23.2 C
Pekanbaru
Rabu, 2 April 2025
spot_img

Kalah Strategi, The Minions Gagal Juara

BIRMINGHAM (RIAUPOS.CO) – Strategi long ball yang dilakukan ganda putra Jepang, Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe membuat Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon kesulitan mengembangkan pertandingan dan kalah dramatis dalam final All England 2020 di Birmingham Arena, Ahad (15/3/2020) malam.

Dalam pertandingan tiga gim, Kevin/Marcus kalah di gim pertama dan ketiga. Pasangan Indonesia itu mengakhiri laga dengan 18-21, 21-12, dan 19-21. Ini merupakan kekalahan keenam ganda nomor satu dunia tersebut dari ganda nomor satu Jepang tersebut. Dalam 8 kali pertemuan, The Minions hanya menang dua kali. Mereka juga kalah beruntun dalam tiga pertemuan terakhir.

Endo/Watanabe tahu betul kalau Kevin/Marcus sulit dikalahkan dalam permainan drive bola pendek dan cepat. Untuk itu, mereka bermain lebih sabar dan memberikan bola tinggi di baseline The Minions. Sangat jarang mereka melayani The Minions bermain pendek dan cepat.

Mereka tahu, smes dari belakang tak sekeras jika mereka harus bermain pendek. Akibatnya, Kevin/Marcus yang terbiasa bermain cepat, sering tak sabar. Mereka terus melakukan smes yang menguras tenaga. Ini memperlihatkan The Minions tak bisa mengubah strategi menghadapi kesabaran lawan.

Di gim pertama, Kevin/Marcus sempat tertinggal 0-3 lebih dulu sebelum akhirnya merebut enam poin beruntun yang membuat mereka berbalik unggul 6-3. Endo/Watanabe lalu balas mengejar dengan catatan empat poin beruntun yang membuat mereka kembali memimpin 7-6.

Baca Juga:  Simone dan Filippo Inzaghi Mengulang Kisah Dua Dekade Silam

Kevin/Marcus lalu tertinggal 8-10 sebelum serangan agresif Minions membuat mereka meraih tiga poin beruntun yang membuat skor menjadi 11-10 untuk keunggulan mereka di interval. Selepas interval, pertarungan kedua ganda tetap ketat dan keduanya bergantian unggul. Kevin/Marcus sempat memimpin 14-12 namun kemudian berbalik tertinggal 14-15.

Dua pukulan melebar dari Kevin membuat Endo/Watanabe memimpin 18-16. Drop shot Watanabe lalu membuat skor menjadi 19-16. Pengembalian Marcus yang melebar membuat Endo/ Watanabe meraih game point di angka 20-16. Sempat dua kali menggagalkan game point, Kevin/Marcus akhirnya kalah 18-21 setelah smes Endo tak bisa dihentikan.

Memasuki gim kedua, Kevin/Marcus langsung melesat dengan keunggulan 7-2. Meski Endo/Watanabe memberikan perlawanan sengit, Kevin/Marcus mampu memimpin 11-7 saat interval. Tahu sangat sulit mengejar, Endo/ Watanabe terlihat melepas set ini dengan melakukan kesalahan sendiri dan bermain apa adanya. Mereka membiarkan The Minions terus melaju.

- Advertisement -

Selepas interval, Kevin/Marcus merebut empat poin beruntun untuk unggul 15-7. Drop shot Kevin lalu membuat skor menjadi 17-9. Selisih delapan poin terus dipertahankan hingga angka 18-10. Serangan Minions mengantar mereka meraih game point di angka 20-10. Sempat dua kali gagal, Minions memaksakan terjadinya rubber game dengan kemenangan 21-12.

Baca Juga:  AC Milan Akan Telikung Arsenal untuk Dapatkan Ceballos

Namun di  gim penentuan, Kevin/Marcus kalah start dan langsung tertinggal 0-6 di awal gim. Kevin/Marcus lalu tampil lebih baik dan mencatat lima poin beruntun yang membuat skor menjadi 5-6. Kevin/Marcus berusaha  keras mengejar namun harus puas dengan kondisi tertinggal dua angka, 9-11 saat interval.

Selepas interval, Endo/Watanabe meraih tiga poin beruntun dan memimpin 14-9. Upaya Kevin/Marcus untuk merapatkan selisih poin mulai menunjukkan hasil saat mereka mendekat di angka 13-15. Pukulan Endo yang gagal menyeberangi net dan pukulan Watanabe yang keluar membuat skor sama kuat 15-15. Minions sempat tertinggal 16-18 lalu dua poin dari Marcus membuat skor imbang 18-18.

Pukulan Kevin lalu mengantar Minions berbalik unggul 19-18 sebelum skor kembali sama kuat 19-19. Endo lalu membuat ganda Jepang meraih match point di angka 20-19. Endo/Watanabe lalu mengakhiri pertandingan di kesempatan pertama dan menyudahi laga dengan skor 21-19. 

Dengan kekalahan ini, Indonesia hanya pulang membawa satu gelar yang sebelumnya diperoleh Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti yang menang atas ganda campuran Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai, dalam pertandingan tiga set, 21-15, 17-21 dan  21-8.

Sumber: JPNN/PBSI
Editor: Hary B Koriun

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

BERITA LAINNYA

Genangan Tak Surut, Warga Keluhkan Kerusakan Jalan Lintas Siak-Tanjung Buton

Selama dua bulan terakhir, Jalan Lintas Siak-Tanjung Buton di perbatasan Kampung Dosan, Kecamatan Pusako, dengan Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, masih tergenang air.

Hujan Ringan hingga Sedang Diprediksi Guyur Riau Saat Malam Takbiran

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru memprediksi hujan ringan hingga sedang akan mengguyur sejumlah wilayah di Riau pada malam Takbiran Idulfitri 1446 H, yang jatuh pada Ahad (30/3/2025).

Bandara SSK II Pekanbaru Buka Rute Baru ke Padang dan Rengat, Mudahkan Akses Mudik

Penerbangan perdana rute Pekanbaru-Padang dilaksanakan pada Rabu, 26 Maret 2025, pukul 07:00 WIB dan dihadiri oleh sejumlah pejabat, termasuk Radityo Ari Purwoko, General Manager Bandara SSK II, Roni Rakhmat SSTP MSi

Gubernur Riau Abdul Wahid Gelar Open House Idulfitri, Ajak Masyarakat Jalin Silaturahmi

Gubernur Riau, Abdul Wahid, menjelaskan bahwa open house ini terbuka bagi semua kalangan tanpa ada pembatasan. Masyarakat umum dipersilakan untuk hadir dan berinteraksi langsung dengan dirinya, Wakil Gubernur, kepala OPD, serta warga lainnya.