Minggu, 6 April 2025
spot_img

Disnakbun Sebarkan Puluhan Petugas Periksa Hewan Kurban

(RIAUPOS.CO) — Dinas Peternakan dan Perkebunan (Disnakbun) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) telah membentuk tim dan menurunkan puluhan dokter hewan petugas pemeriksaan hewan kurban di 16 kecamatan se Rohul.

Dengan tujuan, selain untuk mendata dan mengetahui jumlah hewan qurban, serta mengecek kondisi fisik hewan kurban masyarakat pada hari raya Idul Adha 1440 H yang jatuh Ahad (11/8) mendatang

Plt Kepala Disnakbun Rohul Ir H Sri Hardono MM melalui, Kabid Peternakan dan Keswan, Herianto Riri kepada Riau Pos, Kamis (8/8), menyebutkan, Disnakbun Rohul telah membentuk tim pemeriksaan hewan kurban di 16 kecamatan se Rohul. Dengan jumlah 30 dokter hewan dan petugas kesehatan hewan yang kini sedang melakukan pendataan dan memeriksa kesehatan hewan yang akan dikurban pada hari Raya Idul Adha mendatang.

Baca Juga:  Pekerja Seni Riau “Tepekik Telolong” 76 Jam Nonstop

’’Bila dari pemeriksaan kesehatan hewan kurban, ditemukan hewan yang sakit, kita rekomendasikan kepada pengurus masjid, musala, surau untuk tidak disembelih. Kalau ditemukan ada hewan kurban yang sakit tapi tak membahayakan kepada manusia, dan bisa diobati tidak ada permasalahkan,’’ jelasnya.

Dia mengimbau  masyarakat atau pengurus masjid, musala, surau suluk yang ada, dalam memilih hewan kurban, terutama dagingnya aman, sehat, utuh dan halal (Asuh). Tentunya hewan yang bisa dijadikan untuk kurban minimal umurnya 2 tahun.

Untuk besar kecilnya hewan ternak yang akan dikurbankan masyarakat tidak menjadi persoalan dan hewan tidak mengalami cacat permanen.

Herianto mengaku, melihat kondisi perekonomian masyarakat yang kurang stabil dikarenakan harga komuditi ‎sawit dan karet masih rendah, diprediksi jumlah hewan kurban di Rohul, menurun dibandingkan 2018.

Baca Juga:  Keren, Tol Pekanbaru-Bangkinang Dua Bulan Lagi Selesai

Berdasarkan data tahun 2018, jumlah hewan kurban  sebanyak 2.538 ekor, terdiri kambing 251 ekor, kerbau 88 ekor, dan sapi 2.199 ekor. Di mana kecamatan yang paling banyak berkurban pada tahun 2018 adalah Kecamatan Ujung Batu berjumlah 463 ekor, disusul dengan Kecamatan Rambah dengan 358 ekor.(adv)

(RIAUPOS.CO) — Dinas Peternakan dan Perkebunan (Disnakbun) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) telah membentuk tim dan menurunkan puluhan dokter hewan petugas pemeriksaan hewan kurban di 16 kecamatan se Rohul.

Dengan tujuan, selain untuk mendata dan mengetahui jumlah hewan qurban, serta mengecek kondisi fisik hewan kurban masyarakat pada hari raya Idul Adha 1440 H yang jatuh Ahad (11/8) mendatang

Plt Kepala Disnakbun Rohul Ir H Sri Hardono MM melalui, Kabid Peternakan dan Keswan, Herianto Riri kepada Riau Pos, Kamis (8/8), menyebutkan, Disnakbun Rohul telah membentuk tim pemeriksaan hewan kurban di 16 kecamatan se Rohul. Dengan jumlah 30 dokter hewan dan petugas kesehatan hewan yang kini sedang melakukan pendataan dan memeriksa kesehatan hewan yang akan dikurban pada hari Raya Idul Adha mendatang.

Baca Juga:  Bupati Bantu APE PAUD Sayang Anak

’’Bila dari pemeriksaan kesehatan hewan kurban, ditemukan hewan yang sakit, kita rekomendasikan kepada pengurus masjid, musala, surau untuk tidak disembelih. Kalau ditemukan ada hewan kurban yang sakit tapi tak membahayakan kepada manusia, dan bisa diobati tidak ada permasalahkan,’’ jelasnya.

Dia mengimbau  masyarakat atau pengurus masjid, musala, surau suluk yang ada, dalam memilih hewan kurban, terutama dagingnya aman, sehat, utuh dan halal (Asuh). Tentunya hewan yang bisa dijadikan untuk kurban minimal umurnya 2 tahun.

Untuk besar kecilnya hewan ternak yang akan dikurbankan masyarakat tidak menjadi persoalan dan hewan tidak mengalami cacat permanen.

Herianto mengaku, melihat kondisi perekonomian masyarakat yang kurang stabil dikarenakan harga komuditi ‎sawit dan karet masih rendah, diprediksi jumlah hewan kurban di Rohul, menurun dibandingkan 2018.

Baca Juga:  SKK Migas Sumbagut-KKKS Riau Dukung Persiapan Tim Kontingen PON XX 2021

Berdasarkan data tahun 2018, jumlah hewan kurban  sebanyak 2.538 ekor, terdiri kambing 251 ekor, kerbau 88 ekor, dan sapi 2.199 ekor. Di mana kecamatan yang paling banyak berkurban pada tahun 2018 adalah Kecamatan Ujung Batu berjumlah 463 ekor, disusul dengan Kecamatan Rambah dengan 358 ekor.(adv)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Disnakbun Sebarkan Puluhan Petugas Periksa Hewan Kurban

(RIAUPOS.CO) — Dinas Peternakan dan Perkebunan (Disnakbun) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) telah membentuk tim dan menurunkan puluhan dokter hewan petugas pemeriksaan hewan kurban di 16 kecamatan se Rohul.

Dengan tujuan, selain untuk mendata dan mengetahui jumlah hewan qurban, serta mengecek kondisi fisik hewan kurban masyarakat pada hari raya Idul Adha 1440 H yang jatuh Ahad (11/8) mendatang

Plt Kepala Disnakbun Rohul Ir H Sri Hardono MM melalui, Kabid Peternakan dan Keswan, Herianto Riri kepada Riau Pos, Kamis (8/8), menyebutkan, Disnakbun Rohul telah membentuk tim pemeriksaan hewan kurban di 16 kecamatan se Rohul. Dengan jumlah 30 dokter hewan dan petugas kesehatan hewan yang kini sedang melakukan pendataan dan memeriksa kesehatan hewan yang akan dikurban pada hari Raya Idul Adha mendatang.

Baca Juga:  Riau Bertambah 155 Kasus Baru

’’Bila dari pemeriksaan kesehatan hewan kurban, ditemukan hewan yang sakit, kita rekomendasikan kepada pengurus masjid, musala, surau untuk tidak disembelih. Kalau ditemukan ada hewan kurban yang sakit tapi tak membahayakan kepada manusia, dan bisa diobati tidak ada permasalahkan,’’ jelasnya.

Dia mengimbau  masyarakat atau pengurus masjid, musala, surau suluk yang ada, dalam memilih hewan kurban, terutama dagingnya aman, sehat, utuh dan halal (Asuh). Tentunya hewan yang bisa dijadikan untuk kurban minimal umurnya 2 tahun.

Untuk besar kecilnya hewan ternak yang akan dikurbankan masyarakat tidak menjadi persoalan dan hewan tidak mengalami cacat permanen.

Herianto mengaku, melihat kondisi perekonomian masyarakat yang kurang stabil dikarenakan harga komuditi ‎sawit dan karet masih rendah, diprediksi jumlah hewan kurban di Rohul, menurun dibandingkan 2018.

Baca Juga:  Progres Pembangunan Jembatan Siak-Perawang 53 Persen, Wagub Tegur PPK

Berdasarkan data tahun 2018, jumlah hewan kurban  sebanyak 2.538 ekor, terdiri kambing 251 ekor, kerbau 88 ekor, dan sapi 2.199 ekor. Di mana kecamatan yang paling banyak berkurban pada tahun 2018 adalah Kecamatan Ujung Batu berjumlah 463 ekor, disusul dengan Kecamatan Rambah dengan 358 ekor.(adv)

(RIAUPOS.CO) — Dinas Peternakan dan Perkebunan (Disnakbun) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) telah membentuk tim dan menurunkan puluhan dokter hewan petugas pemeriksaan hewan kurban di 16 kecamatan se Rohul.

Dengan tujuan, selain untuk mendata dan mengetahui jumlah hewan qurban, serta mengecek kondisi fisik hewan kurban masyarakat pada hari raya Idul Adha 1440 H yang jatuh Ahad (11/8) mendatang

Plt Kepala Disnakbun Rohul Ir H Sri Hardono MM melalui, Kabid Peternakan dan Keswan, Herianto Riri kepada Riau Pos, Kamis (8/8), menyebutkan, Disnakbun Rohul telah membentuk tim pemeriksaan hewan kurban di 16 kecamatan se Rohul. Dengan jumlah 30 dokter hewan dan petugas kesehatan hewan yang kini sedang melakukan pendataan dan memeriksa kesehatan hewan yang akan dikurban pada hari Raya Idul Adha mendatang.

Baca Juga:  SKK Migas Sumbagut-KKKS Riau Dukung Persiapan Tim Kontingen PON XX 2021

’’Bila dari pemeriksaan kesehatan hewan kurban, ditemukan hewan yang sakit, kita rekomendasikan kepada pengurus masjid, musala, surau untuk tidak disembelih. Kalau ditemukan ada hewan kurban yang sakit tapi tak membahayakan kepada manusia, dan bisa diobati tidak ada permasalahkan,’’ jelasnya.

Dia mengimbau  masyarakat atau pengurus masjid, musala, surau suluk yang ada, dalam memilih hewan kurban, terutama dagingnya aman, sehat, utuh dan halal (Asuh). Tentunya hewan yang bisa dijadikan untuk kurban minimal umurnya 2 tahun.

Untuk besar kecilnya hewan ternak yang akan dikurbankan masyarakat tidak menjadi persoalan dan hewan tidak mengalami cacat permanen.

Herianto mengaku, melihat kondisi perekonomian masyarakat yang kurang stabil dikarenakan harga komuditi ‎sawit dan karet masih rendah, diprediksi jumlah hewan kurban di Rohul, menurun dibandingkan 2018.

Baca Juga:  Bupati Bantu APE PAUD Sayang Anak

Berdasarkan data tahun 2018, jumlah hewan kurban  sebanyak 2.538 ekor, terdiri kambing 251 ekor, kerbau 88 ekor, dan sapi 2.199 ekor. Di mana kecamatan yang paling banyak berkurban pada tahun 2018 adalah Kecamatan Ujung Batu berjumlah 463 ekor, disusul dengan Kecamatan Rambah dengan 358 ekor.(adv)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari