PANGKALANKERINCI (RIAUPOS.CO) – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Riau (Unri) mengembangkan potensi wisata sungai dan sektor perikanan di Desa Mak Teduh, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan.
Program bertajuk Pengembangan Desa Hutan Wisata Terintegrasi Perikanan Sungai Berbasis Keberlanjutan Lingkungan Hijau tersebut didanai melalui DIPA Universitas Riau Tahun Anggaran 2026.
Rangkaian kegiatan diawali dari survei lapangan pada 15 Juli 2026, kemudian dilanjutkan dengan penyusuran sungai dari kawasan Dermaga Kampung Nelayan menuju Sungai Boba serta pendampingan masyarakat pada 28–29 September 2026.
Ketua Tim Pengabdian FEB Unri, Dr HM Rasuli SE MSi Ak, mengutarakan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menempatkan masyarakat lokal sebagai pengelola utama penggerak ekonomi daerah.
“Pengembangan paket ekowisata ini dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan kesiapan kelompok masyarakat, prosedur pembukuan sederhana, keselamatan kunjungan, serta kelestarian lingkungan hidup di Desa Mak Teduh,” ujar Rasuli, Jumat (6/11/2026).
Kegiatan ini turut didampingi jajaran dosen FEB Unri yakni Nanda Fito Mela, Taufiqurrahman, Arika Fitriani, Azzahra Dita Reminda, dan Sari, dengan menggaet sinergi pemerintah desa, kelompok ekowisata, serta kelompok perikanan setempat.
PANGKALANKERINCI (RIAUPOS.CO) – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Riau (Unri) mengembangkan potensi wisata sungai dan sektor perikanan di Desa Mak Teduh, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan.
Program bertajuk Pengembangan Desa Hutan Wisata Terintegrasi Perikanan Sungai Berbasis Keberlanjutan Lingkungan Hijau tersebut didanai melalui DIPA Universitas Riau Tahun Anggaran 2026.
Rangkaian kegiatan diawali dari survei lapangan pada 15 Juli 2026, kemudian dilanjutkan dengan penyusuran sungai dari kawasan Dermaga Kampung Nelayan menuju Sungai Boba serta pendampingan masyarakat pada 28–29 September 2026.
Ketua Tim Pengabdian FEB Unri, Dr HM Rasuli SE MSi Ak, mengutarakan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menempatkan masyarakat lokal sebagai pengelola utama penggerak ekonomi daerah.
“Pengembangan paket ekowisata ini dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan kesiapan kelompok masyarakat, prosedur pembukuan sederhana, keselamatan kunjungan, serta kelestarian lingkungan hidup di Desa Mak Teduh,” ujar Rasuli, Jumat (6/11/2026).
Kegiatan ini turut didampingi jajaran dosen FEB Unri yakni Nanda Fito Mela, Taufiqurrahman, Arika Fitriani, Azzahra Dita Reminda, dan Sari, dengan menggaet sinergi pemerintah desa, kelompok ekowisata, serta kelompok perikanan setempat.