Sabtu, 5 April 2025
spot_img

September, Beras Rastra Diganti BPNT

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Pemerintah Provinsi Riau mulai September 2019 mendatang akan menggantikan beras sejahtera (Rastra) dengan bantuan pangan non-tunai (BPNT). Pendistribusian menggunakan kartu keluarga sejahtera (KKS)  yang setiap keluarga penerima manfaat (KPM) mendapat jatah Rp110 ribu/bulan, Kamis (25/7).

Seperti disampaikan Kepala Dinas Sosial Provinsi Riau Dahrius Husin, untuk tahun sebelumnya diawali Kota Pekanbaru dari Raskin langsung BPNT.

‘’Pada 2018 lalu sudah tiga kabupaten/kota sudah BPNT, yakni Pekanbaru, Dumai dan Kuansing. Diawal tahun ini, Inhu, Pelalawan dan Siak juga sudah BPNT. Berikutnya September semuanya sudah harus BPNT sesuai surat Provinsi,” ungkapnya.

Melalui rakor, monitoring dan evaluasi pelaksanaan Raskin, Rastra dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) se-Provinsi Riau bersama anggota kabupaten/kota, beberapa permasalahan teknis yang ada di lapangan bisa segera diatasi.

Baca Juga:  Kesembuhan Pasien Covid-19 di Riau Capai 96,8 Persen

‘’Saya pernah ditelepon dan WA karena beras kurang bagus. Saat itu, satu hingga dua jam langsung diganti, ada pula beras patah mencapai 25 persen. Itu semua diatur, kalau parah dipulangkan semua. Ini petugas di lapangan harus tahu juga soal itu supaya masyarakat menerima bantuan dengan baik,” jelasnya.

Dahrius menuturkan, bantuan nontunai itu nantinya bisa dibelikan kebutuhan pokok, seperti beras dan telur. Pada e-warong yang telah ditunjuk disetiap wilayah. Dimana, KPM bisa berbelanja dengan menunjukan KKS yang dimilikinya.

‘’Komoditinya memang itu, beras dan telur,” sambungnya.

Dijelaskannya, ini sebagai upaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Serta dapat memberikan pilihan produk-produk e-warong sesuai keinginan masyarakat.

Baca Juga:  ASN Diajak Meriahkan MTQ Kabupaten

‘’Apakah berasnya kualitas Bagus atau sedang. Dibebaskan. Kalau dirupiahkan bantuannya mencapai Rp110 ribu/bulan itu,” sambungnya.

Selain Kepala Dinsos Riau, hadir pula Deputi Kepala Membidangi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Ruliah Bank Indonesia Provinsi Riau, Syahrul Baharisyah dan Kepala Perum Bulog Divre Riau dan Kepri, Abdul Muis.(*1)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Pemerintah Provinsi Riau mulai September 2019 mendatang akan menggantikan beras sejahtera (Rastra) dengan bantuan pangan non-tunai (BPNT). Pendistribusian menggunakan kartu keluarga sejahtera (KKS)  yang setiap keluarga penerima manfaat (KPM) mendapat jatah Rp110 ribu/bulan, Kamis (25/7).

Seperti disampaikan Kepala Dinas Sosial Provinsi Riau Dahrius Husin, untuk tahun sebelumnya diawali Kota Pekanbaru dari Raskin langsung BPNT.

‘’Pada 2018 lalu sudah tiga kabupaten/kota sudah BPNT, yakni Pekanbaru, Dumai dan Kuansing. Diawal tahun ini, Inhu, Pelalawan dan Siak juga sudah BPNT. Berikutnya September semuanya sudah harus BPNT sesuai surat Provinsi,” ungkapnya.

Melalui rakor, monitoring dan evaluasi pelaksanaan Raskin, Rastra dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) se-Provinsi Riau bersama anggota kabupaten/kota, beberapa permasalahan teknis yang ada di lapangan bisa segera diatasi.

Baca Juga:  Tersangkut Masalah Hukum, Kabag ULP Pemprov Riau Diberhentikan

‘’Saya pernah ditelepon dan WA karena beras kurang bagus. Saat itu, satu hingga dua jam langsung diganti, ada pula beras patah mencapai 25 persen. Itu semua diatur, kalau parah dipulangkan semua. Ini petugas di lapangan harus tahu juga soal itu supaya masyarakat menerima bantuan dengan baik,” jelasnya.

Dahrius menuturkan, bantuan nontunai itu nantinya bisa dibelikan kebutuhan pokok, seperti beras dan telur. Pada e-warong yang telah ditunjuk disetiap wilayah. Dimana, KPM bisa berbelanja dengan menunjukan KKS yang dimilikinya.

‘’Komoditinya memang itu, beras dan telur,” sambungnya.

Dijelaskannya, ini sebagai upaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Serta dapat memberikan pilihan produk-produk e-warong sesuai keinginan masyarakat.

Baca Juga:  Pembangunan TPQ Bentuk SDM Berkualitas 

‘’Apakah berasnya kualitas Bagus atau sedang. Dibebaskan. Kalau dirupiahkan bantuannya mencapai Rp110 ribu/bulan itu,” sambungnya.

Selain Kepala Dinsos Riau, hadir pula Deputi Kepala Membidangi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Ruliah Bank Indonesia Provinsi Riau, Syahrul Baharisyah dan Kepala Perum Bulog Divre Riau dan Kepri, Abdul Muis.(*1)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

September, Beras Rastra Diganti BPNT

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Pemerintah Provinsi Riau mulai September 2019 mendatang akan menggantikan beras sejahtera (Rastra) dengan bantuan pangan non-tunai (BPNT). Pendistribusian menggunakan kartu keluarga sejahtera (KKS)  yang setiap keluarga penerima manfaat (KPM) mendapat jatah Rp110 ribu/bulan, Kamis (25/7).

Seperti disampaikan Kepala Dinas Sosial Provinsi Riau Dahrius Husin, untuk tahun sebelumnya diawali Kota Pekanbaru dari Raskin langsung BPNT.

‘’Pada 2018 lalu sudah tiga kabupaten/kota sudah BPNT, yakni Pekanbaru, Dumai dan Kuansing. Diawal tahun ini, Inhu, Pelalawan dan Siak juga sudah BPNT. Berikutnya September semuanya sudah harus BPNT sesuai surat Provinsi,” ungkapnya.

Melalui rakor, monitoring dan evaluasi pelaksanaan Raskin, Rastra dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) se-Provinsi Riau bersama anggota kabupaten/kota, beberapa permasalahan teknis yang ada di lapangan bisa segera diatasi.

Baca Juga:  Bahan Pokok Harus Terjamin jika Karantina Wilayah

‘’Saya pernah ditelepon dan WA karena beras kurang bagus. Saat itu, satu hingga dua jam langsung diganti, ada pula beras patah mencapai 25 persen. Itu semua diatur, kalau parah dipulangkan semua. Ini petugas di lapangan harus tahu juga soal itu supaya masyarakat menerima bantuan dengan baik,” jelasnya.

Dahrius menuturkan, bantuan nontunai itu nantinya bisa dibelikan kebutuhan pokok, seperti beras dan telur. Pada e-warong yang telah ditunjuk disetiap wilayah. Dimana, KPM bisa berbelanja dengan menunjukan KKS yang dimilikinya.

‘’Komoditinya memang itu, beras dan telur,” sambungnya.

Dijelaskannya, ini sebagai upaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Serta dapat memberikan pilihan produk-produk e-warong sesuai keinginan masyarakat.

Baca Juga:  Gandeng BNNP Riau, Akabri 90 Gelar Vaksinasi dan Baksos

‘’Apakah berasnya kualitas Bagus atau sedang. Dibebaskan. Kalau dirupiahkan bantuannya mencapai Rp110 ribu/bulan itu,” sambungnya.

Selain Kepala Dinsos Riau, hadir pula Deputi Kepala Membidangi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Ruliah Bank Indonesia Provinsi Riau, Syahrul Baharisyah dan Kepala Perum Bulog Divre Riau dan Kepri, Abdul Muis.(*1)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Pemerintah Provinsi Riau mulai September 2019 mendatang akan menggantikan beras sejahtera (Rastra) dengan bantuan pangan non-tunai (BPNT). Pendistribusian menggunakan kartu keluarga sejahtera (KKS)  yang setiap keluarga penerima manfaat (KPM) mendapat jatah Rp110 ribu/bulan, Kamis (25/7).

Seperti disampaikan Kepala Dinas Sosial Provinsi Riau Dahrius Husin, untuk tahun sebelumnya diawali Kota Pekanbaru dari Raskin langsung BPNT.

‘’Pada 2018 lalu sudah tiga kabupaten/kota sudah BPNT, yakni Pekanbaru, Dumai dan Kuansing. Diawal tahun ini, Inhu, Pelalawan dan Siak juga sudah BPNT. Berikutnya September semuanya sudah harus BPNT sesuai surat Provinsi,” ungkapnya.

Melalui rakor, monitoring dan evaluasi pelaksanaan Raskin, Rastra dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) se-Provinsi Riau bersama anggota kabupaten/kota, beberapa permasalahan teknis yang ada di lapangan bisa segera diatasi.

Baca Juga:  Sudah 135 Hektare Lahan Terbakar, Provinsi Riau Siaga Darurat Karhutla

‘’Saya pernah ditelepon dan WA karena beras kurang bagus. Saat itu, satu hingga dua jam langsung diganti, ada pula beras patah mencapai 25 persen. Itu semua diatur, kalau parah dipulangkan semua. Ini petugas di lapangan harus tahu juga soal itu supaya masyarakat menerima bantuan dengan baik,” jelasnya.

Dahrius menuturkan, bantuan nontunai itu nantinya bisa dibelikan kebutuhan pokok, seperti beras dan telur. Pada e-warong yang telah ditunjuk disetiap wilayah. Dimana, KPM bisa berbelanja dengan menunjukan KKS yang dimilikinya.

‘’Komoditinya memang itu, beras dan telur,” sambungnya.

Dijelaskannya, ini sebagai upaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Serta dapat memberikan pilihan produk-produk e-warong sesuai keinginan masyarakat.

Baca Juga:  Tersangkut Masalah Hukum, Kabag ULP Pemprov Riau Diberhentikan

‘’Apakah berasnya kualitas Bagus atau sedang. Dibebaskan. Kalau dirupiahkan bantuannya mencapai Rp110 ribu/bulan itu,” sambungnya.

Selain Kepala Dinsos Riau, hadir pula Deputi Kepala Membidangi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Ruliah Bank Indonesia Provinsi Riau, Syahrul Baharisyah dan Kepala Perum Bulog Divre Riau dan Kepri, Abdul Muis.(*1)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari