Sabtu, 21 Februari 2026
- Advertisement -

Krisis Daya Listrik di Negeri Junjungan 

(RIAUPOS.CO) — Pesan singkat jadwal pemadaman bergilir berdentang di aplikasi whatsapp. Pesannya berisi pemberitahuan lokasi atau daerah mana saja terjadi pemadaman. Mulai dari pukul 17.00 WIB – 23.00 WIB. Di pemberitahuan itu juga disebutkan terjadi defisit daya sebesar 2 MW. 

Kondisi ini sudah berlangsung lama. Bahkan sempat beredar pernyataan akan berakhir September ini. Namun hingga kemarin, Senin (9/9) pemberitahuan pemadaman bergilir masih berlangsung.

Dengan kondisi defisit daya ini, berbagai persepsi masyarakat muncul. “Ibukota kabupaten listrik mati. Ape kesah PLN ni,” sebut salah seorang warga bernama Zamri.

Pernyataan Zamri memang bukan tanpa alasan. Sebab, kota kecil ini setiap malamnya tidak terang benderang seperti julukannya. Yakni Negeri Jelapang Padi. Hampir setiap malam masyarakat harus merasakan gelap gulita. Selain itu, lampu penerang jalan juga tidak menyala. Sebut saja lampu Jalan Gatot Soebroto, Jalan Cokroaminoto, Jalan Panglima Minal, Jalan Pramuka dan beberapa ruas jalan lainnya.

Baca Juga:  Wakil Wali Kota Dumai Buka Manasik Haji

Pihak PLN mengklaim memang saat ini tengah terjadi defisit daya. Penyebabnya, PLTD Pangkalan Batang masih belum dapat beroperasi maksimal, yang diakibatkan adanya beberapa unit mesin pembangkit yang mengalami kerusakan.

“Maka dengan tidak beroperasinya mesin tersebut terjadi defisit daya atau kekurangan daya listrik sebesar 1800 KW,” kata Manajer Unit Layanan Pelanggan Hasdedy, beberapa waktu lalu. 

Dikatakan dia, untuk menjaga keadaan dan menghindari pemadaman yang lebih luas, maka PLN Bengkalis terpaksa melakukan pemadaman  bergilir pada saat beban puncak. Yaitu dari pukul 17.00 WIB-23.00 WIB.

Ia menambahkan, saat ini PLN harus mendatangkan material atau komponen mesin yang mengalami kerusakan dan masih dalam proses pengiriman.

Baca Juga:  Peduli Musibah Kebakaran, Perantau Palika Galang Dana

“PLN Bengkalis mohon maaf atas ketidaknyamanan pelanggan atas kondisi ini. Kami tetap berupaya memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat Bengkalis. Mudah-mudahan teknisi segera memperbaiki kerusakan mesin tersebut dan kondisi kembali normal seperti semula,” terangnya.(nda)

 

Laporan ERWAN SANI, Bengkalis 

(RIAUPOS.CO) — Pesan singkat jadwal pemadaman bergilir berdentang di aplikasi whatsapp. Pesannya berisi pemberitahuan lokasi atau daerah mana saja terjadi pemadaman. Mulai dari pukul 17.00 WIB – 23.00 WIB. Di pemberitahuan itu juga disebutkan terjadi defisit daya sebesar 2 MW. 

Kondisi ini sudah berlangsung lama. Bahkan sempat beredar pernyataan akan berakhir September ini. Namun hingga kemarin, Senin (9/9) pemberitahuan pemadaman bergilir masih berlangsung.

Dengan kondisi defisit daya ini, berbagai persepsi masyarakat muncul. “Ibukota kabupaten listrik mati. Ape kesah PLN ni,” sebut salah seorang warga bernama Zamri.

Pernyataan Zamri memang bukan tanpa alasan. Sebab, kota kecil ini setiap malamnya tidak terang benderang seperti julukannya. Yakni Negeri Jelapang Padi. Hampir setiap malam masyarakat harus merasakan gelap gulita. Selain itu, lampu penerang jalan juga tidak menyala. Sebut saja lampu Jalan Gatot Soebroto, Jalan Cokroaminoto, Jalan Panglima Minal, Jalan Pramuka dan beberapa ruas jalan lainnya.

Baca Juga:  Peduli Musibah Kebakaran, Perantau Palika Galang Dana

Pihak PLN mengklaim memang saat ini tengah terjadi defisit daya. Penyebabnya, PLTD Pangkalan Batang masih belum dapat beroperasi maksimal, yang diakibatkan adanya beberapa unit mesin pembangkit yang mengalami kerusakan.

- Advertisement -

“Maka dengan tidak beroperasinya mesin tersebut terjadi defisit daya atau kekurangan daya listrik sebesar 1800 KW,” kata Manajer Unit Layanan Pelanggan Hasdedy, beberapa waktu lalu. 

Dikatakan dia, untuk menjaga keadaan dan menghindari pemadaman yang lebih luas, maka PLN Bengkalis terpaksa melakukan pemadaman  bergilir pada saat beban puncak. Yaitu dari pukul 17.00 WIB-23.00 WIB.

- Advertisement -

Ia menambahkan, saat ini PLN harus mendatangkan material atau komponen mesin yang mengalami kerusakan dan masih dalam proses pengiriman.

Baca Juga:  Luas Lahan Terbakar di Riau Capai 885 Ha

“PLN Bengkalis mohon maaf atas ketidaknyamanan pelanggan atas kondisi ini. Kami tetap berupaya memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat Bengkalis. Mudah-mudahan teknisi segera memperbaiki kerusakan mesin tersebut dan kondisi kembali normal seperti semula,” terangnya.(nda)

 

Laporan ERWAN SANI, Bengkalis 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

(RIAUPOS.CO) — Pesan singkat jadwal pemadaman bergilir berdentang di aplikasi whatsapp. Pesannya berisi pemberitahuan lokasi atau daerah mana saja terjadi pemadaman. Mulai dari pukul 17.00 WIB – 23.00 WIB. Di pemberitahuan itu juga disebutkan terjadi defisit daya sebesar 2 MW. 

Kondisi ini sudah berlangsung lama. Bahkan sempat beredar pernyataan akan berakhir September ini. Namun hingga kemarin, Senin (9/9) pemberitahuan pemadaman bergilir masih berlangsung.

Dengan kondisi defisit daya ini, berbagai persepsi masyarakat muncul. “Ibukota kabupaten listrik mati. Ape kesah PLN ni,” sebut salah seorang warga bernama Zamri.

Pernyataan Zamri memang bukan tanpa alasan. Sebab, kota kecil ini setiap malamnya tidak terang benderang seperti julukannya. Yakni Negeri Jelapang Padi. Hampir setiap malam masyarakat harus merasakan gelap gulita. Selain itu, lampu penerang jalan juga tidak menyala. Sebut saja lampu Jalan Gatot Soebroto, Jalan Cokroaminoto, Jalan Panglima Minal, Jalan Pramuka dan beberapa ruas jalan lainnya.

Baca Juga:  Kabut Parah Dikhawatirkan Terulang

Pihak PLN mengklaim memang saat ini tengah terjadi defisit daya. Penyebabnya, PLTD Pangkalan Batang masih belum dapat beroperasi maksimal, yang diakibatkan adanya beberapa unit mesin pembangkit yang mengalami kerusakan.

“Maka dengan tidak beroperasinya mesin tersebut terjadi defisit daya atau kekurangan daya listrik sebesar 1800 KW,” kata Manajer Unit Layanan Pelanggan Hasdedy, beberapa waktu lalu. 

Dikatakan dia, untuk menjaga keadaan dan menghindari pemadaman yang lebih luas, maka PLN Bengkalis terpaksa melakukan pemadaman  bergilir pada saat beban puncak. Yaitu dari pukul 17.00 WIB-23.00 WIB.

Ia menambahkan, saat ini PLN harus mendatangkan material atau komponen mesin yang mengalami kerusakan dan masih dalam proses pengiriman.

Baca Juga:  PLN Siap Jalankan Keputusan Pemerintah Perpanjang Stimulus Listrik

“PLN Bengkalis mohon maaf atas ketidaknyamanan pelanggan atas kondisi ini. Kami tetap berupaya memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat Bengkalis. Mudah-mudahan teknisi segera memperbaiki kerusakan mesin tersebut dan kondisi kembali normal seperti semula,” terangnya.(nda)

 

Laporan ERWAN SANI, Bengkalis 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari