Sabtu, 5 April 2025
spot_img

Melawan dengan Baik, Tim Muda Indonesia Akui Ketangguhan Cina

BANGKOK (RIAUPOS.CO) – Tim muda Indonesia gagal memberikan kejutan dengan melangkah ke semifinal Uber Cup 2022. Pada partai perempat final di Impact Arena, Bangkok, Kamis (12/5/2022), Indonesia harus mengakui ketangguhan juara bertahan Cina dengan skor 0-3.

Dengan hasil ini, Indonesia selalu terhenti pada perempat final dalam enam edisi terakhir. Yakni sejak 2012, 2014, 2016, 2018, 2020, dan 2022. Di partai pertama, tunggal Indonesia Komang Ayu Cahya Dewi kalah dalam dua game langsung di tangan peraih emas Olimpiade Tokyo 2020 Chen Yufei. Komang kandas dengan skor 12-21 dan 11-21.

“Saya sudah berusaha semaksimal mungkin. Ke mana bola sudah saya kejar, tetapi tidak mudah. Permainan Chen Yufei rapi sekali. Tidak ada celahnya untuk diserang,” ucap Komang dalam siaran pers PP PBSI.

 “Sepanjang pertandingan, saya dikontrol habis sama dia. Tidak ada kesempatan sekali pun untuk bisa mengontrol permainan. Dari permainan tadi, saya sadar standar permainan saya belum apa-apanya dibanding dia. Untuk bisa seperti dia, saya harus meningkatkan segalanya. Saya sadar, untuk bisa menyamai standar seorang juara Olimpiade itu perlu kerja keras,” tambah Komang.

Baca Juga:  Egy Maulana Tak Bermain di Leg 1 Semifinal

“Pengalaman itu tidak bisa bohong. Dia bisa bermain sempurna dan tidak ada boros-borosnya dengan membuang angka,” ucap pemain nomor 203 dunia itu.

Menurut Komang, permainan Chen beda dengan pemain nomor satu dunia asal Jepang, Akane Yamaguchi. Komang pernah melawan Akane di Kejuaraan Asia 2022. Ketika itu, dia masih bisa mengontrol permainan Akane.

“Tapi lawan Chen Yufei, tidak ada kesempatan sama sekali. Pelajaran penting yang saya dapatkan dari Chen Yufei, saya harus lebih tenang, tahan, tidak buru-buru, sabar, dan harus rapi dalam bermain,” ucap Komang.

Pada partai kedua, ganda putri Indonesia Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi dikalahkan ganda putri nomor satu dunia Chen Qingchen/ Jia Yifan. Ana/Tiwi kandas dalam dua game langsung 19-21 dan 16-21. Pada game pertama, Ana/Tiwi sempat melawan dengan baik dengan unggul 19-17.

Baca Juga:  Di Final, Malaysia Bukan Lawan Mudah

Namun, Chen/Jia mendapatkan momentum dan mencetak empat angka beruntun untuk mengambil game pertama. Sementara itu, pada partai ketiga, Bilqis Prasista yang kemarin berhasil mengalahkan Akane, hari ini takluk di tangan He Bingjiao. Bilqis yang bermain hebat di game pertama, kalah dalam rubber game dengan skor 21-19, 18-21, dan 7-21.

Indonesia kali terakhir mencapai semifinal Uber Cup 2010 di Kuala Lumpur. Dalam ajang ini, Merah Putih tiga kali menjadi juara yakni pada 1975, 1994, dan 1996.

Sumber: Jawapos.com

Editor: Edwar Yaman

 

 

BANGKOK (RIAUPOS.CO) – Tim muda Indonesia gagal memberikan kejutan dengan melangkah ke semifinal Uber Cup 2022. Pada partai perempat final di Impact Arena, Bangkok, Kamis (12/5/2022), Indonesia harus mengakui ketangguhan juara bertahan Cina dengan skor 0-3.

Dengan hasil ini, Indonesia selalu terhenti pada perempat final dalam enam edisi terakhir. Yakni sejak 2012, 2014, 2016, 2018, 2020, dan 2022. Di partai pertama, tunggal Indonesia Komang Ayu Cahya Dewi kalah dalam dua game langsung di tangan peraih emas Olimpiade Tokyo 2020 Chen Yufei. Komang kandas dengan skor 12-21 dan 11-21.

“Saya sudah berusaha semaksimal mungkin. Ke mana bola sudah saya kejar, tetapi tidak mudah. Permainan Chen Yufei rapi sekali. Tidak ada celahnya untuk diserang,” ucap Komang dalam siaran pers PP PBSI.

 “Sepanjang pertandingan, saya dikontrol habis sama dia. Tidak ada kesempatan sekali pun untuk bisa mengontrol permainan. Dari permainan tadi, saya sadar standar permainan saya belum apa-apanya dibanding dia. Untuk bisa seperti dia, saya harus meningkatkan segalanya. Saya sadar, untuk bisa menyamai standar seorang juara Olimpiade itu perlu kerja keras,” tambah Komang.

Baca Juga:  PSG V Toulouse; Berburu Trofi Pertama

“Pengalaman itu tidak bisa bohong. Dia bisa bermain sempurna dan tidak ada boros-borosnya dengan membuang angka,” ucap pemain nomor 203 dunia itu.

Menurut Komang, permainan Chen beda dengan pemain nomor satu dunia asal Jepang, Akane Yamaguchi. Komang pernah melawan Akane di Kejuaraan Asia 2022. Ketika itu, dia masih bisa mengontrol permainan Akane.

“Tapi lawan Chen Yufei, tidak ada kesempatan sama sekali. Pelajaran penting yang saya dapatkan dari Chen Yufei, saya harus lebih tenang, tahan, tidak buru-buru, sabar, dan harus rapi dalam bermain,” ucap Komang.

Pada partai kedua, ganda putri Indonesia Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi dikalahkan ganda putri nomor satu dunia Chen Qingchen/ Jia Yifan. Ana/Tiwi kandas dalam dua game langsung 19-21 dan 16-21. Pada game pertama, Ana/Tiwi sempat melawan dengan baik dengan unggul 19-17.

Baca Juga:  Inzaghi Gantikan Posisi Conte di Inter Milan

Namun, Chen/Jia mendapatkan momentum dan mencetak empat angka beruntun untuk mengambil game pertama. Sementara itu, pada partai ketiga, Bilqis Prasista yang kemarin berhasil mengalahkan Akane, hari ini takluk di tangan He Bingjiao. Bilqis yang bermain hebat di game pertama, kalah dalam rubber game dengan skor 21-19, 18-21, dan 7-21.

Indonesia kali terakhir mencapai semifinal Uber Cup 2010 di Kuala Lumpur. Dalam ajang ini, Merah Putih tiga kali menjadi juara yakni pada 1975, 1994, dan 1996.

Sumber: Jawapos.com

Editor: Edwar Yaman

 

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Melawan dengan Baik, Tim Muda Indonesia Akui Ketangguhan Cina

BANGKOK (RIAUPOS.CO) – Tim muda Indonesia gagal memberikan kejutan dengan melangkah ke semifinal Uber Cup 2022. Pada partai perempat final di Impact Arena, Bangkok, Kamis (12/5/2022), Indonesia harus mengakui ketangguhan juara bertahan Cina dengan skor 0-3.

Dengan hasil ini, Indonesia selalu terhenti pada perempat final dalam enam edisi terakhir. Yakni sejak 2012, 2014, 2016, 2018, 2020, dan 2022. Di partai pertama, tunggal Indonesia Komang Ayu Cahya Dewi kalah dalam dua game langsung di tangan peraih emas Olimpiade Tokyo 2020 Chen Yufei. Komang kandas dengan skor 12-21 dan 11-21.

“Saya sudah berusaha semaksimal mungkin. Ke mana bola sudah saya kejar, tetapi tidak mudah. Permainan Chen Yufei rapi sekali. Tidak ada celahnya untuk diserang,” ucap Komang dalam siaran pers PP PBSI.

 “Sepanjang pertandingan, saya dikontrol habis sama dia. Tidak ada kesempatan sekali pun untuk bisa mengontrol permainan. Dari permainan tadi, saya sadar standar permainan saya belum apa-apanya dibanding dia. Untuk bisa seperti dia, saya harus meningkatkan segalanya. Saya sadar, untuk bisa menyamai standar seorang juara Olimpiade itu perlu kerja keras,” tambah Komang.

Baca Juga:  Di Final, Malaysia Bukan Lawan Mudah

“Pengalaman itu tidak bisa bohong. Dia bisa bermain sempurna dan tidak ada boros-borosnya dengan membuang angka,” ucap pemain nomor 203 dunia itu.

Menurut Komang, permainan Chen beda dengan pemain nomor satu dunia asal Jepang, Akane Yamaguchi. Komang pernah melawan Akane di Kejuaraan Asia 2022. Ketika itu, dia masih bisa mengontrol permainan Akane.

“Tapi lawan Chen Yufei, tidak ada kesempatan sama sekali. Pelajaran penting yang saya dapatkan dari Chen Yufei, saya harus lebih tenang, tahan, tidak buru-buru, sabar, dan harus rapi dalam bermain,” ucap Komang.

Pada partai kedua, ganda putri Indonesia Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi dikalahkan ganda putri nomor satu dunia Chen Qingchen/ Jia Yifan. Ana/Tiwi kandas dalam dua game langsung 19-21 dan 16-21. Pada game pertama, Ana/Tiwi sempat melawan dengan baik dengan unggul 19-17.

Baca Juga:  Singkirkan Madrid, Mason Mount Cibir Kroos

Namun, Chen/Jia mendapatkan momentum dan mencetak empat angka beruntun untuk mengambil game pertama. Sementara itu, pada partai ketiga, Bilqis Prasista yang kemarin berhasil mengalahkan Akane, hari ini takluk di tangan He Bingjiao. Bilqis yang bermain hebat di game pertama, kalah dalam rubber game dengan skor 21-19, 18-21, dan 7-21.

Indonesia kali terakhir mencapai semifinal Uber Cup 2010 di Kuala Lumpur. Dalam ajang ini, Merah Putih tiga kali menjadi juara yakni pada 1975, 1994, dan 1996.

Sumber: Jawapos.com

Editor: Edwar Yaman

 

 

BANGKOK (RIAUPOS.CO) – Tim muda Indonesia gagal memberikan kejutan dengan melangkah ke semifinal Uber Cup 2022. Pada partai perempat final di Impact Arena, Bangkok, Kamis (12/5/2022), Indonesia harus mengakui ketangguhan juara bertahan Cina dengan skor 0-3.

Dengan hasil ini, Indonesia selalu terhenti pada perempat final dalam enam edisi terakhir. Yakni sejak 2012, 2014, 2016, 2018, 2020, dan 2022. Di partai pertama, tunggal Indonesia Komang Ayu Cahya Dewi kalah dalam dua game langsung di tangan peraih emas Olimpiade Tokyo 2020 Chen Yufei. Komang kandas dengan skor 12-21 dan 11-21.

“Saya sudah berusaha semaksimal mungkin. Ke mana bola sudah saya kejar, tetapi tidak mudah. Permainan Chen Yufei rapi sekali. Tidak ada celahnya untuk diserang,” ucap Komang dalam siaran pers PP PBSI.

 “Sepanjang pertandingan, saya dikontrol habis sama dia. Tidak ada kesempatan sekali pun untuk bisa mengontrol permainan. Dari permainan tadi, saya sadar standar permainan saya belum apa-apanya dibanding dia. Untuk bisa seperti dia, saya harus meningkatkan segalanya. Saya sadar, untuk bisa menyamai standar seorang juara Olimpiade itu perlu kerja keras,” tambah Komang.

Baca Juga:  Bagnaia Bertekad Lanjutkan Dominasi di Jerez ke Le Mans

“Pengalaman itu tidak bisa bohong. Dia bisa bermain sempurna dan tidak ada boros-borosnya dengan membuang angka,” ucap pemain nomor 203 dunia itu.

Menurut Komang, permainan Chen beda dengan pemain nomor satu dunia asal Jepang, Akane Yamaguchi. Komang pernah melawan Akane di Kejuaraan Asia 2022. Ketika itu, dia masih bisa mengontrol permainan Akane.

“Tapi lawan Chen Yufei, tidak ada kesempatan sama sekali. Pelajaran penting yang saya dapatkan dari Chen Yufei, saya harus lebih tenang, tahan, tidak buru-buru, sabar, dan harus rapi dalam bermain,” ucap Komang.

Pada partai kedua, ganda putri Indonesia Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi dikalahkan ganda putri nomor satu dunia Chen Qingchen/ Jia Yifan. Ana/Tiwi kandas dalam dua game langsung 19-21 dan 16-21. Pada game pertama, Ana/Tiwi sempat melawan dengan baik dengan unggul 19-17.

Baca Juga:  Xavi Optimis Barcelona Tak Perlu Keajaiban Kalahkan Bayern

Namun, Chen/Jia mendapatkan momentum dan mencetak empat angka beruntun untuk mengambil game pertama. Sementara itu, pada partai ketiga, Bilqis Prasista yang kemarin berhasil mengalahkan Akane, hari ini takluk di tangan He Bingjiao. Bilqis yang bermain hebat di game pertama, kalah dalam rubber game dengan skor 21-19, 18-21, dan 7-21.

Indonesia kali terakhir mencapai semifinal Uber Cup 2010 di Kuala Lumpur. Dalam ajang ini, Merah Putih tiga kali menjadi juara yakni pada 1975, 1994, dan 1996.

Sumber: Jawapos.com

Editor: Edwar Yaman

 

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari