Senin, 24 Agustus 2026
- Advertisement -

Ketinggalan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Tiba saatnya, Lulu untuk pergi menepati janji Difa. Pagi hari dia pun siap berkemas dan pergi menuruti keinginan Difa ke daerah Kampar. Sesampainya di kos Difa yang berada di Panam pukul 08.15 WIB, diputuskan Difa yang membawa sepeda motor.

Berbekal maps keduanya pun meluncur ke lokasi perkebunan kelengkeng. Namun, belum sempat naik, Difa meninggalkan Lulu, yang entah sengaja atau tidak.”Difa, aku belum naik loh,” panggil Lulu. Belum juga menoleh kembali berteriak, “Woy Dif, tungguin aku!”

Namun, Difa berlalu begitu saja. “Sial pasti dia menginginkanku agar  berjalan sampai ke jalan,” gumamnya dalam hati.

Kendati demikian, Difa tetap melaju. Keluar dari gang belok kanan. Sampai akhirnya belok kiri ke Jalan Subrantas. Teriakan Lulu tak didengar. “Alamak! Awak belum naik. Padahal dah kencang teriakanku sampai orang yang tinggal di dekat gang nengokin aku. Pasti mereka ngira kami berantem,” celetuknya.(s)

Baca Juga:  Nama Putra Megawati Muncul di Sidang Kasus Suap Bawang Putih

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Tiba saatnya, Lulu untuk pergi menepati janji Difa. Pagi hari dia pun siap berkemas dan pergi menuruti keinginan Difa ke daerah Kampar. Sesampainya di kos Difa yang berada di Panam pukul 08.15 WIB, diputuskan Difa yang membawa sepeda motor.

Berbekal maps keduanya pun meluncur ke lokasi perkebunan kelengkeng. Namun, belum sempat naik, Difa meninggalkan Lulu, yang entah sengaja atau tidak.”Difa, aku belum naik loh,” panggil Lulu. Belum juga menoleh kembali berteriak, “Woy Dif, tungguin aku!”

Namun, Difa berlalu begitu saja. “Sial pasti dia menginginkanku agar  berjalan sampai ke jalan,” gumamnya dalam hati.

Kendati demikian, Difa tetap melaju. Keluar dari gang belok kanan. Sampai akhirnya belok kiri ke Jalan Subrantas. Teriakan Lulu tak didengar. “Alamak! Awak belum naik. Padahal dah kencang teriakanku sampai orang yang tinggal di dekat gang nengokin aku. Pasti mereka ngira kami berantem,” celetuknya.(s)

Baca Juga:  Jemaah Haji Berduyun-duyun ke Makkah Pertama Pascapandemi Covid-19

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Tiba saatnya, Lulu untuk pergi menepati janji Difa. Pagi hari dia pun siap berkemas dan pergi menuruti keinginan Difa ke daerah Kampar. Sesampainya di kos Difa yang berada di Panam pukul 08.15 WIB, diputuskan Difa yang membawa sepeda motor.

Berbekal maps keduanya pun meluncur ke lokasi perkebunan kelengkeng. Namun, belum sempat naik, Difa meninggalkan Lulu, yang entah sengaja atau tidak.”Difa, aku belum naik loh,” panggil Lulu. Belum juga menoleh kembali berteriak, “Woy Dif, tungguin aku!”

Namun, Difa berlalu begitu saja. “Sial pasti dia menginginkanku agar  berjalan sampai ke jalan,” gumamnya dalam hati.

Kendati demikian, Difa tetap melaju. Keluar dari gang belok kanan. Sampai akhirnya belok kiri ke Jalan Subrantas. Teriakan Lulu tak didengar. “Alamak! Awak belum naik. Padahal dah kencang teriakanku sampai orang yang tinggal di dekat gang nengokin aku. Pasti mereka ngira kami berantem,” celetuknya.(s)

Baca Juga:  Surat DPRD Riau ke Presiden Dikirim Hari Ini

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari