Sabtu, 5 April 2025
spot_img

Muncul SPDP Polda Metro Jaya Terhadap Prabowo Dugaan Kasus Makar

 JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Polda Metro Jaya disebutkan tengah mengusut kasus dugaan makar dengan terlapor Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Hal ini dikuatkan dengan beredarnya salinan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) di kalangan wartawan.

Dalam SPDP itu disebutkan, Prabowo diduga melakukan tindakan makar bersama dengan Eggi Sudjana yang lebih dulu ditetapkan tersangka dan kini ditahan.

SPDP yang ditandatangi Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Indradi itu bertanggal 17 Mei dan diserahkan ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

Wasekjen Partai Gerindra Andre Rosiade membenarkan ketika dikonfirmasi soal adanya SPDP itu.

“Kami sudah menerima dari kepolisian pukul 01.30 WIB tadi, tetapi itu SPDP untuk Pak Eggi,” kata Andre kepada JPNN, Selasa (21/5).

Baca Juga:  Soal Staf Khusus Presiden, PKS: Jangan Biarkan Jokowi Bingung

Dia pun membantah SPDP itu dimaksudkan untuk Prabowo dan ditetapkan sebagai tersangka.

“Tidak benar terhadap Pak Prabowo, itu SPDP Pak Eggi untuk kasus makar,” sambung Andre.

Memang, kata Andre yang juga anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) ini, Prabowo sempat dilaporkan bersama Eggi untuk dugaan kasus makar.

“Tetapi, statusnya bukan tersangka dan bukan saksi,” tegasnya.

Pasalnya, tegas dia, Prabowo tak ada niat sedikit pun untuk berbuat makar, eks Danjen Kopassus itu selalu berjuang bersama rakyat.

“Kemudian, Pak Prabowo sebagai salah satu pasangan calon juga dilindungi undang-undang, jadi tidak bisa dipidana,” tambah Andre.

Dari pihak Polda Metro Jaya sendiri saat dikonfirmasi soal adanya SPDP tersebut belum memberikan jawaban hingga kini. (cuy)

Baca Juga:  DPR Tuding Kepala BPIP Bikin Gaduh

Sumber: JPNN.Com
Editor Deslina

   

 JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Polda Metro Jaya disebutkan tengah mengusut kasus dugaan makar dengan terlapor Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Hal ini dikuatkan dengan beredarnya salinan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) di kalangan wartawan.

Dalam SPDP itu disebutkan, Prabowo diduga melakukan tindakan makar bersama dengan Eggi Sudjana yang lebih dulu ditetapkan tersangka dan kini ditahan.

SPDP yang ditandatangi Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Indradi itu bertanggal 17 Mei dan diserahkan ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

Wasekjen Partai Gerindra Andre Rosiade membenarkan ketika dikonfirmasi soal adanya SPDP itu.

“Kami sudah menerima dari kepolisian pukul 01.30 WIB tadi, tetapi itu SPDP untuk Pak Eggi,” kata Andre kepada JPNN, Selasa (21/5).

Baca Juga:  DPR Tuding Kepala BPIP Bikin Gaduh

Dia pun membantah SPDP itu dimaksudkan untuk Prabowo dan ditetapkan sebagai tersangka.

“Tidak benar terhadap Pak Prabowo, itu SPDP Pak Eggi untuk kasus makar,” sambung Andre.

Memang, kata Andre yang juga anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) ini, Prabowo sempat dilaporkan bersama Eggi untuk dugaan kasus makar.

“Tetapi, statusnya bukan tersangka dan bukan saksi,” tegasnya.

Pasalnya, tegas dia, Prabowo tak ada niat sedikit pun untuk berbuat makar, eks Danjen Kopassus itu selalu berjuang bersama rakyat.

“Kemudian, Pak Prabowo sebagai salah satu pasangan calon juga dilindungi undang-undang, jadi tidak bisa dipidana,” tambah Andre.

Dari pihak Polda Metro Jaya sendiri saat dikonfirmasi soal adanya SPDP tersebut belum memberikan jawaban hingga kini. (cuy)

Baca Juga:  KPU Rohul Masih Menunggu BRPK MK

Sumber: JPNN.Com
Editor Deslina

   

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Muncul SPDP Polda Metro Jaya Terhadap Prabowo Dugaan Kasus Makar

 JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Polda Metro Jaya disebutkan tengah mengusut kasus dugaan makar dengan terlapor Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Hal ini dikuatkan dengan beredarnya salinan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) di kalangan wartawan.

Dalam SPDP itu disebutkan, Prabowo diduga melakukan tindakan makar bersama dengan Eggi Sudjana yang lebih dulu ditetapkan tersangka dan kini ditahan.

SPDP yang ditandatangi Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Indradi itu bertanggal 17 Mei dan diserahkan ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

Wasekjen Partai Gerindra Andre Rosiade membenarkan ketika dikonfirmasi soal adanya SPDP itu.

“Kami sudah menerima dari kepolisian pukul 01.30 WIB tadi, tetapi itu SPDP untuk Pak Eggi,” kata Andre kepada JPNN, Selasa (21/5).

Baca Juga:  Penetapan Dapil Bisa Adopsi Kaltara

Dia pun membantah SPDP itu dimaksudkan untuk Prabowo dan ditetapkan sebagai tersangka.

“Tidak benar terhadap Pak Prabowo, itu SPDP Pak Eggi untuk kasus makar,” sambung Andre.

Memang, kata Andre yang juga anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) ini, Prabowo sempat dilaporkan bersama Eggi untuk dugaan kasus makar.

“Tetapi, statusnya bukan tersangka dan bukan saksi,” tegasnya.

Pasalnya, tegas dia, Prabowo tak ada niat sedikit pun untuk berbuat makar, eks Danjen Kopassus itu selalu berjuang bersama rakyat.

“Kemudian, Pak Prabowo sebagai salah satu pasangan calon juga dilindungi undang-undang, jadi tidak bisa dipidana,” tambah Andre.

Dari pihak Polda Metro Jaya sendiri saat dikonfirmasi soal adanya SPDP tersebut belum memberikan jawaban hingga kini. (cuy)

Baca Juga:  Pengamat: Pemerintah Sudah Serius Tangani Wabah Corona 

Sumber: JPNN.Com
Editor Deslina

   

 JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Polda Metro Jaya disebutkan tengah mengusut kasus dugaan makar dengan terlapor Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Hal ini dikuatkan dengan beredarnya salinan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) di kalangan wartawan.

Dalam SPDP itu disebutkan, Prabowo diduga melakukan tindakan makar bersama dengan Eggi Sudjana yang lebih dulu ditetapkan tersangka dan kini ditahan.

SPDP yang ditandatangi Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Indradi itu bertanggal 17 Mei dan diserahkan ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

Wasekjen Partai Gerindra Andre Rosiade membenarkan ketika dikonfirmasi soal adanya SPDP itu.

“Kami sudah menerima dari kepolisian pukul 01.30 WIB tadi, tetapi itu SPDP untuk Pak Eggi,” kata Andre kepada JPNN, Selasa (21/5).

Baca Juga:  Gerindra Sebaiknya Tetap Oposisi

Dia pun membantah SPDP itu dimaksudkan untuk Prabowo dan ditetapkan sebagai tersangka.

“Tidak benar terhadap Pak Prabowo, itu SPDP Pak Eggi untuk kasus makar,” sambung Andre.

Memang, kata Andre yang juga anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) ini, Prabowo sempat dilaporkan bersama Eggi untuk dugaan kasus makar.

“Tetapi, statusnya bukan tersangka dan bukan saksi,” tegasnya.

Pasalnya, tegas dia, Prabowo tak ada niat sedikit pun untuk berbuat makar, eks Danjen Kopassus itu selalu berjuang bersama rakyat.

“Kemudian, Pak Prabowo sebagai salah satu pasangan calon juga dilindungi undang-undang, jadi tidak bisa dipidana,” tambah Andre.

Dari pihak Polda Metro Jaya sendiri saat dikonfirmasi soal adanya SPDP tersebut belum memberikan jawaban hingga kini. (cuy)

Baca Juga:  KPU Inhu Mulai Lakukan Coklit Pemilih

Sumber: JPNN.Com
Editor Deslina

   

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari