro, tetapi juga kelangkaan BBM yang sudah berlangsung sepekan.

Saleh juga mengeluhkan harga BBM eceran yang melonjak. Jika pun tersedia, harga Pertalite mencapai Rp13 ribu per liter dan pembelian dibatasi hanya dua liter per sepeda motor.

Keluhan serupa disampaikan Andi. Ia mengaku harus berkeliling untuk mencari BBM karena banyak warung pengecer dan POM Pertamini yang tutup. Bahkan di SPBU, BBM hanya bisa didapat jika terus dipantau kedatangannya.

Sementara itu, pengelola SPBU Jalan Lembaga, Anto, menyebutkan bahwa penjualan BBM sudah kembali dilakukan dalam dua hari terakhir. Kendala distribusi sebelumnya disebabkan keterlambatan penyeberangan kapal Ro-Ro.

Baca Juga:  RS Awal Bros Sudirman Hadirkan Teknologi Neurorestorasi

Saat ini, pihak SPBU mengutamakan pelayanan kepada masyarakat dan membuka layanan setiap hari. Namun, penjualan BBM tidak melayani jerigen maupun drum.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Bengkalis, Zulfan, menyatakan kondisi distribusi BBM mulai stabil. Keterlambatan sebelumnya terjadi akibat kendala penyeberangan Ro-Ro menuju Pulau Bengkalis.

Ia memastikan kuota BBM tidak mengalami pengurangan. Bahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk penambahan kuota jika dibutuhkan, dengan mekanisme pengajuan dari SPBU.

Zulfan menambahkan, menjelang Natal dan Tahun Baru 2026, ketersediaan BBM di Pulau Bengkalis dipastikan mencukupi. Pemantauan lapangan akan terus dilakukan untuk memastikan distribusi berjalan lancar. (ksm)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari