Minggu, 6 April 2025
spot_img

Alfedri Risau Warganya Terlibat Narkoba

(RIAUPOS.CO) โ€” Bupati Siak Drs H Alfedri langsung memberikan penyuluhan bahaya penyalahgunaan narkoba kepada masyarakat Siak.

Penyalahgunaan narkoba sangat berbahaya dan membuat Kabupaten Siak nomor tiga terbesar se-Provinsi Riau kasus penindakan terhadap pengguna, maupun pengedar narkoba yang berhasil ditindak oleh pihak kepolisan.

Dalam penyuluhan Alfedri mengatakan, persoalan narkoba merupakan tanggung jawab bersama dari segala kalangan, terutama kepada orang tua yang memiliki anak remaja, agar senantiasa mengawasi pergaulan anaknya.

โ€œIni merupakan tanggung jawab kita bersama terutama para orang tua agar mengawasi pergaulan anak-anak kita,โ€ pesannya di hadapan masyarakat kampung di dua kecamatan yakni Kecamatan Tualang dan Kandis yang digelar secara terpisah, Ahad (29/9).

Baca Juga:  2.498 Hewan Kurban Disembelih

Alfedri mengaku risau terhadap masalah narkoba di wilayahnya. โ€œSelalu ada saja yang tertangkap, jadi ini harus kita awasi, cegah dan ditindak secara bersama-sama, pemerintah, polisi dan masyarakat,โ€ ungkapnya.

Dia menyebutkan berdasarkan data terakhir yang diterima  penangkapan kasus narkoba pada 2017 lalu hanya berjumlah 78 orang, namun 2019 ini jumlahnya meningkat drastis.

 โ€œKita terima data terakhir sampai September 2019 ini sudah 80 orang yang ditangkap polisi. Dari tahun ke tahun bukan berkurang, tetapi malah bertambah,โ€™โ€™ katanya.

Sementara Windu Rukmana SH sebagai motivator Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran remaja akan peran pentingnya dalam menentukan masa depan anak bangsa.

Baca Juga:  IKKS Pekanbaru Adakan Halal bi Halal

 Dia mengatakan, saat ini angka kematian akibat narkoba mencapai 18.000 jiwa per tahunnya lebih tinggi dari tahun sebelumnya. 

โ€œUntuk itu , kita harus berhati-hati, karena kampung kita ini menjadi lintasan besar peredaran narkob, tentunya menjadi sebuah masalah merusaknya anak penerus bangsa,โ€ ungkap Windu.(adv)
 

(RIAUPOS.CO) โ€” Bupati Siak Drs H Alfedri langsung memberikan penyuluhan bahaya penyalahgunaan narkoba kepada masyarakat Siak.

Penyalahgunaan narkoba sangat berbahaya dan membuat Kabupaten Siak nomor tiga terbesar se-Provinsi Riau kasus penindakan terhadap pengguna, maupun pengedar narkoba yang berhasil ditindak oleh pihak kepolisan.

Dalam penyuluhan Alfedri mengatakan, persoalan narkoba merupakan tanggung jawab bersama dari segala kalangan, terutama kepada orang tua yang memiliki anak remaja, agar senantiasa mengawasi pergaulan anaknya.

โ€œIni merupakan tanggung jawab kita bersama terutama para orang tua agar mengawasi pergaulan anak-anak kita,โ€ pesannya di hadapan masyarakat kampung di dua kecamatan yakni Kecamatan Tualang dan Kandis yang digelar secara terpisah, Ahad (29/9).

Baca Juga:  Kenalkan Potensi Wisata Halal Di APKASI Otonomi Expo

Alfedri mengaku risau terhadap masalah narkoba di wilayahnya. โ€œSelalu ada saja yang tertangkap, jadi ini harus kita awasi, cegah dan ditindak secara bersama-sama, pemerintah, polisi dan masyarakat,โ€ ungkapnya.

Dia menyebutkan berdasarkan data terakhir yang diterima  penangkapan kasus narkoba pada 2017 lalu hanya berjumlah 78 orang, namun 2019 ini jumlahnya meningkat drastis.

 โ€œKita terima data terakhir sampai September 2019 ini sudah 80 orang yang ditangkap polisi. Dari tahun ke tahun bukan berkurang, tetapi malah bertambah,โ€™โ€™ katanya.

Sementara Windu Rukmana SH sebagai motivator Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran remaja akan peran pentingnya dalam menentukan masa depan anak bangsa.

Baca Juga:  Agen Bandel, Jual Tiket Lebihi Kapasitas

 Dia mengatakan, saat ini angka kematian akibat narkoba mencapai 18.000 jiwa per tahunnya lebih tinggi dari tahun sebelumnya. 

โ€œUntuk itu , kita harus berhati-hati, karena kampung kita ini menjadi lintasan besar peredaran narkob, tentunya menjadi sebuah masalah merusaknya anak penerus bangsa,โ€ ungkap Windu.(adv)
 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Alfedri Risau Warganya Terlibat Narkoba

(RIAUPOS.CO) โ€” Bupati Siak Drs H Alfedri langsung memberikan penyuluhan bahaya penyalahgunaan narkoba kepada masyarakat Siak.

Penyalahgunaan narkoba sangat berbahaya dan membuat Kabupaten Siak nomor tiga terbesar se-Provinsi Riau kasus penindakan terhadap pengguna, maupun pengedar narkoba yang berhasil ditindak oleh pihak kepolisan.

Dalam penyuluhan Alfedri mengatakan, persoalan narkoba merupakan tanggung jawab bersama dari segala kalangan, terutama kepada orang tua yang memiliki anak remaja, agar senantiasa mengawasi pergaulan anaknya.

โ€œIni merupakan tanggung jawab kita bersama terutama para orang tua agar mengawasi pergaulan anak-anak kita,โ€ pesannya di hadapan masyarakat kampung di dua kecamatan yakni Kecamatan Tualang dan Kandis yang digelar secara terpisah, Ahad (29/9).

Baca Juga:  30 September, Jatuh Tempo PBB-P2

Alfedri mengaku risau terhadap masalah narkoba di wilayahnya. โ€œSelalu ada saja yang tertangkap, jadi ini harus kita awasi, cegah dan ditindak secara bersama-sama, pemerintah, polisi dan masyarakat,โ€ ungkapnya.

Dia menyebutkan berdasarkan data terakhir yang diterima  penangkapan kasus narkoba pada 2017 lalu hanya berjumlah 78 orang, namun 2019 ini jumlahnya meningkat drastis.

 โ€œKita terima data terakhir sampai September 2019 ini sudah 80 orang yang ditangkap polisi. Dari tahun ke tahun bukan berkurang, tetapi malah bertambah,โ€™โ€™ katanya.

Sementara Windu Rukmana SH sebagai motivator Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran remaja akan peran pentingnya dalam menentukan masa depan anak bangsa.

Baca Juga:  Kenalkan Potensi Wisata Halal Di APKASI Otonomi Expo

 Dia mengatakan, saat ini angka kematian akibat narkoba mencapai 18.000 jiwa per tahunnya lebih tinggi dari tahun sebelumnya. 

โ€œUntuk itu , kita harus berhati-hati, karena kampung kita ini menjadi lintasan besar peredaran narkob, tentunya menjadi sebuah masalah merusaknya anak penerus bangsa,โ€ ungkap Windu.(adv)
 

(RIAUPOS.CO) โ€” Bupati Siak Drs H Alfedri langsung memberikan penyuluhan bahaya penyalahgunaan narkoba kepada masyarakat Siak.

Penyalahgunaan narkoba sangat berbahaya dan membuat Kabupaten Siak nomor tiga terbesar se-Provinsi Riau kasus penindakan terhadap pengguna, maupun pengedar narkoba yang berhasil ditindak oleh pihak kepolisan.

Dalam penyuluhan Alfedri mengatakan, persoalan narkoba merupakan tanggung jawab bersama dari segala kalangan, terutama kepada orang tua yang memiliki anak remaja, agar senantiasa mengawasi pergaulan anaknya.

โ€œIni merupakan tanggung jawab kita bersama terutama para orang tua agar mengawasi pergaulan anak-anak kita,โ€ pesannya di hadapan masyarakat kampung di dua kecamatan yakni Kecamatan Tualang dan Kandis yang digelar secara terpisah, Ahad (29/9).

Baca Juga:  7 Meninggal, Konflik Manusia dan Harimau di Kerumutan

Alfedri mengaku risau terhadap masalah narkoba di wilayahnya. โ€œSelalu ada saja yang tertangkap, jadi ini harus kita awasi, cegah dan ditindak secara bersama-sama, pemerintah, polisi dan masyarakat,โ€ ungkapnya.

Dia menyebutkan berdasarkan data terakhir yang diterima  penangkapan kasus narkoba pada 2017 lalu hanya berjumlah 78 orang, namun 2019 ini jumlahnya meningkat drastis.

 โ€œKita terima data terakhir sampai September 2019 ini sudah 80 orang yang ditangkap polisi. Dari tahun ke tahun bukan berkurang, tetapi malah bertambah,โ€™โ€™ katanya.

Sementara Windu Rukmana SH sebagai motivator Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran remaja akan peran pentingnya dalam menentukan masa depan anak bangsa.

Baca Juga:  Danrem Usulkan Wawasan Kebangsaan Jadi Pelajaran Sekolah

 Dia mengatakan, saat ini angka kematian akibat narkoba mencapai 18.000 jiwa per tahunnya lebih tinggi dari tahun sebelumnya. 

โ€œUntuk itu , kita harus berhati-hati, karena kampung kita ini menjadi lintasan besar peredaran narkob, tentunya menjadi sebuah masalah merusaknya anak penerus bangsa,โ€ ungkap Windu.(adv)
 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari