Minggu, 23 Juni 2024

Tak Mampu Bayar UKT yang Mahal

Hampir 50 Calon Mahasiswa Unri Terancam Tak Kuliah

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Dampak kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) mulai dirasakan calon mahasiswa baru di Universitas Riau (Unri). Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unri menerima pengaduan hampir 50 calon mahasiswa baru tidak bisa melanjutkan kuliah karena UKT mahal.

Menteri Hukum Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa BEM Unri, Rialdy mengatakan, hampir 50 calon mahasiswa baru tersebut tidak bisa lanjut kuliah karena belum bisa membayar UKT. Pasalnya, mereka ada yang mendapat pengelompokan UKT 6, UKT 5, dan UKT 4. “Makanya mereka belum bisa membayar,” ujarnya, Ahad (19/5).

- Advertisement -

Lebih lanjut dikatakannya, saat ini (BEM Unri) tengah menjalin komunikasi dengan pimpinan Unri untuk membantu setidaknya terkait pencicilan dan juga mungkin subsidi untuk pembayaran UKT bagi calon mahasiswa baru tersebut.

“Namun, yang sedang kami upayakan sekarang adalah untuk melobi perpanjangan dan cicilan pembayaran UKT tersebut. Kalau seandainya UKT tersebut tidak bisa diturunkan kembali sesuai dengan pengelompokan yang didapat oleh masing-masing mahasiswa tersebut, setidaknya bisa dicicil,” ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang calon mahasiswa Unri di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan yang lulus melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2024, yang namanya enggan disebutkan mengungkapkan, pekerjaan orangtuanya hanya seorang kuli bangunan dengan upah atau gaji Rp1,5 juta per bulan. Ia pun berharap bisa mendapatkan UKT 1 atau UKT 2 yang nilainya Rp1 juta atau Rp2 jutaan.

- Advertisement -
Baca Juga:  Isu Perkelapaan Jadi Pembicaraan Pusat

“Kemarin saya sudah menyampaikan pengajuan untuk keringanan dengan memberikan slip gaji orang tua saya yang hanya bekerja sebagai kuli bangunan. Saya berharap dengan pengajuan itu bisa mendapatkan penurunan dari yang sebelumnya dari UKT 5 menjadi UKT 4 yang nilainya Rp3,4 juta,” ujarnya.

Untuk itu dirinya berharap agar pihak Unri bisa memberikan keringanan sehingga dirinya bisa melanjutkan kuliah. “Kalau dengan nilai UKT segitu (UKT 4 Rp3,5 juta, red), tentu orang tua saya tidak mampu karena gaji per bulan orang tua saya hanya Rp1,5 juta,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Rektor III Unri Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr Hermandra MA mengungkapkan, dirinya akan menyampaikan kepada unsur pimpinan dan akan segara melakukan rapat. Selain itu, pihaknya juga akan meminta data calon mahasiswa tersebut secara kolektif dan akan melakukan pengecekan di lapangan.

“Karena mahasiswa itu merasa susah dan ingin minta kelompok UKT diturunkan, makanya kami akan cek ke lapangan. Kemarin ada mahasiswa minta penurunan UKT, kemudian kami turunkan dari UKT 7 ke UKT 5, tetapi masih keberatan dan kemudian minta turunkan lagi ke 3. Nanti akan saya sampaikan ke unsur pimpinan,” ujarnya.

Berdasarkan Surat Keputusan Rektor Universitas Riau (Unri) Nomor 1143/UN19/KPT/2024 tentang penetapan tarif Uang Kuliah Tunggal (UKT), terdapat 12 Kelompok UKT (UKT 1 sampai dengan UKT 12). Setelah ada masukan dari masyarakat dan mahasiswa, maka kelompok UKT diberlakukan hanya sampai  UKT 7 (kecuali Fakultas Keperawatan dan Fakultas Kedokteran).

Baca Juga:  Rektor Unri Tampung Aspirasi Mahasiswa terkait Penolakan Kenaikan UKT dan IPI

Adapun Penetapan UKT untuk Tahun Ajaran 2024/2025, Unri tetap memperhatikan aspirasi dan kesulitan ekonomi masyarakat, serta dengan prinsip-prinsip keadilan. Hermandra mengatakan, terkait biaya kuliah bagi mahasiswa, Unri memfasilitasi beasiswa bekerja sama dengan berbagai pihak.

Di antaranya beasiswa dari  Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (KemendikbudrRistek), Kementerian Kesehatan, Pemerintahan Provinsi Riau, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Bank Indonesia (BI), PT DJARUM, Tanoto Foundation, dan lain-lain.

Dijelaskannya, pada tahun 2022, ada 8.693 mahasiswa program sarjana (S1) menerima beasiswa, 52 mahasiswa pascasarjana (S2) dan terbagi dalam  99 jenis beasiswa. Tahun 2023, jumlah penerima beasiswa ada 9.639 mahasiswa S1, 94 mahasiswa program pascasarjana (S2) dengan 44 jenis beasiswa.

Untuk tahun 2024 (data per 15 April 2024), jumlah mahasiswa penerima beasiswa ada 9.109 mahasiswa (S1) yang terbagi ke dalam 33 jenis beasiswa. “Unri juga memiliki Unit Pengelola Zakat (UPZ) yang berkolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Riau dalam menyalurkan bantuan UKT kepada mahasiswa yang berhak,” ujarnya.

Ia menambahkan, dari semester ganjil 2021 hingga semester genap 2023, UPZ Unri telah menyalurkan bantuan UKT untuk mahasiswa Unri sebesar  Rp721.414.000 dengan jumlah penerima 492 mahasiswa.(dof)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Dampak kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) mulai dirasakan calon mahasiswa baru di Universitas Riau (Unri). Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unri menerima pengaduan hampir 50 calon mahasiswa baru tidak bisa melanjutkan kuliah karena UKT mahal.

Menteri Hukum Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa BEM Unri, Rialdy mengatakan, hampir 50 calon mahasiswa baru tersebut tidak bisa lanjut kuliah karena belum bisa membayar UKT. Pasalnya, mereka ada yang mendapat pengelompokan UKT 6, UKT 5, dan UKT 4. “Makanya mereka belum bisa membayar,” ujarnya, Ahad (19/5).

Lebih lanjut dikatakannya, saat ini (BEM Unri) tengah menjalin komunikasi dengan pimpinan Unri untuk membantu setidaknya terkait pencicilan dan juga mungkin subsidi untuk pembayaran UKT bagi calon mahasiswa baru tersebut.

“Namun, yang sedang kami upayakan sekarang adalah untuk melobi perpanjangan dan cicilan pembayaran UKT tersebut. Kalau seandainya UKT tersebut tidak bisa diturunkan kembali sesuai dengan pengelompokan yang didapat oleh masing-masing mahasiswa tersebut, setidaknya bisa dicicil,” ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang calon mahasiswa Unri di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan yang lulus melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2024, yang namanya enggan disebutkan mengungkapkan, pekerjaan orangtuanya hanya seorang kuli bangunan dengan upah atau gaji Rp1,5 juta per bulan. Ia pun berharap bisa mendapatkan UKT 1 atau UKT 2 yang nilainya Rp1 juta atau Rp2 jutaan.

Baca Juga:  Tiga Siswa SMAN 1 Sentajo Raya Lulus PTN

“Kemarin saya sudah menyampaikan pengajuan untuk keringanan dengan memberikan slip gaji orang tua saya yang hanya bekerja sebagai kuli bangunan. Saya berharap dengan pengajuan itu bisa mendapatkan penurunan dari yang sebelumnya dari UKT 5 menjadi UKT 4 yang nilainya Rp3,4 juta,” ujarnya.

Untuk itu dirinya berharap agar pihak Unri bisa memberikan keringanan sehingga dirinya bisa melanjutkan kuliah. “Kalau dengan nilai UKT segitu (UKT 4 Rp3,5 juta, red), tentu orang tua saya tidak mampu karena gaji per bulan orang tua saya hanya Rp1,5 juta,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Rektor III Unri Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr Hermandra MA mengungkapkan, dirinya akan menyampaikan kepada unsur pimpinan dan akan segara melakukan rapat. Selain itu, pihaknya juga akan meminta data calon mahasiswa tersebut secara kolektif dan akan melakukan pengecekan di lapangan.

“Karena mahasiswa itu merasa susah dan ingin minta kelompok UKT diturunkan, makanya kami akan cek ke lapangan. Kemarin ada mahasiswa minta penurunan UKT, kemudian kami turunkan dari UKT 7 ke UKT 5, tetapi masih keberatan dan kemudian minta turunkan lagi ke 3. Nanti akan saya sampaikan ke unsur pimpinan,” ujarnya.

Berdasarkan Surat Keputusan Rektor Universitas Riau (Unri) Nomor 1143/UN19/KPT/2024 tentang penetapan tarif Uang Kuliah Tunggal (UKT), terdapat 12 Kelompok UKT (UKT 1 sampai dengan UKT 12). Setelah ada masukan dari masyarakat dan mahasiswa, maka kelompok UKT diberlakukan hanya sampai  UKT 7 (kecuali Fakultas Keperawatan dan Fakultas Kedokteran).

Baca Juga:  Pemprov Minta Pemko Tunda Pasar Murah

Adapun Penetapan UKT untuk Tahun Ajaran 2024/2025, Unri tetap memperhatikan aspirasi dan kesulitan ekonomi masyarakat, serta dengan prinsip-prinsip keadilan. Hermandra mengatakan, terkait biaya kuliah bagi mahasiswa, Unri memfasilitasi beasiswa bekerja sama dengan berbagai pihak.

Di antaranya beasiswa dari  Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (KemendikbudrRistek), Kementerian Kesehatan, Pemerintahan Provinsi Riau, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Bank Indonesia (BI), PT DJARUM, Tanoto Foundation, dan lain-lain.

Dijelaskannya, pada tahun 2022, ada 8.693 mahasiswa program sarjana (S1) menerima beasiswa, 52 mahasiswa pascasarjana (S2) dan terbagi dalam  99 jenis beasiswa. Tahun 2023, jumlah penerima beasiswa ada 9.639 mahasiswa S1, 94 mahasiswa program pascasarjana (S2) dengan 44 jenis beasiswa.

Untuk tahun 2024 (data per 15 April 2024), jumlah mahasiswa penerima beasiswa ada 9.109 mahasiswa (S1) yang terbagi ke dalam 33 jenis beasiswa. “Unri juga memiliki Unit Pengelola Zakat (UPZ) yang berkolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Riau dalam menyalurkan bantuan UKT kepada mahasiswa yang berhak,” ujarnya.

Ia menambahkan, dari semester ganjil 2021 hingga semester genap 2023, UPZ Unri telah menyalurkan bantuan UKT untuk mahasiswa Unri sebesar  Rp721.414.000 dengan jumlah penerima 492 mahasiswa.(dof)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari