BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Untuk memastikan perbaikan pelayanan penyeberangan Ro-Ro yang selama ini kerap dikeluhkan masyarakat, Bupati Bengkalis Kasmarni meninjau langsung Dermaga Air Putih, Selasa (6/1). Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya pembenahan layanan transportasi Ro-Ro Bengkalis–Sungai Selari.
Kasmarni menyampaikan harapannya agar langkah-langkah perbaikan yang tengah dilakukan mampu membawa perubahan positif bagi kualitas pelayanan transportasi penyeberangan tersebut.
“Kita berharap upaya yang dilakukan ini benar-benar dapat meningkatkan pelayanan, khususnya penyeberangan Ro-Ro Bengkalis–Sungai Selari,” ujarnya.
Ia menegaskan, persoalan Ro-Ro merupakan isu strategis karena berkaitan langsung dengan mobilitas masyarakat serta pergerakan ekonomi daerah. Oleh sebab itu, Bupati meminta seluruh kebijakan dan kegiatan pengelolaan Ro-Ro mendapat dukungan penuh dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), agar peningkatan pelayanan dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Selain itu, Kasmarni juga menekankan pentingnya peran operator dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, termasuk menjaga kebersihan kapal serta ketertiban operasional.
Ia juga memberi perhatian khusus terhadap jadwal docking kapal. “Kami minta agar rencana docking disampaikan paling lambat dua minggu sebelumnya dan tidak dilakukan secara bersamaan, sehingga operasional penyeberangan tetap berjalan normal dan tidak mengganggu mobilitas masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Bengkalis Ardiansyah memaparkan kondisi mobilitas penyeberangan di lintasan Dermaga Air Putih–Sungai Selari melalui sebuah aplikasi yang ditampilkan di layar televisi.
Aplikasi bernama Berlayar tersebut merupakan inovasi digital yang dikembangkan oleh mahasiswa magang dari Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) asal Desa Bantan Tengah. Aplikasi ini dirancang untuk mendukung pengelolaan layanan penyeberangan Ro-Ro.
Menurut Ardiansyah, aplikasi Berlayar akan segera diluncurkan dan dilengkapi berbagai fitur, seperti sistem timbangan kendaraan, e-tiket, parkir inap, serta pemantauan pergerakan kapal di perairan.
“Melalui aplikasi ini, kami berharap pengelolaan penyeberangan Ro-Ro menjadi lebih efektif. Untuk itu, kami mohon dukungan semua pihak agar aplikasi ini dapat segera diimplementasikan secara optimal,” ujarnya.
Jadwal Ro-Ro Meranti–Tanjung Buton Bertambah
Sementara itu, di Kabupaten Kepulauan Meranti, operator penyeberangan Ro-Ro Insit menetapkan pola operasional baru untuk tahun 2026. Penyesuaian jadwal dilakukan guna mendukung kelancaran arus penumpang serta distribusi barang antardaerah yang bergantung pada transportasi laut.
Salah satu perubahan signifikan terjadi pada rute Insit (Meranti)–Mengkapan (Tanjung Buton) yang dilayani KMP Tirus Meranti. Kapal tersebut kini dijadwalkan beroperasi rutin setiap Senin, Selasa, Kamis, dan Sabtu. Sebelumnya, layanan hanya tersedia satu kali dalam sepekan, yakni setiap Kamis.
Adapun pada hari Rabu dan Ahad, KMP Tirus Meranti akan melayani rute Insit–Pecah Buyung. Pengaturan ini diharapkan memberikan pilihan transportasi laut yang aman, nyaman, dan efisien bagi masyarakat.
Kepala Dinas Perhubungan Kepulauan Meranti Fahri melalui Kepala Bidang Prasarana dan Keselamatan Hasrizal menyampaikan bahwa pengaturan jadwal tersebut disusun untuk menjawab kebutuhan mobilitas warga dan pelaku usaha.
“Jadwal ini diharapkan mampu mengakomodasi kepentingan masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi yang memanfaatkan jalur laut,” ujarnya, Senin (5/1).
Ia juga mengingatkan calon penumpang agar memperhatikan jadwal keberangkatan, datang lebih awal ke pelabuhan, serta mematuhi seluruh aturan keselamatan selama proses penyeberangan. (ksm/wir/yls)


