Minggu, 6 April 2025
spot_img

Ribuan Warga Salat Minta Hujan

(RIAUPOS.CO) — Ribuan masyarakat Kabupaten Siak dari berbagai lapisan memadati  lapangan Tugu Istana Siak melaksanaan Salat Istisqa (minta hujan), Senin (12/8).

Usai selesai Salat Istisqa, tidak sampai satu jam turun hujan lebat membasahi bumi Sriindrapura sekitarnya, meski hanya berapa menit saja. Di kecamatan lain di antaranya Kecamatan Tualang juga turun hujan membasahi kota industri Perawang, Koto Gasib, Minas dan Sungai Mandau.

Kabut asap sudah sebulan lebih menyelimuti Kabupaten Siak akibat dari kebakaran hutan dan lahan, sehingga Bupati Siak Drs H Alfedri mengimbau masyarakat untuk melaksanakan Salat Istisqa.

Salat Istisqa tersebut dihadiri Bupati Siak Drs H Alfedri MSi, Forkopimda, para asisten, kepala OPD, Kapolres Siak, sekolah dan elemen masyarakat.

Baca Juga:  Riau Targetkan Remajakan Kelapa Sawit hingga 40 Hektare

Bupati Siak Alfedri menyampaikan, apel Senin kali ini sengaja dilaksanakan di lapangan Tugu Istana karena dilaksanakan Salat Istisqa.

Bupati mengatakan, mengingat kabut asap yang dirasakan semakin tebal, penyebabnya kebakaran hutan dan lahan akibat musim kering yang panjang.
 
“Sebagai manusia yang meyakini setiap musibah dan rahmat datangnya dari Allah SWT. Kita bersama-sama berdoa dan salat minta hujan, semoga hajat kita dikabulkan Allah,” ujar Alfedri dengan nada haru.

Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan ini sebut Alfedri, sudah semaksimal mungkin dilakukan dengan melibatkan seluruh komponen, pihak kepolisian, TNI, Damkar, Masyarakat Peduli Api, Manggala Agni dan perusahaan, baik melalui udara maupun melalui darat upaya pemadankan api.

Baca Juga:  FWL DPRD Riau Studi Jurnalistik ke Negeri Jiran

“Kita sudah bekerja secara maksimal dalam memadamkan api, dengan harapan kabut tidak bertambah tebal, dan hujan akan turun. Namun itu tidak cukup agar hujan itu turun atas kehendak Allah, hari ini (kemarin, red)  kita bersama-sama bermunajat minta turunkan hujan agar bencana asap ini hilang,” ungkapnya.

Alfedri menyampaikan, Gubernur Riau juga mengimbau jika kabut asap bertambah tebal, anak sekolah boleh diliburkan dengan catatan sekolah wajib melaporkan ke Dinas Pendidikan masing-masing.(kom)

 

Laporan WIWIK WIDANINGSIH, Siak

(RIAUPOS.CO) — Ribuan masyarakat Kabupaten Siak dari berbagai lapisan memadati  lapangan Tugu Istana Siak melaksanaan Salat Istisqa (minta hujan), Senin (12/8).

Usai selesai Salat Istisqa, tidak sampai satu jam turun hujan lebat membasahi bumi Sriindrapura sekitarnya, meski hanya berapa menit saja. Di kecamatan lain di antaranya Kecamatan Tualang juga turun hujan membasahi kota industri Perawang, Koto Gasib, Minas dan Sungai Mandau.

Kabut asap sudah sebulan lebih menyelimuti Kabupaten Siak akibat dari kebakaran hutan dan lahan, sehingga Bupati Siak Drs H Alfedri mengimbau masyarakat untuk melaksanakan Salat Istisqa.

Salat Istisqa tersebut dihadiri Bupati Siak Drs H Alfedri MSi, Forkopimda, para asisten, kepala OPD, Kapolres Siak, sekolah dan elemen masyarakat.

Baca Juga:  FWL DPRD Riau Studi Jurnalistik ke Negeri Jiran

Bupati Siak Alfedri menyampaikan, apel Senin kali ini sengaja dilaksanakan di lapangan Tugu Istana karena dilaksanakan Salat Istisqa.

Bupati mengatakan, mengingat kabut asap yang dirasakan semakin tebal, penyebabnya kebakaran hutan dan lahan akibat musim kering yang panjang.
 
“Sebagai manusia yang meyakini setiap musibah dan rahmat datangnya dari Allah SWT. Kita bersama-sama berdoa dan salat minta hujan, semoga hajat kita dikabulkan Allah,” ujar Alfedri dengan nada haru.

Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan ini sebut Alfedri, sudah semaksimal mungkin dilakukan dengan melibatkan seluruh komponen, pihak kepolisian, TNI, Damkar, Masyarakat Peduli Api, Manggala Agni dan perusahaan, baik melalui udara maupun melalui darat upaya pemadankan api.

Baca Juga:  Bupati/Wako Diminta Siapkan Anggaran 

“Kita sudah bekerja secara maksimal dalam memadamkan api, dengan harapan kabut tidak bertambah tebal, dan hujan akan turun. Namun itu tidak cukup agar hujan itu turun atas kehendak Allah, hari ini (kemarin, red)  kita bersama-sama bermunajat minta turunkan hujan agar bencana asap ini hilang,” ungkapnya.

Alfedri menyampaikan, Gubernur Riau juga mengimbau jika kabut asap bertambah tebal, anak sekolah boleh diliburkan dengan catatan sekolah wajib melaporkan ke Dinas Pendidikan masing-masing.(kom)

 

Laporan WIWIK WIDANINGSIH, Siak

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Ribuan Warga Salat Minta Hujan

(RIAUPOS.CO) — Ribuan masyarakat Kabupaten Siak dari berbagai lapisan memadati  lapangan Tugu Istana Siak melaksanaan Salat Istisqa (minta hujan), Senin (12/8).

Usai selesai Salat Istisqa, tidak sampai satu jam turun hujan lebat membasahi bumi Sriindrapura sekitarnya, meski hanya berapa menit saja. Di kecamatan lain di antaranya Kecamatan Tualang juga turun hujan membasahi kota industri Perawang, Koto Gasib, Minas dan Sungai Mandau.

Kabut asap sudah sebulan lebih menyelimuti Kabupaten Siak akibat dari kebakaran hutan dan lahan, sehingga Bupati Siak Drs H Alfedri mengimbau masyarakat untuk melaksanakan Salat Istisqa.

Salat Istisqa tersebut dihadiri Bupati Siak Drs H Alfedri MSi, Forkopimda, para asisten, kepala OPD, Kapolres Siak, sekolah dan elemen masyarakat.

Baca Juga:  Dua Wartawan Riau Pos masuk Final LKTJ RAPP-APR

Bupati Siak Alfedri menyampaikan, apel Senin kali ini sengaja dilaksanakan di lapangan Tugu Istana karena dilaksanakan Salat Istisqa.

Bupati mengatakan, mengingat kabut asap yang dirasakan semakin tebal, penyebabnya kebakaran hutan dan lahan akibat musim kering yang panjang.
 
“Sebagai manusia yang meyakini setiap musibah dan rahmat datangnya dari Allah SWT. Kita bersama-sama berdoa dan salat minta hujan, semoga hajat kita dikabulkan Allah,” ujar Alfedri dengan nada haru.

Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan ini sebut Alfedri, sudah semaksimal mungkin dilakukan dengan melibatkan seluruh komponen, pihak kepolisian, TNI, Damkar, Masyarakat Peduli Api, Manggala Agni dan perusahaan, baik melalui udara maupun melalui darat upaya pemadankan api.

Baca Juga:  Diperpanjang, Batas Waktu Pengiriman Naskah LKTJ Raja Ali Kelana

“Kita sudah bekerja secara maksimal dalam memadamkan api, dengan harapan kabut tidak bertambah tebal, dan hujan akan turun. Namun itu tidak cukup agar hujan itu turun atas kehendak Allah, hari ini (kemarin, red)  kita bersama-sama bermunajat minta turunkan hujan agar bencana asap ini hilang,” ungkapnya.

Alfedri menyampaikan, Gubernur Riau juga mengimbau jika kabut asap bertambah tebal, anak sekolah boleh diliburkan dengan catatan sekolah wajib melaporkan ke Dinas Pendidikan masing-masing.(kom)

 

Laporan WIWIK WIDANINGSIH, Siak

(RIAUPOS.CO) — Ribuan masyarakat Kabupaten Siak dari berbagai lapisan memadati  lapangan Tugu Istana Siak melaksanaan Salat Istisqa (minta hujan), Senin (12/8).

Usai selesai Salat Istisqa, tidak sampai satu jam turun hujan lebat membasahi bumi Sriindrapura sekitarnya, meski hanya berapa menit saja. Di kecamatan lain di antaranya Kecamatan Tualang juga turun hujan membasahi kota industri Perawang, Koto Gasib, Minas dan Sungai Mandau.

Kabut asap sudah sebulan lebih menyelimuti Kabupaten Siak akibat dari kebakaran hutan dan lahan, sehingga Bupati Siak Drs H Alfedri mengimbau masyarakat untuk melaksanakan Salat Istisqa.

Salat Istisqa tersebut dihadiri Bupati Siak Drs H Alfedri MSi, Forkopimda, para asisten, kepala OPD, Kapolres Siak, sekolah dan elemen masyarakat.

Baca Juga:  Diperpanjang, Batas Waktu Pengiriman Naskah LKTJ Raja Ali Kelana

Bupati Siak Alfedri menyampaikan, apel Senin kali ini sengaja dilaksanakan di lapangan Tugu Istana karena dilaksanakan Salat Istisqa.

Bupati mengatakan, mengingat kabut asap yang dirasakan semakin tebal, penyebabnya kebakaran hutan dan lahan akibat musim kering yang panjang.
 
“Sebagai manusia yang meyakini setiap musibah dan rahmat datangnya dari Allah SWT. Kita bersama-sama berdoa dan salat minta hujan, semoga hajat kita dikabulkan Allah,” ujar Alfedri dengan nada haru.

Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan ini sebut Alfedri, sudah semaksimal mungkin dilakukan dengan melibatkan seluruh komponen, pihak kepolisian, TNI, Damkar, Masyarakat Peduli Api, Manggala Agni dan perusahaan, baik melalui udara maupun melalui darat upaya pemadankan api.

Baca Juga:  FWL DPRD Riau Studi Jurnalistik ke Negeri Jiran

“Kita sudah bekerja secara maksimal dalam memadamkan api, dengan harapan kabut tidak bertambah tebal, dan hujan akan turun. Namun itu tidak cukup agar hujan itu turun atas kehendak Allah, hari ini (kemarin, red)  kita bersama-sama bermunajat minta turunkan hujan agar bencana asap ini hilang,” ungkapnya.

Alfedri menyampaikan, Gubernur Riau juga mengimbau jika kabut asap bertambah tebal, anak sekolah boleh diliburkan dengan catatan sekolah wajib melaporkan ke Dinas Pendidikan masing-masing.(kom)

 

Laporan WIWIK WIDANINGSIH, Siak

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari