Jumat, 4 April 2025
spot_img

Penyumbang Kosakata Bahasa Indonesia, Riau Harus Mendapat Perhatian Lebih

PEKANBARU (RIAU POS.CO) — Kepala Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Prof Dr Dadang Sunendar MHum menyatakan bahwa Provinsi Riau dan Kepri harus mendapat perhatian lebih dalam pembinaan bahasa dan sastra. Hal ini dikarenakan sebagai penyumbang kosakata terbesar bahasa Indonesia, kedua provinsi tersebut memiliki sastrawan yang sangat banyak.

"Memang harus diakui bahwa Riau harus diberi perhatian lebih bersama Kepri. Riau dan Kepri harus mendapatkan perhatian lebih karena geliat sastra juga lebih," ujar Dadang menanggapi pernyataan Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau pada rapat koordinasi di Jakarta, Senin (26/8/2019).

Kadis Kebudayaan Riau, Raja Yoserizal Zen dalam pertemuan itu menyatakan, masalah yang penting dalam rakor adalah bagaimana dalam melaksanakan kegiatan di daerah adanya sinergi antara UPT Balai Bahasa dengan Pemerintah Daerah, sehingga regulasi dan kebijakan antara pusat dan daerah sejalan.(dof)

Baca Juga:  LLMB Riau-Kepri Komitmen Terus Berjuang untuk Masyarakat

Laporan : Dofi Iskandar

Editor    : Rinaldi

PEKANBARU (RIAU POS.CO) — Kepala Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Prof Dr Dadang Sunendar MHum menyatakan bahwa Provinsi Riau dan Kepri harus mendapat perhatian lebih dalam pembinaan bahasa dan sastra. Hal ini dikarenakan sebagai penyumbang kosakata terbesar bahasa Indonesia, kedua provinsi tersebut memiliki sastrawan yang sangat banyak.

"Memang harus diakui bahwa Riau harus diberi perhatian lebih bersama Kepri. Riau dan Kepri harus mendapatkan perhatian lebih karena geliat sastra juga lebih," ujar Dadang menanggapi pernyataan Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau pada rapat koordinasi di Jakarta, Senin (26/8/2019).

Kadis Kebudayaan Riau, Raja Yoserizal Zen dalam pertemuan itu menyatakan, masalah yang penting dalam rakor adalah bagaimana dalam melaksanakan kegiatan di daerah adanya sinergi antara UPT Balai Bahasa dengan Pemerintah Daerah, sehingga regulasi dan kebijakan antara pusat dan daerah sejalan.(dof)

Baca Juga:  Kapolda Tinjau Vaksinasi Pelajar di Siak

Laporan : Dofi Iskandar

Editor    : Rinaldi

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Penyumbang Kosakata Bahasa Indonesia, Riau Harus Mendapat Perhatian Lebih

PEKANBARU (RIAU POS.CO) — Kepala Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Prof Dr Dadang Sunendar MHum menyatakan bahwa Provinsi Riau dan Kepri harus mendapat perhatian lebih dalam pembinaan bahasa dan sastra. Hal ini dikarenakan sebagai penyumbang kosakata terbesar bahasa Indonesia, kedua provinsi tersebut memiliki sastrawan yang sangat banyak.

"Memang harus diakui bahwa Riau harus diberi perhatian lebih bersama Kepri. Riau dan Kepri harus mendapatkan perhatian lebih karena geliat sastra juga lebih," ujar Dadang menanggapi pernyataan Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau pada rapat koordinasi di Jakarta, Senin (26/8/2019).

Kadis Kebudayaan Riau, Raja Yoserizal Zen dalam pertemuan itu menyatakan, masalah yang penting dalam rakor adalah bagaimana dalam melaksanakan kegiatan di daerah adanya sinergi antara UPT Balai Bahasa dengan Pemerintah Daerah, sehingga regulasi dan kebijakan antara pusat dan daerah sejalan.(dof)

Baca Juga:  Bupati Siak: Niat Lurus Kunci Ibadah Haji

Laporan : Dofi Iskandar

Editor    : Rinaldi

PEKANBARU (RIAU POS.CO) — Kepala Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Prof Dr Dadang Sunendar MHum menyatakan bahwa Provinsi Riau dan Kepri harus mendapat perhatian lebih dalam pembinaan bahasa dan sastra. Hal ini dikarenakan sebagai penyumbang kosakata terbesar bahasa Indonesia, kedua provinsi tersebut memiliki sastrawan yang sangat banyak.

"Memang harus diakui bahwa Riau harus diberi perhatian lebih bersama Kepri. Riau dan Kepri harus mendapatkan perhatian lebih karena geliat sastra juga lebih," ujar Dadang menanggapi pernyataan Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau pada rapat koordinasi di Jakarta, Senin (26/8/2019).

Kadis Kebudayaan Riau, Raja Yoserizal Zen dalam pertemuan itu menyatakan, masalah yang penting dalam rakor adalah bagaimana dalam melaksanakan kegiatan di daerah adanya sinergi antara UPT Balai Bahasa dengan Pemerintah Daerah, sehingga regulasi dan kebijakan antara pusat dan daerah sejalan.(dof)

Baca Juga:  Festival Pesona Danau Sipogas Menarik Kunjungan Wisatawan

Laporan : Dofi Iskandar

Editor    : Rinaldi

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari