Rabu, 17 April 2024

Pemprov Usul 3 Nama Calon Pj Wako Pekanbaru

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Terhitung 23 Mei mendatang, masa jabatan Muflihun sebagai Penjabat (Pj) Wali Kota (Wako) Pekanbaru berakhir. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau pun telah mengusulkan tiga nama calon Pj Wali Kota Pekanbaru dari pejabat Eselon II di lingkungan pemerintah setempat.

Usulan tersebut berdasarkan surat permintaan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Penjabat (Pj) Gubernur Riau (Gubri), SF Hariyanto mengatakan, Pemprov Riau sudah menindaklanjuti permintaan Kemendagri tersebut. “Kami sudah kirim nama-nama calon Pj Wali Kota Pekanbaru ke Kemendagri. Calon yang diusulkan ada tiga nama,” ujarnya, Senin (1/4).

- Advertisement -

Lebih lanjut dikatakannya, sesuai surat dari Kemendagri, usulan nama calon Pj Wali Kota Pekanbaru paling lambat harus disampaikan, Senin (1/4) kemarin. “Makanya sebelum tanggal itu usulan nama-nama Pj Wali Kota Pekanbaru sudah disampaikan ke Kemendagri,” sebutnya. Siapa saja nama pejabat yang diusulkan? Pj Gubri masih enggan menyebutkannya.  “Sudah diusulkan tiga nama,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang beredar, tiga nama pejabat Eselon II Pemprov Riau diusulkan di antaranya Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Riau Evarefita, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Riau Emri Juli Harnis, dan Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Riau Roni Rakhmat.

Untuk diketahui, permintaan usulan nama calon Pj Wali Kota Pekanbaru ini bersamaan dengan 32 Pj Bupati dan Pj Walikota di 21 provinsi se-Indonesia yang masa tugasnya berakhir pada Mei 2024.

- Advertisement -

Usul Sekwan Kota

DRPD Kota Pekanbaru memastikan mengusulkan satu nama ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait calon Pj Wali Kota Pekanbaru. Yang diusulkan tersebut adalah Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kota Pekanbaru Hambali Nanda Manurung.

Baca Juga:  34 Balon Kepala Daerah Lolos Tahap Pendaftaran

Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru T Azwendi Fajri, menyebutkan nama Hambali sudah dikirim sejak 25 Maret lalu. ‘’Ini sudah melewati semua proses, pimpinan, fraksi, dan semua sudah kita beri ruang untuk itu. Artinya ini bukan usulan pribadi atau kelompok tertentu, tapi kesepakatan bersama. Kami menganggap Hambali orang yang paling tepat pada saat ini,’’ ujar.

Menurut Azwendi, para Wakil Rakyat Pekanbaru berkeyakinan bahwa Hambali merupakan pejabat yang paling mengerti kondisi Kota Pekanbaru. Sekwan hampir setiap hari ikut mendengarkan keluhan warga kota.

‘’DPRD itu wakil dari masyarakat. Kami memahami situasi pemerintah dan situasi politik saat ini. Pemilu sudah selesai, jadi tak ada kepentingan selain bagaimana Pekanbaru ini menjadi lebih baik,’’ kata Azwendi.

Sekwan, lanjut dia, orang yang sangat paham pemerintahan dan politik di Kota Pekanbaru saat ini karena Sekwan selalu berkomunikasi intens dengan Pemerintah Kota (Pemko) dan DPRD Kota Pekanbaru.

Sebagai Sekwan, sebut Azwendi, Hambali juga mendengarkan semua keluhan masyarakat yang DPRD dengarkan. ‘’Makanya kita berharap kepada Pak Mendagri Tito Karnavian untuk mempertimbangkan usulan DPRD Kota Pekanbaru ini,’’ harapnya.

Usulan nama tunggal ini menurut Azwendi sudah menjadi pertimbangan matang atas kompleknya masalah Kota Pekanbaru. ‘’Mudah-mudahan Pak Mendagri  mempertimbangkan keputusan yang dibuat DPRD Kota Pekanbaru. Termasuk pertimbangan hal-hal yang sedang dihadapi Kota Pekanbaru saat ini,’’ tambah Azwendi.

Baca Juga:  Pengumuman Beasiswa untuk Mahasiswa Riau Disampaikan Agustus 

Terkait Pj Gubernur Riau SF Haryanto yang juga mengusulkan nama Pj Wali Kota Pekanbaru ke Mendagri, politisi Demokrat ini menghormati usulan tersebut. ‘’Saya pikir semua mengerti, inilah demokrasi. Saya secara pribadi menghormati putusan Pj Gubernur, Pak SF Haryanto sebagai abang saya dan senior saya tentu punya pertimbangan lain,’’ ungkapnya.

Minta ASN Tak Terpengaruh

Azwendi Fajri juga meminta para pejabat dan aparatur sipil negara (ASN)  di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru untuk tidak terpengaruh isu pergantian pimpinan. ASN harus tetap fokus, siapapun Pj Wako nantinya. Azwendi meminta ASN tetap jaga integritas dan fokus melayani, serta bekerja sesuai tupoksi.

Menurutnya, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. ‘’Saya kira ASN yang berkualitas, berintegritas, siapapun kepala daerahnya tidak perlu khawatir. Tunjukkan kinerja, tunjukkan integritas, lakukan yang terbaik untuk Kota Pekanbaru. Yang takut, yang cemas itu hanya yang tidak mampu,’’ ungkapnya.

Azwendi menambahkan, seharusnya ASN tidak bekerja untuk memuaskan pimpinan, tapi memuaskan masyarakat yang dilayani. Maka dirinya berharap ASN Pekanbaru terus meningkatkan kemampuan dan kinerja. ‘’Kita membangun Pekanbaru ini harus dimulai dari hati, bukan dari suka dan tidak suka. Mari kita ubah demi Kota Pekanbaru yang lebih baik,’’ ajaknya.

Dirinya juga berharap Pj Wali Kota periode yang ketiga nanti, siapapun dia, harus melihat kinerja dan integritas dari para ASN. Tidak lagi oleh faktor suka atau tidak suka. Sikap itu harus diubah untuk Pekanbaru yang lebih maju.(sol/end)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Terhitung 23 Mei mendatang, masa jabatan Muflihun sebagai Penjabat (Pj) Wali Kota (Wako) Pekanbaru berakhir. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau pun telah mengusulkan tiga nama calon Pj Wali Kota Pekanbaru dari pejabat Eselon II di lingkungan pemerintah setempat.

Usulan tersebut berdasarkan surat permintaan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Penjabat (Pj) Gubernur Riau (Gubri), SF Hariyanto mengatakan, Pemprov Riau sudah menindaklanjuti permintaan Kemendagri tersebut. “Kami sudah kirim nama-nama calon Pj Wali Kota Pekanbaru ke Kemendagri. Calon yang diusulkan ada tiga nama,” ujarnya, Senin (1/4).

Lebih lanjut dikatakannya, sesuai surat dari Kemendagri, usulan nama calon Pj Wali Kota Pekanbaru paling lambat harus disampaikan, Senin (1/4) kemarin. “Makanya sebelum tanggal itu usulan nama-nama Pj Wali Kota Pekanbaru sudah disampaikan ke Kemendagri,” sebutnya. Siapa saja nama pejabat yang diusulkan? Pj Gubri masih enggan menyebutkannya.  “Sudah diusulkan tiga nama,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang beredar, tiga nama pejabat Eselon II Pemprov Riau diusulkan di antaranya Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Riau Evarefita, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Riau Emri Juli Harnis, dan Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Riau Roni Rakhmat.

Untuk diketahui, permintaan usulan nama calon Pj Wali Kota Pekanbaru ini bersamaan dengan 32 Pj Bupati dan Pj Walikota di 21 provinsi se-Indonesia yang masa tugasnya berakhir pada Mei 2024.

Usul Sekwan Kota

DRPD Kota Pekanbaru memastikan mengusulkan satu nama ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait calon Pj Wali Kota Pekanbaru. Yang diusulkan tersebut adalah Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kota Pekanbaru Hambali Nanda Manurung.

Baca Juga:  DPRD Dukung Pemprov Gesa Perbaikan Jalan Jelang Idulfitri

Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru T Azwendi Fajri, menyebutkan nama Hambali sudah dikirim sejak 25 Maret lalu. ‘’Ini sudah melewati semua proses, pimpinan, fraksi, dan semua sudah kita beri ruang untuk itu. Artinya ini bukan usulan pribadi atau kelompok tertentu, tapi kesepakatan bersama. Kami menganggap Hambali orang yang paling tepat pada saat ini,’’ ujar.

Menurut Azwendi, para Wakil Rakyat Pekanbaru berkeyakinan bahwa Hambali merupakan pejabat yang paling mengerti kondisi Kota Pekanbaru. Sekwan hampir setiap hari ikut mendengarkan keluhan warga kota.

‘’DPRD itu wakil dari masyarakat. Kami memahami situasi pemerintah dan situasi politik saat ini. Pemilu sudah selesai, jadi tak ada kepentingan selain bagaimana Pekanbaru ini menjadi lebih baik,’’ kata Azwendi.

Sekwan, lanjut dia, orang yang sangat paham pemerintahan dan politik di Kota Pekanbaru saat ini karena Sekwan selalu berkomunikasi intens dengan Pemerintah Kota (Pemko) dan DPRD Kota Pekanbaru.

Sebagai Sekwan, sebut Azwendi, Hambali juga mendengarkan semua keluhan masyarakat yang DPRD dengarkan. ‘’Makanya kita berharap kepada Pak Mendagri Tito Karnavian untuk mempertimbangkan usulan DPRD Kota Pekanbaru ini,’’ harapnya.

Usulan nama tunggal ini menurut Azwendi sudah menjadi pertimbangan matang atas kompleknya masalah Kota Pekanbaru. ‘’Mudah-mudahan Pak Mendagri  mempertimbangkan keputusan yang dibuat DPRD Kota Pekanbaru. Termasuk pertimbangan hal-hal yang sedang dihadapi Kota Pekanbaru saat ini,’’ tambah Azwendi.

Baca Juga:  Dijanjikan Rp50 Juta Jemput 30 Kg Sabu

Terkait Pj Gubernur Riau SF Haryanto yang juga mengusulkan nama Pj Wali Kota Pekanbaru ke Mendagri, politisi Demokrat ini menghormati usulan tersebut. ‘’Saya pikir semua mengerti, inilah demokrasi. Saya secara pribadi menghormati putusan Pj Gubernur, Pak SF Haryanto sebagai abang saya dan senior saya tentu punya pertimbangan lain,’’ ungkapnya.

Minta ASN Tak Terpengaruh

Azwendi Fajri juga meminta para pejabat dan aparatur sipil negara (ASN)  di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru untuk tidak terpengaruh isu pergantian pimpinan. ASN harus tetap fokus, siapapun Pj Wako nantinya. Azwendi meminta ASN tetap jaga integritas dan fokus melayani, serta bekerja sesuai tupoksi.

Menurutnya, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. ‘’Saya kira ASN yang berkualitas, berintegritas, siapapun kepala daerahnya tidak perlu khawatir. Tunjukkan kinerja, tunjukkan integritas, lakukan yang terbaik untuk Kota Pekanbaru. Yang takut, yang cemas itu hanya yang tidak mampu,’’ ungkapnya.

Azwendi menambahkan, seharusnya ASN tidak bekerja untuk memuaskan pimpinan, tapi memuaskan masyarakat yang dilayani. Maka dirinya berharap ASN Pekanbaru terus meningkatkan kemampuan dan kinerja. ‘’Kita membangun Pekanbaru ini harus dimulai dari hati, bukan dari suka dan tidak suka. Mari kita ubah demi Kota Pekanbaru yang lebih baik,’’ ajaknya.

Dirinya juga berharap Pj Wali Kota periode yang ketiga nanti, siapapun dia, harus melihat kinerja dan integritas dari para ASN. Tidak lagi oleh faktor suka atau tidak suka. Sikap itu harus diubah untuk Pekanbaru yang lebih maju.(sol/end)

Berita Lainnya

spot_img
spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari