Senin, 7 April 2025
spot_img

Halau Gajah Liar, 3 Gajah Jinak Diturunkan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Sebanyak tiga gajah jinak diturunkan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau untuk melakukan penghalauan gajah liar dari bagian luar Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Syarif Hasyim. Dua gajah jantan dan satu gajah betina jinak disertai pawangnya terlihat meninggalkan kawasan Muara Fajar Barat, Rumbai Barat, Kota Pekanbaru pada Kamis (10/2) menjelang siang.

Gajah-gajah ini masuk kawasan Tahura untuk melakukan penghalawan gajah luar yang telah merusak belasan rumah dan pondok warga di Rantau Bertuah, Kota Garo dan juga di Muara Fajar Barat. Masuknya tiga gajah jinak ini mencuri perhatian warga yang ikut menyaksikan gajah yang dikendarai para pawang memasuki kawasan Tahura dari Kelurahan Muara Fajar Barat, Pekanbaru.

Baca Juga:  Awasi Politik Uang, Bawaslu dan Polda Riau Bakal Razia Besar-besaran

Plh Kepala BBKSDA Riau Hartono menjelaskan, selain menurunkan gajah jinak, pihaknya juga melakukan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat. Hal ini untuk mencegah anarkistis terhadap gajah liar. Selain itu pihaknya juga segera akan melakukan pelatihan penghalauan gajah liar kepada warga dibsekitar Tahura. "Kami sudah menurunkan tim untuk melakukan penghalauan gajah kelompok petahapan ini, agar kembali ke habitat alamnya, Taman Hutan Raya. Kami juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak terjadi hal-hal anarkis terjadap gajah. Kemudian atas permintaan masyarakat, BBKSDA juga akan melakukan pelatihan penghalaun gajah tahap pertama bagi masyarakat, sebelum tim BBKSDA menurunkan tim penghalau," kata Hartono kemarin.

Meningkatkannya aktivitas gajah liar kelompok petapahan ini telah menyebabkan rusaknya belasan pondok dan beberapa rumah milik warga. Selain aktiviras gajah ini juga sudah memakan korban. Satu korban tewas dan satu lagi mengalami luka karena ditendang gajah saat melakukan upaya pengahalaluan.

Baca Juga:  Hari Ini Kasus Positif Corona di Riau Bertambah 11 Orang

Kondisi hutan yang menjadi habitat alam Gajah Sumatera di Tahura menurut Hartono terus menyempit. Hal ini juga menurutnya menjadi salah satu pemicu gajah keluar dari habitatnya untuk mencari zat makanan lainnya. "Ini perlu perhatian serius, karena hutan habitat gajah sebagiannya sudah berubah menjadi perkebunan sawit," kata Hartono.(end)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Sebanyak tiga gajah jinak diturunkan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau untuk melakukan penghalauan gajah liar dari bagian luar Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Syarif Hasyim. Dua gajah jantan dan satu gajah betina jinak disertai pawangnya terlihat meninggalkan kawasan Muara Fajar Barat, Rumbai Barat, Kota Pekanbaru pada Kamis (10/2) menjelang siang.

Gajah-gajah ini masuk kawasan Tahura untuk melakukan penghalawan gajah luar yang telah merusak belasan rumah dan pondok warga di Rantau Bertuah, Kota Garo dan juga di Muara Fajar Barat. Masuknya tiga gajah jinak ini mencuri perhatian warga yang ikut menyaksikan gajah yang dikendarai para pawang memasuki kawasan Tahura dari Kelurahan Muara Fajar Barat, Pekanbaru.

Baca Juga:  Saksi Ahli Sebut Ada Kerugian Negara Rp2,8 Miliar

Plh Kepala BBKSDA Riau Hartono menjelaskan, selain menurunkan gajah jinak, pihaknya juga melakukan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat. Hal ini untuk mencegah anarkistis terhadap gajah liar. Selain itu pihaknya juga segera akan melakukan pelatihan penghalauan gajah liar kepada warga dibsekitar Tahura. "Kami sudah menurunkan tim untuk melakukan penghalauan gajah kelompok petahapan ini, agar kembali ke habitat alamnya, Taman Hutan Raya. Kami juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak terjadi hal-hal anarkis terjadap gajah. Kemudian atas permintaan masyarakat, BBKSDA juga akan melakukan pelatihan penghalaun gajah tahap pertama bagi masyarakat, sebelum tim BBKSDA menurunkan tim penghalau," kata Hartono kemarin.

Meningkatkannya aktivitas gajah liar kelompok petapahan ini telah menyebabkan rusaknya belasan pondok dan beberapa rumah milik warga. Selain aktiviras gajah ini juga sudah memakan korban. Satu korban tewas dan satu lagi mengalami luka karena ditendang gajah saat melakukan upaya pengahalaluan.

Baca Juga:  Anggota DPR RI Syahrul Aidi Minta Kades Inventarisir Lahan Tidur

Kondisi hutan yang menjadi habitat alam Gajah Sumatera di Tahura menurut Hartono terus menyempit. Hal ini juga menurutnya menjadi salah satu pemicu gajah keluar dari habitatnya untuk mencari zat makanan lainnya. "Ini perlu perhatian serius, karena hutan habitat gajah sebagiannya sudah berubah menjadi perkebunan sawit," kata Hartono.(end)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Halau Gajah Liar, 3 Gajah Jinak Diturunkan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Sebanyak tiga gajah jinak diturunkan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau untuk melakukan penghalauan gajah liar dari bagian luar Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Syarif Hasyim. Dua gajah jantan dan satu gajah betina jinak disertai pawangnya terlihat meninggalkan kawasan Muara Fajar Barat, Rumbai Barat, Kota Pekanbaru pada Kamis (10/2) menjelang siang.

Gajah-gajah ini masuk kawasan Tahura untuk melakukan penghalawan gajah luar yang telah merusak belasan rumah dan pondok warga di Rantau Bertuah, Kota Garo dan juga di Muara Fajar Barat. Masuknya tiga gajah jinak ini mencuri perhatian warga yang ikut menyaksikan gajah yang dikendarai para pawang memasuki kawasan Tahura dari Kelurahan Muara Fajar Barat, Pekanbaru.

Baca Juga:  Berazam di Bawah Rintik Hujan Dirikan Ponpes Tahfiz dan Hadis

Plh Kepala BBKSDA Riau Hartono menjelaskan, selain menurunkan gajah jinak, pihaknya juga melakukan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat. Hal ini untuk mencegah anarkistis terhadap gajah liar. Selain itu pihaknya juga segera akan melakukan pelatihan penghalauan gajah liar kepada warga dibsekitar Tahura. "Kami sudah menurunkan tim untuk melakukan penghalauan gajah kelompok petahapan ini, agar kembali ke habitat alamnya, Taman Hutan Raya. Kami juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak terjadi hal-hal anarkis terjadap gajah. Kemudian atas permintaan masyarakat, BBKSDA juga akan melakukan pelatihan penghalaun gajah tahap pertama bagi masyarakat, sebelum tim BBKSDA menurunkan tim penghalau," kata Hartono kemarin.

Meningkatkannya aktivitas gajah liar kelompok petapahan ini telah menyebabkan rusaknya belasan pondok dan beberapa rumah milik warga. Selain aktiviras gajah ini juga sudah memakan korban. Satu korban tewas dan satu lagi mengalami luka karena ditendang gajah saat melakukan upaya pengahalaluan.

Baca Juga:  Pasien Covid-19 Dirawat di RS Tinggal 4 Orang

Kondisi hutan yang menjadi habitat alam Gajah Sumatera di Tahura menurut Hartono terus menyempit. Hal ini juga menurutnya menjadi salah satu pemicu gajah keluar dari habitatnya untuk mencari zat makanan lainnya. "Ini perlu perhatian serius, karena hutan habitat gajah sebagiannya sudah berubah menjadi perkebunan sawit," kata Hartono.(end)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Sebanyak tiga gajah jinak diturunkan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau untuk melakukan penghalauan gajah liar dari bagian luar Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Syarif Hasyim. Dua gajah jantan dan satu gajah betina jinak disertai pawangnya terlihat meninggalkan kawasan Muara Fajar Barat, Rumbai Barat, Kota Pekanbaru pada Kamis (10/2) menjelang siang.

Gajah-gajah ini masuk kawasan Tahura untuk melakukan penghalawan gajah luar yang telah merusak belasan rumah dan pondok warga di Rantau Bertuah, Kota Garo dan juga di Muara Fajar Barat. Masuknya tiga gajah jinak ini mencuri perhatian warga yang ikut menyaksikan gajah yang dikendarai para pawang memasuki kawasan Tahura dari Kelurahan Muara Fajar Barat, Pekanbaru.

Baca Juga:  Saksi Ahli Sebut Ada Kerugian Negara Rp2,8 Miliar

Plh Kepala BBKSDA Riau Hartono menjelaskan, selain menurunkan gajah jinak, pihaknya juga melakukan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat. Hal ini untuk mencegah anarkistis terhadap gajah liar. Selain itu pihaknya juga segera akan melakukan pelatihan penghalauan gajah liar kepada warga dibsekitar Tahura. "Kami sudah menurunkan tim untuk melakukan penghalauan gajah kelompok petahapan ini, agar kembali ke habitat alamnya, Taman Hutan Raya. Kami juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak terjadi hal-hal anarkis terjadap gajah. Kemudian atas permintaan masyarakat, BBKSDA juga akan melakukan pelatihan penghalaun gajah tahap pertama bagi masyarakat, sebelum tim BBKSDA menurunkan tim penghalau," kata Hartono kemarin.

Meningkatkannya aktivitas gajah liar kelompok petapahan ini telah menyebabkan rusaknya belasan pondok dan beberapa rumah milik warga. Selain aktiviras gajah ini juga sudah memakan korban. Satu korban tewas dan satu lagi mengalami luka karena ditendang gajah saat melakukan upaya pengahalaluan.

Baca Juga:  Anggota DPR RI Syahrul Aidi Minta Kades Inventarisir Lahan Tidur

Kondisi hutan yang menjadi habitat alam Gajah Sumatera di Tahura menurut Hartono terus menyempit. Hal ini juga menurutnya menjadi salah satu pemicu gajah keluar dari habitatnya untuk mencari zat makanan lainnya. "Ini perlu perhatian serius, karena hutan habitat gajah sebagiannya sudah berubah menjadi perkebunan sawit," kata Hartono.(end)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari