Minggu, 5 April 2026
- Advertisement -

Tornado FC Kecewa, Panpel Liga 3 Dinilai Tidak Siap

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pelaksanaan Liga 3 Tingkat Provinsi Riau baru saja selesai. Namun penyelenggaraan kegiatan oleh panitia masih menyisakan kekecewaan. Salah satunya dirasakan Tim Tornado FC.

Di tengah rasa duka yang dalam atas kehilangan kiper terbaiknya, Taufik Ramsyah, Tornado FC mengungkapkan rasa kecewaan terhadap panitia pelaksana. Terutama karena lambannya penanganan medis dari yang disediakan panitia.

"Pertama kami atas nama keluarga besar Tornado menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kepergian pemain terbaik kami, Taufik Ramsyah," ungkap Pembina Tim Tornado FC Muflihun saat berbincang dengan Riaupos.co, Rabu (22/12/2021).

Dikatakan Muflihun, sesaat setelah terjadi kecelakaan antara sang kiper dengan pemain Wahana FC dalam Liga 3 Tingkat Provinsi Riau yang dilaksanakan Sabtu (18/12/2021) lalu, ambulans yang disediakan panitia lambat masuk ke lapangan. Bahkan di pertandingan awal, sama sekali tidak ada ambulans.

Baca Juga:  McLaren Mundur, Balapan Perdana F1 Batal?

"Saat adik kami Taufik ini jatuh dengan kondisi hidung berdarah, ambulans masuk ke lapangan lambat. Bahkan setelah ambulans datangpun, penanganan medis juga tidak maksimal," ungkap Muflihun dengan nada kecewa.

Yang lebih mengecewakan lagi, pada saat Taufik dirawat di RS, tidak satupun panpel datang membesuk. Bahkan saat penyelenggaraan jenazah, Panpel juga tidak menunjukan rasa empati sama sekali.

Ke depan, dia meminta panitia pelaksana agar siap dengan segala kemungkinan yang terjadi. Termasuk dalam mengantisipasi kecelakaan yang dialami pemain dengan mensiagakan tim medis di lapangan yang bekerja secara profesional.

Baik dalam menyelenggarakan pertandingan tingkat askot/askab maupun tingkat asprov.

"Keselamatan pemain harus diperhatikan. Kalau tidak ini bahaya untuk nasib pemain kita. Pemain kita punya masa depan yang bagus semua karena memiliki talenta luar biasa," pungkasnya.

Baca Juga:  Perlu Empat Kemenangan Lagi

Laporan: Afiat Ananda (Pekanbaru)

Editor: Erwan Sani

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pelaksanaan Liga 3 Tingkat Provinsi Riau baru saja selesai. Namun penyelenggaraan kegiatan oleh panitia masih menyisakan kekecewaan. Salah satunya dirasakan Tim Tornado FC.

Di tengah rasa duka yang dalam atas kehilangan kiper terbaiknya, Taufik Ramsyah, Tornado FC mengungkapkan rasa kecewaan terhadap panitia pelaksana. Terutama karena lambannya penanganan medis dari yang disediakan panitia.

"Pertama kami atas nama keluarga besar Tornado menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kepergian pemain terbaik kami, Taufik Ramsyah," ungkap Pembina Tim Tornado FC Muflihun saat berbincang dengan Riaupos.co, Rabu (22/12/2021).

Dikatakan Muflihun, sesaat setelah terjadi kecelakaan antara sang kiper dengan pemain Wahana FC dalam Liga 3 Tingkat Provinsi Riau yang dilaksanakan Sabtu (18/12/2021) lalu, ambulans yang disediakan panitia lambat masuk ke lapangan. Bahkan di pertandingan awal, sama sekali tidak ada ambulans.

Baca Juga:  Hotspur Kembali ke Zona Liga Champions 

"Saat adik kami Taufik ini jatuh dengan kondisi hidung berdarah, ambulans masuk ke lapangan lambat. Bahkan setelah ambulans datangpun, penanganan medis juga tidak maksimal," ungkap Muflihun dengan nada kecewa.

- Advertisement -

Yang lebih mengecewakan lagi, pada saat Taufik dirawat di RS, tidak satupun panpel datang membesuk. Bahkan saat penyelenggaraan jenazah, Panpel juga tidak menunjukan rasa empati sama sekali.

Ke depan, dia meminta panitia pelaksana agar siap dengan segala kemungkinan yang terjadi. Termasuk dalam mengantisipasi kecelakaan yang dialami pemain dengan mensiagakan tim medis di lapangan yang bekerja secara profesional.

- Advertisement -

Baik dalam menyelenggarakan pertandingan tingkat askot/askab maupun tingkat asprov.

"Keselamatan pemain harus diperhatikan. Kalau tidak ini bahaya untuk nasib pemain kita. Pemain kita punya masa depan yang bagus semua karena memiliki talenta luar biasa," pungkasnya.

Baca Juga:  Perempat Final Pertama bagi Gregoria setelah Lebih dari Dua Tahun

Laporan: Afiat Ananda (Pekanbaru)

Editor: Erwan Sani

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pelaksanaan Liga 3 Tingkat Provinsi Riau baru saja selesai. Namun penyelenggaraan kegiatan oleh panitia masih menyisakan kekecewaan. Salah satunya dirasakan Tim Tornado FC.

Di tengah rasa duka yang dalam atas kehilangan kiper terbaiknya, Taufik Ramsyah, Tornado FC mengungkapkan rasa kecewaan terhadap panitia pelaksana. Terutama karena lambannya penanganan medis dari yang disediakan panitia.

"Pertama kami atas nama keluarga besar Tornado menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kepergian pemain terbaik kami, Taufik Ramsyah," ungkap Pembina Tim Tornado FC Muflihun saat berbincang dengan Riaupos.co, Rabu (22/12/2021).

Dikatakan Muflihun, sesaat setelah terjadi kecelakaan antara sang kiper dengan pemain Wahana FC dalam Liga 3 Tingkat Provinsi Riau yang dilaksanakan Sabtu (18/12/2021) lalu, ambulans yang disediakan panitia lambat masuk ke lapangan. Bahkan di pertandingan awal, sama sekali tidak ada ambulans.

Baca Juga:  Kevin/Marcus Awali Olimpiade dengan Kemenangan Cukup Mudah

"Saat adik kami Taufik ini jatuh dengan kondisi hidung berdarah, ambulans masuk ke lapangan lambat. Bahkan setelah ambulans datangpun, penanganan medis juga tidak maksimal," ungkap Muflihun dengan nada kecewa.

Yang lebih mengecewakan lagi, pada saat Taufik dirawat di RS, tidak satupun panpel datang membesuk. Bahkan saat penyelenggaraan jenazah, Panpel juga tidak menunjukan rasa empati sama sekali.

Ke depan, dia meminta panitia pelaksana agar siap dengan segala kemungkinan yang terjadi. Termasuk dalam mengantisipasi kecelakaan yang dialami pemain dengan mensiagakan tim medis di lapangan yang bekerja secara profesional.

Baik dalam menyelenggarakan pertandingan tingkat askot/askab maupun tingkat asprov.

"Keselamatan pemain harus diperhatikan. Kalau tidak ini bahaya untuk nasib pemain kita. Pemain kita punya masa depan yang bagus semua karena memiliki talenta luar biasa," pungkasnya.

Baca Juga:  Untuk Almarhum Papa

Laporan: Afiat Ananda (Pekanbaru)

Editor: Erwan Sani

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari