Minggu, 6 April 2025
spot_img

Nurul Arifin Sebut Airlangga Bikin Solid Golkar

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Hasil survei terbaru Saiful Mujani Research Consulting (SMRC) menunjukkan kecenderungannya setelah pemilu 2019, elektabilitas Partai Golkar mengalami tren kenaikan dari 8,4 persen pada Maret 2020 menjadi 11,3 persen pada September 2021. Sementara dua partai besar pendukung pemerintah PDIP cenderung melemah, dari 25,9 persen menjadi 22,1 persen pada periode yang sama.

Demikian juga Gerindra, yang menurun dari 13,6 persen menjadi 9,9 persen pada periode yang sama. Hal itu dipaparkan peneliti SMRC Deni Irvani, Rabu (6/10). Naiknya elektabilitas Partai Golkar tersebut disyukuri Wakil Ketua Umum, Koordinator Bidang Komunikasi dan Informasi, Nurul Arifin.

Nurul memaknai naiknya elektabilitas Partai Golkar karena soliditas dan kekompakan partai yang makin terjaga. "Di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto, partai menunjukkan soliditasnya. Sistem bekerja dengan baik, tidak terganggu dari mulai tingkat pusat, provinsi, kabupaten, kota sampai ke bawah sana. Semua memiliki kepercayaan diri bahwa kita akan bisa maju bersama-sama," papar Nurul, dalam keterangan tertulis, Kamis (7/10).

Baca Juga:  Sandiaga Uno Tolak Tawaran Prabowo Subianto untuk Jadi Wagub DKI Lagi

Nurul optimistis elektabilitas Partai Golkar akan terus meningkat pada masa mendatang. Hasil survei SMRC menunjukkan jika pemilu diadakan sekarang (saat survei dilakukan), elektabilitas PDIP masih memimpin 22,1 persen, diikuti Partai Golkar 11,3 persen, PKB 10 persen, Gerindra 9,9 persen, Demokrat 8,6 persen, PKS 6 persen, dan NasDem 4,2 persen. Sementara partai-partai lain di bawah 3 persen, dan responden yang belum tahu 18,8 persen.(jpg)
 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Hasil survei terbaru Saiful Mujani Research Consulting (SMRC) menunjukkan kecenderungannya setelah pemilu 2019, elektabilitas Partai Golkar mengalami tren kenaikan dari 8,4 persen pada Maret 2020 menjadi 11,3 persen pada September 2021. Sementara dua partai besar pendukung pemerintah PDIP cenderung melemah, dari 25,9 persen menjadi 22,1 persen pada periode yang sama.

Demikian juga Gerindra, yang menurun dari 13,6 persen menjadi 9,9 persen pada periode yang sama. Hal itu dipaparkan peneliti SMRC Deni Irvani, Rabu (6/10). Naiknya elektabilitas Partai Golkar tersebut disyukuri Wakil Ketua Umum, Koordinator Bidang Komunikasi dan Informasi, Nurul Arifin.

Nurul memaknai naiknya elektabilitas Partai Golkar karena soliditas dan kekompakan partai yang makin terjaga. "Di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto, partai menunjukkan soliditasnya. Sistem bekerja dengan baik, tidak terganggu dari mulai tingkat pusat, provinsi, kabupaten, kota sampai ke bawah sana. Semua memiliki kepercayaan diri bahwa kita akan bisa maju bersama-sama," papar Nurul, dalam keterangan tertulis, Kamis (7/10).

Baca Juga:  Neno Warisman Putuskan Mundur dari Partai Ummat

Nurul optimistis elektabilitas Partai Golkar akan terus meningkat pada masa mendatang. Hasil survei SMRC menunjukkan jika pemilu diadakan sekarang (saat survei dilakukan), elektabilitas PDIP masih memimpin 22,1 persen, diikuti Partai Golkar 11,3 persen, PKB 10 persen, Gerindra 9,9 persen, Demokrat 8,6 persen, PKS 6 persen, dan NasDem 4,2 persen. Sementara partai-partai lain di bawah 3 persen, dan responden yang belum tahu 18,8 persen.(jpg)
 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Nurul Arifin Sebut Airlangga Bikin Solid Golkar

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Hasil survei terbaru Saiful Mujani Research Consulting (SMRC) menunjukkan kecenderungannya setelah pemilu 2019, elektabilitas Partai Golkar mengalami tren kenaikan dari 8,4 persen pada Maret 2020 menjadi 11,3 persen pada September 2021. Sementara dua partai besar pendukung pemerintah PDIP cenderung melemah, dari 25,9 persen menjadi 22,1 persen pada periode yang sama.

Demikian juga Gerindra, yang menurun dari 13,6 persen menjadi 9,9 persen pada periode yang sama. Hal itu dipaparkan peneliti SMRC Deni Irvani, Rabu (6/10). Naiknya elektabilitas Partai Golkar tersebut disyukuri Wakil Ketua Umum, Koordinator Bidang Komunikasi dan Informasi, Nurul Arifin.

Nurul memaknai naiknya elektabilitas Partai Golkar karena soliditas dan kekompakan partai yang makin terjaga. "Di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto, partai menunjukkan soliditasnya. Sistem bekerja dengan baik, tidak terganggu dari mulai tingkat pusat, provinsi, kabupaten, kota sampai ke bawah sana. Semua memiliki kepercayaan diri bahwa kita akan bisa maju bersama-sama," papar Nurul, dalam keterangan tertulis, Kamis (7/10).

Baca Juga:  Otorita IKN Tegaskan Tidak Ada Penggusuran Masyarakat Adat

Nurul optimistis elektabilitas Partai Golkar akan terus meningkat pada masa mendatang. Hasil survei SMRC menunjukkan jika pemilu diadakan sekarang (saat survei dilakukan), elektabilitas PDIP masih memimpin 22,1 persen, diikuti Partai Golkar 11,3 persen, PKB 10 persen, Gerindra 9,9 persen, Demokrat 8,6 persen, PKS 6 persen, dan NasDem 4,2 persen. Sementara partai-partai lain di bawah 3 persen, dan responden yang belum tahu 18,8 persen.(jpg)
 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Hasil survei terbaru Saiful Mujani Research Consulting (SMRC) menunjukkan kecenderungannya setelah pemilu 2019, elektabilitas Partai Golkar mengalami tren kenaikan dari 8,4 persen pada Maret 2020 menjadi 11,3 persen pada September 2021. Sementara dua partai besar pendukung pemerintah PDIP cenderung melemah, dari 25,9 persen menjadi 22,1 persen pada periode yang sama.

Demikian juga Gerindra, yang menurun dari 13,6 persen menjadi 9,9 persen pada periode yang sama. Hal itu dipaparkan peneliti SMRC Deni Irvani, Rabu (6/10). Naiknya elektabilitas Partai Golkar tersebut disyukuri Wakil Ketua Umum, Koordinator Bidang Komunikasi dan Informasi, Nurul Arifin.

Nurul memaknai naiknya elektabilitas Partai Golkar karena soliditas dan kekompakan partai yang makin terjaga. "Di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto, partai menunjukkan soliditasnya. Sistem bekerja dengan baik, tidak terganggu dari mulai tingkat pusat, provinsi, kabupaten, kota sampai ke bawah sana. Semua memiliki kepercayaan diri bahwa kita akan bisa maju bersama-sama," papar Nurul, dalam keterangan tertulis, Kamis (7/10).

Baca Juga:  Lolos Verfak, Duet Bajo Hadapi Gibran-Teguh di Pilkada Solo

Nurul optimistis elektabilitas Partai Golkar akan terus meningkat pada masa mendatang. Hasil survei SMRC menunjukkan jika pemilu diadakan sekarang (saat survei dilakukan), elektabilitas PDIP masih memimpin 22,1 persen, diikuti Partai Golkar 11,3 persen, PKB 10 persen, Gerindra 9,9 persen, Demokrat 8,6 persen, PKS 6 persen, dan NasDem 4,2 persen. Sementara partai-partai lain di bawah 3 persen, dan responden yang belum tahu 18,8 persen.(jpg)
 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari