Kamis, 22 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

Dosen UIR Edukasi Siswa SMK Migas Inovasi soal Logging dan Data Sumur

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Teknik Jurusan Teknik Perminyakan Universitas Islam Riau (UIR) menggelar edukasi teknis bagi siswa SMK Migas Inovasi Riau, Senin (15/1) di aula sekolah. Kegiatan ini bertujuan menjembatani kebutuhan industri migas dengan dunia pendidikan vokasi.

Edukasi tersebut mengusung tema “Edukasi Logging dan Interpretasi Data Sumur sebagai Upaya Peningkatan Kompetensi Vokasi di SMK Migas Inovasi Riau”. Materi difokuskan pada penguatan pemahaman siswa terhadap aspek penting dalam eksplorasi migas, khususnya well logging.

Tim pengabdian terdiri dari Ketua Pengusul Ir Richa Melysa ST MT, anggota Ir Novrianti ST MT, anggota eksternal Ir Idham Khalid ST MT, serta didukung mahasiswa Ochi Willya Chevrananda dan Marsekal Ghufran Alfarisy.

Dalam kegiatan ini, siswa diperkenalkan pada proses pengambilan dan pengolahan data bawah permukaan tanah yang menjadi dasar penentuan potensi cadangan hidrokarbon. Edukasi ini sekaligus menjadi upaya mendekatkan kurikulum sekolah dengan realitas industri migas.

Baca Juga:  Riau Cipta Mekanik Kembali Dipercaya Jalankan Program PKW Kategori Platinum Tahun 2025

Ketua Tim Pengabdian, Ir Richa Melysa ST MT, menegaskan bahwa penguasaan data menjadi keterampilan penting bagi tenaga kerja vokasi masa depan. “Siswa SMK Migas tidak hanya dituntut mampu bekerja di lapangan, tetapi juga memahami bahasa sumur melalui data logging. Keahlian ini sangat dibutuhkan industri migas saat ini,” ujarnya.

Selama pelatihan, siswa mendapatkan materi komprehensif mulai dari pengenalan alat logging seperti gamma ray log, resistivity log, dan neutron-density log, proses akuisisi data, hingga interpretasi dasar grafik log untuk mengidentifikasi lapisan batuan dan kandungan fluida, baik minyak, gas, maupun air.

Antusiasme siswa terlihat saat mengikuti simulasi dan praktik interpretasi data yang difasilitasi pihak sekolah. Hal ini menunjukkan ketertarikan serta pemahaman terhadap materi yang disampaikan.

Baca Juga:  Prodi Geologi UIR Raih Akreditasi Baik Sekali

Kepala SMK Migas Inovasi Riau, Ferda Fandesa ST, menyambut positif kegiatan tersebut. Ia menilai kehadiran akademisi memberikan penyegaran terhadap kurikulum pembelajaran di sekolah.

“Kami sangat mengapresiasi para dosen UIR. Simulasi interpretasi data yang diberikan membantu siswa memahami gambaran nyata tantangan di industri migas,” ungkapnya.

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi, tanya jawab, serta simulasi kelompok untuk menganalisis data sumur fiktif dan mempresentasikannya di hadapan audiens dan mentor. Edukasi ini diharapkan dapat memacu semangat belajar siswa agar menjadi tenaga kerja kompeten dan siap kerja sesuai kebutuhan industri energi nasional. (nto/c)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Teknik Jurusan Teknik Perminyakan Universitas Islam Riau (UIR) menggelar edukasi teknis bagi siswa SMK Migas Inovasi Riau, Senin (15/1) di aula sekolah. Kegiatan ini bertujuan menjembatani kebutuhan industri migas dengan dunia pendidikan vokasi.

Edukasi tersebut mengusung tema “Edukasi Logging dan Interpretasi Data Sumur sebagai Upaya Peningkatan Kompetensi Vokasi di SMK Migas Inovasi Riau”. Materi difokuskan pada penguatan pemahaman siswa terhadap aspek penting dalam eksplorasi migas, khususnya well logging.

Tim pengabdian terdiri dari Ketua Pengusul Ir Richa Melysa ST MT, anggota Ir Novrianti ST MT, anggota eksternal Ir Idham Khalid ST MT, serta didukung mahasiswa Ochi Willya Chevrananda dan Marsekal Ghufran Alfarisy.

Dalam kegiatan ini, siswa diperkenalkan pada proses pengambilan dan pengolahan data bawah permukaan tanah yang menjadi dasar penentuan potensi cadangan hidrokarbon. Edukasi ini sekaligus menjadi upaya mendekatkan kurikulum sekolah dengan realitas industri migas.

Baca Juga:  49 Peserta Ikuti Seleksi Beasiswa Pendidikan

Ketua Tim Pengabdian, Ir Richa Melysa ST MT, menegaskan bahwa penguasaan data menjadi keterampilan penting bagi tenaga kerja vokasi masa depan. “Siswa SMK Migas tidak hanya dituntut mampu bekerja di lapangan, tetapi juga memahami bahasa sumur melalui data logging. Keahlian ini sangat dibutuhkan industri migas saat ini,” ujarnya.

- Advertisement -

Selama pelatihan, siswa mendapatkan materi komprehensif mulai dari pengenalan alat logging seperti gamma ray log, resistivity log, dan neutron-density log, proses akuisisi data, hingga interpretasi dasar grafik log untuk mengidentifikasi lapisan batuan dan kandungan fluida, baik minyak, gas, maupun air.

Antusiasme siswa terlihat saat mengikuti simulasi dan praktik interpretasi data yang difasilitasi pihak sekolah. Hal ini menunjukkan ketertarikan serta pemahaman terhadap materi yang disampaikan.

- Advertisement -
Baca Juga:  Bobby Ferly: Tantangan UMKM Perempuan Bukan Akses, tapi Literasi Digital

Kepala SMK Migas Inovasi Riau, Ferda Fandesa ST, menyambut positif kegiatan tersebut. Ia menilai kehadiran akademisi memberikan penyegaran terhadap kurikulum pembelajaran di sekolah.

“Kami sangat mengapresiasi para dosen UIR. Simulasi interpretasi data yang diberikan membantu siswa memahami gambaran nyata tantangan di industri migas,” ungkapnya.

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi, tanya jawab, serta simulasi kelompok untuk menganalisis data sumur fiktif dan mempresentasikannya di hadapan audiens dan mentor. Edukasi ini diharapkan dapat memacu semangat belajar siswa agar menjadi tenaga kerja kompeten dan siap kerja sesuai kebutuhan industri energi nasional. (nto/c)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Teknik Jurusan Teknik Perminyakan Universitas Islam Riau (UIR) menggelar edukasi teknis bagi siswa SMK Migas Inovasi Riau, Senin (15/1) di aula sekolah. Kegiatan ini bertujuan menjembatani kebutuhan industri migas dengan dunia pendidikan vokasi.

Edukasi tersebut mengusung tema “Edukasi Logging dan Interpretasi Data Sumur sebagai Upaya Peningkatan Kompetensi Vokasi di SMK Migas Inovasi Riau”. Materi difokuskan pada penguatan pemahaman siswa terhadap aspek penting dalam eksplorasi migas, khususnya well logging.

Tim pengabdian terdiri dari Ketua Pengusul Ir Richa Melysa ST MT, anggota Ir Novrianti ST MT, anggota eksternal Ir Idham Khalid ST MT, serta didukung mahasiswa Ochi Willya Chevrananda dan Marsekal Ghufran Alfarisy.

Dalam kegiatan ini, siswa diperkenalkan pada proses pengambilan dan pengolahan data bawah permukaan tanah yang menjadi dasar penentuan potensi cadangan hidrokarbon. Edukasi ini sekaligus menjadi upaya mendekatkan kurikulum sekolah dengan realitas industri migas.

Baca Juga:  Fakultas Psikologi UIR Yudisium 46 Lulusan

Ketua Tim Pengabdian, Ir Richa Melysa ST MT, menegaskan bahwa penguasaan data menjadi keterampilan penting bagi tenaga kerja vokasi masa depan. “Siswa SMK Migas tidak hanya dituntut mampu bekerja di lapangan, tetapi juga memahami bahasa sumur melalui data logging. Keahlian ini sangat dibutuhkan industri migas saat ini,” ujarnya.

Selama pelatihan, siswa mendapatkan materi komprehensif mulai dari pengenalan alat logging seperti gamma ray log, resistivity log, dan neutron-density log, proses akuisisi data, hingga interpretasi dasar grafik log untuk mengidentifikasi lapisan batuan dan kandungan fluida, baik minyak, gas, maupun air.

Antusiasme siswa terlihat saat mengikuti simulasi dan praktik interpretasi data yang difasilitasi pihak sekolah. Hal ini menunjukkan ketertarikan serta pemahaman terhadap materi yang disampaikan.

Baca Juga:  PKM Dosen Fisipol UIR Dorong Kemandirian Ekonomi Anak Panti Asuhan

Kepala SMK Migas Inovasi Riau, Ferda Fandesa ST, menyambut positif kegiatan tersebut. Ia menilai kehadiran akademisi memberikan penyegaran terhadap kurikulum pembelajaran di sekolah.

“Kami sangat mengapresiasi para dosen UIR. Simulasi interpretasi data yang diberikan membantu siswa memahami gambaran nyata tantangan di industri migas,” ungkapnya.

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi, tanya jawab, serta simulasi kelompok untuk menganalisis data sumur fiktif dan mempresentasikannya di hadapan audiens dan mentor. Edukasi ini diharapkan dapat memacu semangat belajar siswa agar menjadi tenaga kerja kompeten dan siap kerja sesuai kebutuhan industri energi nasional. (nto/c)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari