Senin, 9 Maret 2026
- Advertisement -

Semarak Ramadan, Pemuda Pangkalan Batang Barat Siapkan Menara Lampu Colok Raksasa

BENGKALIS (RIAUPOS.CO)Pemuda Desa Pangkalan Batang Barat, Kecamatan Bengkalis, menyiapkan sekitar 10 ribu botol lampu colok untuk menghiasi menara berbentuk masjid yang akan memeriahkan tradisi lampu colok menjelang akhir Ramadan.

Ketua Menara 2 Lampu Colok Desa Pangkalan Batang Barat, Syahrul mengatakan, persiapan pembangunan menara lampu colok telah dilakukan para pemuda sejak beberapa waktu lalu.

Menurutnya, keputusan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disparbudpora) Bengkalis yang kembali menggelar lomba lampu colok tahun ini semakin menambah semangat panitia dan masyarakat untuk ikut berpartisipasi.

“Kami bersyukur jika tahun ini kembali dilombakan oleh Disparbudpora Bengkalis. Sejak awal para pemuda memang sudah menargetkan untuk ikut serta dan mulai mempersiapkan pembangunan menara lampu colok,” ujar Syahrul, Ahad (8/3).

Baca Juga:  Perkantoran Pemkab Masih Terendam Banjir

Ia menjelaskan, tradisi lampu colok merupakan salah satu warisan budaya masyarakat yang selalu dinantikan setiap menjelang penghujung Ramadan. Selain menghadirkan keindahan cahaya di malam hari, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat kebersamaan warga.

Pembangunan menara lampu colok biasanya dilakukan secara gotong royong oleh para pemuda bersama masyarakat setempat. Sumber pendanaan berasal dari berbagai pihak, mulai dari bantuan desa, proposal yang diajukan kepada sejumlah instansi, hingga sumbangan masyarakat.

Syahrul menyebutkan, biaya pembangunan satu menara lampu colok dapat mencapai puluhan juta rupiah, tergantung desain dan bahan yang digunakan.

“Untuk satu menara, biaya paling kecil sekitar Rp20 juta. Namun jika masih ada bahan yang bisa dipakai dari tahun sebelumnya, biasanya akan dimanfaatkan kembali agar biaya bisa lebih hemat,” jelasnya.

Baca Juga:  Dishub Bengkalis Tegaskan Pemasangan Portal Sesuai Aturan

Meski membutuhkan biaya yang tidak sedikit, antusiasme masyarakat dalam mendukung tradisi lampu colok tetap tinggi. Banyak warga yang ikut menyumbang dana maupun membantu proses pengerjaan menara.

Ia juga mengungkapkan, masyarakat sering menanyakan kepada panitia apabila pembangunan lampu colok belum dimulai seperti biasanya.

“Kadang masyarakat bertanya kenapa belum dibuat. Artinya mereka memang menunggu tradisi ini setiap Ramadan,” katanya.

Untuk tahun ini, menara lampu colok di Pangkalan Batang Barat mengusung desain berbentuk masjid. Saat ini proses pengerjaan telah mencapai sekitar 90 persen dan tinggal tahap penyelesaian sebelum menara tersebut ditegakkan.(ksm)

BENGKALIS (RIAUPOS.CO)Pemuda Desa Pangkalan Batang Barat, Kecamatan Bengkalis, menyiapkan sekitar 10 ribu botol lampu colok untuk menghiasi menara berbentuk masjid yang akan memeriahkan tradisi lampu colok menjelang akhir Ramadan.

Ketua Menara 2 Lampu Colok Desa Pangkalan Batang Barat, Syahrul mengatakan, persiapan pembangunan menara lampu colok telah dilakukan para pemuda sejak beberapa waktu lalu.

Menurutnya, keputusan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disparbudpora) Bengkalis yang kembali menggelar lomba lampu colok tahun ini semakin menambah semangat panitia dan masyarakat untuk ikut berpartisipasi.

“Kami bersyukur jika tahun ini kembali dilombakan oleh Disparbudpora Bengkalis. Sejak awal para pemuda memang sudah menargetkan untuk ikut serta dan mulai mempersiapkan pembangunan menara lampu colok,” ujar Syahrul, Ahad (8/3).

Baca Juga:  Imigrasi, Lapas dan Rupbasan Deklarasi Janji Kerja

Ia menjelaskan, tradisi lampu colok merupakan salah satu warisan budaya masyarakat yang selalu dinantikan setiap menjelang penghujung Ramadan. Selain menghadirkan keindahan cahaya di malam hari, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat kebersamaan warga.

- Advertisement -

Pembangunan menara lampu colok biasanya dilakukan secara gotong royong oleh para pemuda bersama masyarakat setempat. Sumber pendanaan berasal dari berbagai pihak, mulai dari bantuan desa, proposal yang diajukan kepada sejumlah instansi, hingga sumbangan masyarakat.

Syahrul menyebutkan, biaya pembangunan satu menara lampu colok dapat mencapai puluhan juta rupiah, tergantung desain dan bahan yang digunakan.

- Advertisement -

“Untuk satu menara, biaya paling kecil sekitar Rp20 juta. Namun jika masih ada bahan yang bisa dipakai dari tahun sebelumnya, biasanya akan dimanfaatkan kembali agar biaya bisa lebih hemat,” jelasnya.

Baca Juga:  Andika Sakai Pimpin KNPI Bengkalis

Meski membutuhkan biaya yang tidak sedikit, antusiasme masyarakat dalam mendukung tradisi lampu colok tetap tinggi. Banyak warga yang ikut menyumbang dana maupun membantu proses pengerjaan menara.

Ia juga mengungkapkan, masyarakat sering menanyakan kepada panitia apabila pembangunan lampu colok belum dimulai seperti biasanya.

“Kadang masyarakat bertanya kenapa belum dibuat. Artinya mereka memang menunggu tradisi ini setiap Ramadan,” katanya.

Untuk tahun ini, menara lampu colok di Pangkalan Batang Barat mengusung desain berbentuk masjid. Saat ini proses pengerjaan telah mencapai sekitar 90 persen dan tinggal tahap penyelesaian sebelum menara tersebut ditegakkan.(ksm)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

BENGKALIS (RIAUPOS.CO)Pemuda Desa Pangkalan Batang Barat, Kecamatan Bengkalis, menyiapkan sekitar 10 ribu botol lampu colok untuk menghiasi menara berbentuk masjid yang akan memeriahkan tradisi lampu colok menjelang akhir Ramadan.

Ketua Menara 2 Lampu Colok Desa Pangkalan Batang Barat, Syahrul mengatakan, persiapan pembangunan menara lampu colok telah dilakukan para pemuda sejak beberapa waktu lalu.

Menurutnya, keputusan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disparbudpora) Bengkalis yang kembali menggelar lomba lampu colok tahun ini semakin menambah semangat panitia dan masyarakat untuk ikut berpartisipasi.

“Kami bersyukur jika tahun ini kembali dilombakan oleh Disparbudpora Bengkalis. Sejak awal para pemuda memang sudah menargetkan untuk ikut serta dan mulai mempersiapkan pembangunan menara lampu colok,” ujar Syahrul, Ahad (8/3).

Baca Juga:  IKLB Diharapkan Bersinergi Bangun Mandau

Ia menjelaskan, tradisi lampu colok merupakan salah satu warisan budaya masyarakat yang selalu dinantikan setiap menjelang penghujung Ramadan. Selain menghadirkan keindahan cahaya di malam hari, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat kebersamaan warga.

Pembangunan menara lampu colok biasanya dilakukan secara gotong royong oleh para pemuda bersama masyarakat setempat. Sumber pendanaan berasal dari berbagai pihak, mulai dari bantuan desa, proposal yang diajukan kepada sejumlah instansi, hingga sumbangan masyarakat.

Syahrul menyebutkan, biaya pembangunan satu menara lampu colok dapat mencapai puluhan juta rupiah, tergantung desain dan bahan yang digunakan.

“Untuk satu menara, biaya paling kecil sekitar Rp20 juta. Namun jika masih ada bahan yang bisa dipakai dari tahun sebelumnya, biasanya akan dimanfaatkan kembali agar biaya bisa lebih hemat,” jelasnya.

Baca Juga:  Kwaran Pramuka Bathin Solapan Terima Bantuan

Meski membutuhkan biaya yang tidak sedikit, antusiasme masyarakat dalam mendukung tradisi lampu colok tetap tinggi. Banyak warga yang ikut menyumbang dana maupun membantu proses pengerjaan menara.

Ia juga mengungkapkan, masyarakat sering menanyakan kepada panitia apabila pembangunan lampu colok belum dimulai seperti biasanya.

“Kadang masyarakat bertanya kenapa belum dibuat. Artinya mereka memang menunggu tradisi ini setiap Ramadan,” katanya.

Untuk tahun ini, menara lampu colok di Pangkalan Batang Barat mengusung desain berbentuk masjid. Saat ini proses pengerjaan telah mencapai sekitar 90 persen dan tinggal tahap penyelesaian sebelum menara tersebut ditegakkan.(ksm)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari