Minggu, 6 April 2025
spot_img

Perak Pertama setelah Tiga Dekade

TOKYO, (RIAUPOS.CO) – Ni Nengah Widiasih meraih perak dalam Paralimpiade Tokyo 2020, kemarin (26/8). Ini merupakan medali pertama yang diraih kontingen Indonesia. Ini juga menjadi perak pertama Indonesia sejak Paralimpiade Seoul 1988 silam.

Widi menempati posisi kedua di nomor angkat berat kelas 41 kg di Tokyo International Forum. Widi mencatat angkatan 98 kg. Dari tiga kali kesempatan, Widi berhasil dua kali. Sementara emas diraih Guo Ling Ling dengan hasil 109 kg. Angkatan tersebut juga tercatat sebagai rekor dunia.

Capaian ini begitu membanggakan bagi Widi. Dia berhasil melampaui raihannya saat Paralimpiade Rio 2016 lalu. Saat itu Widi meraih perunggu dan menjadi satu-satunya penyumbang medali bagi Indonesia. Dia mencatat hasil angkatan 95 kg.

Baca Juga:  Bekal Berlaga di Thomas-Uber Cup

"Saya sangat senang dan bangga. Ini sesuai target pribadi. Sebelum ke sini, saya berada di ranking kedua setelah Tiongkok. Dia (Guo) memang tangguh sekali," ucap Widi kepada Humas NPC Indonesia, kemarin.

Meski masih kalah oleh Cina, Widi tetap bersyukur dengan hasil yang diperoleh. Apalagi, angkatan 98 kg juga menjadi rekor terbaiknya sampai saat ini. Lifter kelahiran Karangasem, 12 Desember 1992 itu tidak ingin berhenti sampai di sini.

"Hari ini (kemarin, red) Merah Putih bisa berkibar dan saya bisa memperbaiki angkatan saya. Dari perunggu menjadi perak," kata lifter 28 tahun itu.

Widi divonis mengalami polio dan harus duduk di kursi roda sejak berusia 4 tahun. Dia mulai menggeluti angkat berat sejak SMP.(gil/c17/bas/jpg)

Baca Juga:  Pelecehan Seksual, FIFA Skors Presiden Asosiasi Sepak Bola Haiti

 

TOKYO, (RIAUPOS.CO) – Ni Nengah Widiasih meraih perak dalam Paralimpiade Tokyo 2020, kemarin (26/8). Ini merupakan medali pertama yang diraih kontingen Indonesia. Ini juga menjadi perak pertama Indonesia sejak Paralimpiade Seoul 1988 silam.

Widi menempati posisi kedua di nomor angkat berat kelas 41 kg di Tokyo International Forum. Widi mencatat angkatan 98 kg. Dari tiga kali kesempatan, Widi berhasil dua kali. Sementara emas diraih Guo Ling Ling dengan hasil 109 kg. Angkatan tersebut juga tercatat sebagai rekor dunia.

Capaian ini begitu membanggakan bagi Widi. Dia berhasil melampaui raihannya saat Paralimpiade Rio 2016 lalu. Saat itu Widi meraih perunggu dan menjadi satu-satunya penyumbang medali bagi Indonesia. Dia mencatat hasil angkatan 95 kg.

Baca Juga:  El Clasico, Koeman Yakin Barcelona Menang

"Saya sangat senang dan bangga. Ini sesuai target pribadi. Sebelum ke sini, saya berada di ranking kedua setelah Tiongkok. Dia (Guo) memang tangguh sekali," ucap Widi kepada Humas NPC Indonesia, kemarin.

Meski masih kalah oleh Cina, Widi tetap bersyukur dengan hasil yang diperoleh. Apalagi, angkatan 98 kg juga menjadi rekor terbaiknya sampai saat ini. Lifter kelahiran Karangasem, 12 Desember 1992 itu tidak ingin berhenti sampai di sini.

"Hari ini (kemarin, red) Merah Putih bisa berkibar dan saya bisa memperbaiki angkatan saya. Dari perunggu menjadi perak," kata lifter 28 tahun itu.

Widi divonis mengalami polio dan harus duduk di kursi roda sejak berusia 4 tahun. Dia mulai menggeluti angkat berat sejak SMP.(gil/c17/bas/jpg)

Baca Juga:  Baru Selesai Operasi, Marquez Ngotot Ingin Turun di MotoGP Andalusia

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Perak Pertama setelah Tiga Dekade

TOKYO, (RIAUPOS.CO) – Ni Nengah Widiasih meraih perak dalam Paralimpiade Tokyo 2020, kemarin (26/8). Ini merupakan medali pertama yang diraih kontingen Indonesia. Ini juga menjadi perak pertama Indonesia sejak Paralimpiade Seoul 1988 silam.

Widi menempati posisi kedua di nomor angkat berat kelas 41 kg di Tokyo International Forum. Widi mencatat angkatan 98 kg. Dari tiga kali kesempatan, Widi berhasil dua kali. Sementara emas diraih Guo Ling Ling dengan hasil 109 kg. Angkatan tersebut juga tercatat sebagai rekor dunia.

Capaian ini begitu membanggakan bagi Widi. Dia berhasil melampaui raihannya saat Paralimpiade Rio 2016 lalu. Saat itu Widi meraih perunggu dan menjadi satu-satunya penyumbang medali bagi Indonesia. Dia mencatat hasil angkatan 95 kg.

Baca Juga:  Pelecehan Seksual, FIFA Skors Presiden Asosiasi Sepak Bola Haiti

"Saya sangat senang dan bangga. Ini sesuai target pribadi. Sebelum ke sini, saya berada di ranking kedua setelah Tiongkok. Dia (Guo) memang tangguh sekali," ucap Widi kepada Humas NPC Indonesia, kemarin.

Meski masih kalah oleh Cina, Widi tetap bersyukur dengan hasil yang diperoleh. Apalagi, angkatan 98 kg juga menjadi rekor terbaiknya sampai saat ini. Lifter kelahiran Karangasem, 12 Desember 1992 itu tidak ingin berhenti sampai di sini.

"Hari ini (kemarin, red) Merah Putih bisa berkibar dan saya bisa memperbaiki angkatan saya. Dari perunggu menjadi perak," kata lifter 28 tahun itu.

Widi divonis mengalami polio dan harus duduk di kursi roda sejak berusia 4 tahun. Dia mulai menggeluti angkat berat sejak SMP.(gil/c17/bas/jpg)

Baca Juga:  El Clasico, Koeman Yakin Barcelona Menang

 

TOKYO, (RIAUPOS.CO) – Ni Nengah Widiasih meraih perak dalam Paralimpiade Tokyo 2020, kemarin (26/8). Ini merupakan medali pertama yang diraih kontingen Indonesia. Ini juga menjadi perak pertama Indonesia sejak Paralimpiade Seoul 1988 silam.

Widi menempati posisi kedua di nomor angkat berat kelas 41 kg di Tokyo International Forum. Widi mencatat angkatan 98 kg. Dari tiga kali kesempatan, Widi berhasil dua kali. Sementara emas diraih Guo Ling Ling dengan hasil 109 kg. Angkatan tersebut juga tercatat sebagai rekor dunia.

Capaian ini begitu membanggakan bagi Widi. Dia berhasil melampaui raihannya saat Paralimpiade Rio 2016 lalu. Saat itu Widi meraih perunggu dan menjadi satu-satunya penyumbang medali bagi Indonesia. Dia mencatat hasil angkatan 95 kg.

Baca Juga:  Sikapi Hasil PON, PSTI Riau Gelar Kejurda Sepaktakraw Antarklub

"Saya sangat senang dan bangga. Ini sesuai target pribadi. Sebelum ke sini, saya berada di ranking kedua setelah Tiongkok. Dia (Guo) memang tangguh sekali," ucap Widi kepada Humas NPC Indonesia, kemarin.

Meski masih kalah oleh Cina, Widi tetap bersyukur dengan hasil yang diperoleh. Apalagi, angkatan 98 kg juga menjadi rekor terbaiknya sampai saat ini. Lifter kelahiran Karangasem, 12 Desember 1992 itu tidak ingin berhenti sampai di sini.

"Hari ini (kemarin, red) Merah Putih bisa berkibar dan saya bisa memperbaiki angkatan saya. Dari perunggu menjadi perak," kata lifter 28 tahun itu.

Widi divonis mengalami polio dan harus duduk di kursi roda sejak berusia 4 tahun. Dia mulai menggeluti angkat berat sejak SMP.(gil/c17/bas/jpg)

Baca Juga:  El Clasico, Koeman Yakin Barcelona Menang

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari