Sabtu, 5 April 2025
spot_img

FK Unri Edukasi Masyarakat tentang Covid-19

Sejak ditemukannya pasien terkonfirmasi Covid-19 di Indonesia pada 2 Maret 2020 lalu, penyakit ini terus berkembang pesat hingga pemerintah mengambil tindakan tegas melaksanakan  pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Dengan ditetapkannya PSBB, sebagian besar  kegiatan dilakukan di rumah dengan bantuan internet, salah satu kegiatan yang dilakukan secara daring adalah perkuliahan, namun hal ini tidak membuat mahasiswa menjadi tidak produktif karena masih banyak hal yang bisa dilakukan secara online, tak terkecuali mengabdi pada masyarakat.

Untuk memenuhi Tri Dharma Perguruan Tinggi mengenai pengabdian khususnya yang dilaksanakan oleh mahasiswa, Universitas Riau melaksanakan skema kukerta relawan Covid-19. Kukerta relawan Covid-19 ini merupakan bentuk dari kukerta tematik yang dinaungi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Riau. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Riau (FK Unri) bergabung sebagai relawan Covid-19 Unri dengan melakukan kegiatan Komunikasi, informasi dan Edukasi (KIE) dalam masa pandemi Covid-19 yang diselenggarakan dari April hingga Mei 2020.

Baca Juga:  Turap Pelabuhan Camat Kembali Ambruk

Zhànshì merupakan salah satu tim yang terbentuk dalam program ini. Beranggotakan Syarifah Fathurrahmah dan Dhini Mukhlisa yang merupakan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Riau Angkatan 2017, Zhànshì membentuk grup Virtual Community di whatsapp dengan target mahasiswa non kesehatan. Dengan harapan, mahasiswa sebagai agent of change juga dapat berperan sebagai media penyebarluasan informasi Covid-19 ini. Dalam grup ini Zhànshì melakukan edukasi mengenai apa itu Covid-19 bagaimana penularannya, dan informasi informasi lain yang berkaitan dengan Covid-19 serta menjadi wadah diskusi untuk teman-teman anggota grup virtual community ini. Selain itu, tim ini juga membuat poster dan video edukasi  mengenai apa itu covid, cara melakukan desinfeksi dan perbedaan ODP, PDP, OTG dan pasien konfirmasi yang disebar keseluruh media sosial.

Baca Juga:  Gelar Vaksinasi Booster di Mal

"Harapan kami dengan dilakukannya hal ini bisa meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai hal hal seputar Covid-19  dan masyarakat lebih mengerti sehingga dapat cermat dalam bersikap terhadap pandemi yang tengah berlangsung ini," kata Syarifah.

"Kita sadar bahwa  wabah ini merupakan bencana besar bagi seluruh dunia sehingga diperlukan kerja sama dari setiap inividu, rasa saling mengerti dan saling mendukung satu sama lain. Jika semua orang mengambil perannya, maka kami yakin pandemik ini akan segera berakhir dan kita semua bisa beraktivitas seperti sediakala," Imbuh Dhini.

Laporan: Jarir Amrun
Editor: Rinaldi

Sejak ditemukannya pasien terkonfirmasi Covid-19 di Indonesia pada 2 Maret 2020 lalu, penyakit ini terus berkembang pesat hingga pemerintah mengambil tindakan tegas melaksanakan  pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Dengan ditetapkannya PSBB, sebagian besar  kegiatan dilakukan di rumah dengan bantuan internet, salah satu kegiatan yang dilakukan secara daring adalah perkuliahan, namun hal ini tidak membuat mahasiswa menjadi tidak produktif karena masih banyak hal yang bisa dilakukan secara online, tak terkecuali mengabdi pada masyarakat.

Untuk memenuhi Tri Dharma Perguruan Tinggi mengenai pengabdian khususnya yang dilaksanakan oleh mahasiswa, Universitas Riau melaksanakan skema kukerta relawan Covid-19. Kukerta relawan Covid-19 ini merupakan bentuk dari kukerta tematik yang dinaungi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Riau. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Riau (FK Unri) bergabung sebagai relawan Covid-19 Unri dengan melakukan kegiatan Komunikasi, informasi dan Edukasi (KIE) dalam masa pandemi Covid-19 yang diselenggarakan dari April hingga Mei 2020.

Baca Juga:  Tips Cat Tahan Lama

Zhànshì merupakan salah satu tim yang terbentuk dalam program ini. Beranggotakan Syarifah Fathurrahmah dan Dhini Mukhlisa yang merupakan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Riau Angkatan 2017, Zhànshì membentuk grup Virtual Community di whatsapp dengan target mahasiswa non kesehatan. Dengan harapan, mahasiswa sebagai agent of change juga dapat berperan sebagai media penyebarluasan informasi Covid-19 ini. Dalam grup ini Zhànshì melakukan edukasi mengenai apa itu Covid-19 bagaimana penularannya, dan informasi informasi lain yang berkaitan dengan Covid-19 serta menjadi wadah diskusi untuk teman-teman anggota grup virtual community ini. Selain itu, tim ini juga membuat poster dan video edukasi  mengenai apa itu covid, cara melakukan desinfeksi dan perbedaan ODP, PDP, OTG dan pasien konfirmasi yang disebar keseluruh media sosial.

Baca Juga:  Minta Pramuka Tak Dibawa ke Politik

"Harapan kami dengan dilakukannya hal ini bisa meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai hal hal seputar Covid-19  dan masyarakat lebih mengerti sehingga dapat cermat dalam bersikap terhadap pandemi yang tengah berlangsung ini," kata Syarifah.

"Kita sadar bahwa  wabah ini merupakan bencana besar bagi seluruh dunia sehingga diperlukan kerja sama dari setiap inividu, rasa saling mengerti dan saling mendukung satu sama lain. Jika semua orang mengambil perannya, maka kami yakin pandemik ini akan segera berakhir dan kita semua bisa beraktivitas seperti sediakala," Imbuh Dhini.

Laporan: Jarir Amrun
Editor: Rinaldi

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

FK Unri Edukasi Masyarakat tentang Covid-19

Sejak ditemukannya pasien terkonfirmasi Covid-19 di Indonesia pada 2 Maret 2020 lalu, penyakit ini terus berkembang pesat hingga pemerintah mengambil tindakan tegas melaksanakan  pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Dengan ditetapkannya PSBB, sebagian besar  kegiatan dilakukan di rumah dengan bantuan internet, salah satu kegiatan yang dilakukan secara daring adalah perkuliahan, namun hal ini tidak membuat mahasiswa menjadi tidak produktif karena masih banyak hal yang bisa dilakukan secara online, tak terkecuali mengabdi pada masyarakat.

Untuk memenuhi Tri Dharma Perguruan Tinggi mengenai pengabdian khususnya yang dilaksanakan oleh mahasiswa, Universitas Riau melaksanakan skema kukerta relawan Covid-19. Kukerta relawan Covid-19 ini merupakan bentuk dari kukerta tematik yang dinaungi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Riau. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Riau (FK Unri) bergabung sebagai relawan Covid-19 Unri dengan melakukan kegiatan Komunikasi, informasi dan Edukasi (KIE) dalam masa pandemi Covid-19 yang diselenggarakan dari April hingga Mei 2020.

Baca Juga:  Gelar Vaksinasi Booster di Mal

Zhànshì merupakan salah satu tim yang terbentuk dalam program ini. Beranggotakan Syarifah Fathurrahmah dan Dhini Mukhlisa yang merupakan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Riau Angkatan 2017, Zhànshì membentuk grup Virtual Community di whatsapp dengan target mahasiswa non kesehatan. Dengan harapan, mahasiswa sebagai agent of change juga dapat berperan sebagai media penyebarluasan informasi Covid-19 ini. Dalam grup ini Zhànshì melakukan edukasi mengenai apa itu Covid-19 bagaimana penularannya, dan informasi informasi lain yang berkaitan dengan Covid-19 serta menjadi wadah diskusi untuk teman-teman anggota grup virtual community ini. Selain itu, tim ini juga membuat poster dan video edukasi  mengenai apa itu covid, cara melakukan desinfeksi dan perbedaan ODP, PDP, OTG dan pasien konfirmasi yang disebar keseluruh media sosial.

Baca Juga:  Aisyah Masuk 15 Besar MTQ Internasional

"Harapan kami dengan dilakukannya hal ini bisa meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai hal hal seputar Covid-19  dan masyarakat lebih mengerti sehingga dapat cermat dalam bersikap terhadap pandemi yang tengah berlangsung ini," kata Syarifah.

"Kita sadar bahwa  wabah ini merupakan bencana besar bagi seluruh dunia sehingga diperlukan kerja sama dari setiap inividu, rasa saling mengerti dan saling mendukung satu sama lain. Jika semua orang mengambil perannya, maka kami yakin pandemik ini akan segera berakhir dan kita semua bisa beraktivitas seperti sediakala," Imbuh Dhini.

Laporan: Jarir Amrun
Editor: Rinaldi

Sejak ditemukannya pasien terkonfirmasi Covid-19 di Indonesia pada 2 Maret 2020 lalu, penyakit ini terus berkembang pesat hingga pemerintah mengambil tindakan tegas melaksanakan  pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Dengan ditetapkannya PSBB, sebagian besar  kegiatan dilakukan di rumah dengan bantuan internet, salah satu kegiatan yang dilakukan secara daring adalah perkuliahan, namun hal ini tidak membuat mahasiswa menjadi tidak produktif karena masih banyak hal yang bisa dilakukan secara online, tak terkecuali mengabdi pada masyarakat.

Untuk memenuhi Tri Dharma Perguruan Tinggi mengenai pengabdian khususnya yang dilaksanakan oleh mahasiswa, Universitas Riau melaksanakan skema kukerta relawan Covid-19. Kukerta relawan Covid-19 ini merupakan bentuk dari kukerta tematik yang dinaungi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Riau. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Riau (FK Unri) bergabung sebagai relawan Covid-19 Unri dengan melakukan kegiatan Komunikasi, informasi dan Edukasi (KIE) dalam masa pandemi Covid-19 yang diselenggarakan dari April hingga Mei 2020.

Baca Juga:  Minta Pramuka Tak Dibawa ke Politik

Zhànshì merupakan salah satu tim yang terbentuk dalam program ini. Beranggotakan Syarifah Fathurrahmah dan Dhini Mukhlisa yang merupakan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Riau Angkatan 2017, Zhànshì membentuk grup Virtual Community di whatsapp dengan target mahasiswa non kesehatan. Dengan harapan, mahasiswa sebagai agent of change juga dapat berperan sebagai media penyebarluasan informasi Covid-19 ini. Dalam grup ini Zhànshì melakukan edukasi mengenai apa itu Covid-19 bagaimana penularannya, dan informasi informasi lain yang berkaitan dengan Covid-19 serta menjadi wadah diskusi untuk teman-teman anggota grup virtual community ini. Selain itu, tim ini juga membuat poster dan video edukasi  mengenai apa itu covid, cara melakukan desinfeksi dan perbedaan ODP, PDP, OTG dan pasien konfirmasi yang disebar keseluruh media sosial.

Baca Juga:  Turap Pelabuhan Camat Kembali Ambruk

"Harapan kami dengan dilakukannya hal ini bisa meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai hal hal seputar Covid-19  dan masyarakat lebih mengerti sehingga dapat cermat dalam bersikap terhadap pandemi yang tengah berlangsung ini," kata Syarifah.

"Kita sadar bahwa  wabah ini merupakan bencana besar bagi seluruh dunia sehingga diperlukan kerja sama dari setiap inividu, rasa saling mengerti dan saling mendukung satu sama lain. Jika semua orang mengambil perannya, maka kami yakin pandemik ini akan segera berakhir dan kita semua bisa beraktivitas seperti sediakala," Imbuh Dhini.

Laporan: Jarir Amrun
Editor: Rinaldi

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari