Minggu, 6 April 2025
spot_img

Waspada, Semprot Disinfektan Langsung Pada Tubuh Bahaya

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Beberapa pekan terakhir sejumlah pemukiman dan fasilitas publik disemprot langsung oleh disinfektan. Tak hanya area, tetapi seseorang yang melintas juga langsung disemprot cairan disinfektan atau menggunakan bilik disinfeksi. Ternyata cara seperti itu bisa membahayakan kesehatan tubuh.

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Prof Wiku B Adisasmito mengatakan, dalam rangka pencegahan Covid-19, penggunaan cairan disinfektan di area publik, transportasi, pasar, tempat ibadah, sekolah, rumah makan, perlu memperhatikan komposisi dan jenis bahannya. Dan tidak dianjurkan dilakukan secara berlebihan seperti fogging.

“Tak dianjurkan berlebihan seperti fogging. Karena dapat menimbulkan iritasi kulit bahkan mengganggu pernapasan,” tegasnya kepada wartawan, Senin (30/3).

Baca Juga:  Wujudkan Medang Kampai Jadi Pusat Industri

Penggunaan cairan disinfektan harus dilakukan spesifik pada lokasi dan benda-benda yaitu lantai, kursi meja gagang pintu, tombol lift dan handle eskalator, mesin ATM, etalase, wastafel dan lain-lain. Setelah menyemprotkan pada permukaan benda, sebaiknya selama 1 menit dilakukan pembersihan permukaan menggunakan sarung tangan.

Tak hanya itu, Prof Wiku menyebutkan penggunaan disinfektan dengan ruang atau penyemprotan secara langsung (bilik disinfektan) ke tubuh manusia tidak direkomendasikan. Itu bisa berbahaya bagi kulit, mulut, dan mata.

“Bisa menimbulkan iritasi,” tegasnya.

Kemudian penggunaan dengan sinar UV Light dalam konsentrasi yang berlebihan juga mempunyai potensi jangka panjang seperti menimbulkan kanker kulit. Maka metode pencegahan tersebut dapat diganti dengan selalu mencuci tangan sebagai cara paling efektif.

Baca Juga:  Bupati Mendukung Tes Urine ASN

“Hindari menyentuh area wajah langsung. Dan segera mandi ketika sampai di rumah. Mencuci pakaian dengan sabun dan menyetrika lalu diberi cairan disinfektan hipoklorit saat disetrika,” ujarnya.

“Tetaplah waspada dengan Covid-19 selalu dengan tetap menjaga jarak, rajin cuci tangan dengan air mengalir dengan sabun. Hindari menyentuh area wajah yaitu mata hidung dan mulut,” tandasnya.

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Beberapa pekan terakhir sejumlah pemukiman dan fasilitas publik disemprot langsung oleh disinfektan. Tak hanya area, tetapi seseorang yang melintas juga langsung disemprot cairan disinfektan atau menggunakan bilik disinfeksi. Ternyata cara seperti itu bisa membahayakan kesehatan tubuh.

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Prof Wiku B Adisasmito mengatakan, dalam rangka pencegahan Covid-19, penggunaan cairan disinfektan di area publik, transportasi, pasar, tempat ibadah, sekolah, rumah makan, perlu memperhatikan komposisi dan jenis bahannya. Dan tidak dianjurkan dilakukan secara berlebihan seperti fogging.

“Tak dianjurkan berlebihan seperti fogging. Karena dapat menimbulkan iritasi kulit bahkan mengganggu pernapasan,” tegasnya kepada wartawan, Senin (30/3).

Baca Juga:  Capaian Vaksinasi Covid-19 di Atas 100 Persen

Penggunaan cairan disinfektan harus dilakukan spesifik pada lokasi dan benda-benda yaitu lantai, kursi meja gagang pintu, tombol lift dan handle eskalator, mesin ATM, etalase, wastafel dan lain-lain. Setelah menyemprotkan pada permukaan benda, sebaiknya selama 1 menit dilakukan pembersihan permukaan menggunakan sarung tangan.

Tak hanya itu, Prof Wiku menyebutkan penggunaan disinfektan dengan ruang atau penyemprotan secara langsung (bilik disinfektan) ke tubuh manusia tidak direkomendasikan. Itu bisa berbahaya bagi kulit, mulut, dan mata.

“Bisa menimbulkan iritasi,” tegasnya.

Kemudian penggunaan dengan sinar UV Light dalam konsentrasi yang berlebihan juga mempunyai potensi jangka panjang seperti menimbulkan kanker kulit. Maka metode pencegahan tersebut dapat diganti dengan selalu mencuci tangan sebagai cara paling efektif.

Baca Juga:  ‎Soal Penolakan Warga Natuna, Menkes Terawan: Ada Menolak dan Tidak, Biasa

“Hindari menyentuh area wajah langsung. Dan segera mandi ketika sampai di rumah. Mencuci pakaian dengan sabun dan menyetrika lalu diberi cairan disinfektan hipoklorit saat disetrika,” ujarnya.

“Tetaplah waspada dengan Covid-19 selalu dengan tetap menjaga jarak, rajin cuci tangan dengan air mengalir dengan sabun. Hindari menyentuh area wajah yaitu mata hidung dan mulut,” tandasnya.

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Waspada, Semprot Disinfektan Langsung Pada Tubuh Bahaya

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Beberapa pekan terakhir sejumlah pemukiman dan fasilitas publik disemprot langsung oleh disinfektan. Tak hanya area, tetapi seseorang yang melintas juga langsung disemprot cairan disinfektan atau menggunakan bilik disinfeksi. Ternyata cara seperti itu bisa membahayakan kesehatan tubuh.

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Prof Wiku B Adisasmito mengatakan, dalam rangka pencegahan Covid-19, penggunaan cairan disinfektan di area publik, transportasi, pasar, tempat ibadah, sekolah, rumah makan, perlu memperhatikan komposisi dan jenis bahannya. Dan tidak dianjurkan dilakukan secara berlebihan seperti fogging.

“Tak dianjurkan berlebihan seperti fogging. Karena dapat menimbulkan iritasi kulit bahkan mengganggu pernapasan,” tegasnya kepada wartawan, Senin (30/3).

Baca Juga:  Wujudkan Medang Kampai Jadi Pusat Industri

Penggunaan cairan disinfektan harus dilakukan spesifik pada lokasi dan benda-benda yaitu lantai, kursi meja gagang pintu, tombol lift dan handle eskalator, mesin ATM, etalase, wastafel dan lain-lain. Setelah menyemprotkan pada permukaan benda, sebaiknya selama 1 menit dilakukan pembersihan permukaan menggunakan sarung tangan.

Tak hanya itu, Prof Wiku menyebutkan penggunaan disinfektan dengan ruang atau penyemprotan secara langsung (bilik disinfektan) ke tubuh manusia tidak direkomendasikan. Itu bisa berbahaya bagi kulit, mulut, dan mata.

“Bisa menimbulkan iritasi,” tegasnya.

Kemudian penggunaan dengan sinar UV Light dalam konsentrasi yang berlebihan juga mempunyai potensi jangka panjang seperti menimbulkan kanker kulit. Maka metode pencegahan tersebut dapat diganti dengan selalu mencuci tangan sebagai cara paling efektif.

Baca Juga:  Ombudsman Temukan Stok Minyak Goreng Ditimbun

“Hindari menyentuh area wajah langsung. Dan segera mandi ketika sampai di rumah. Mencuci pakaian dengan sabun dan menyetrika lalu diberi cairan disinfektan hipoklorit saat disetrika,” ujarnya.

“Tetaplah waspada dengan Covid-19 selalu dengan tetap menjaga jarak, rajin cuci tangan dengan air mengalir dengan sabun. Hindari menyentuh area wajah yaitu mata hidung dan mulut,” tandasnya.

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Beberapa pekan terakhir sejumlah pemukiman dan fasilitas publik disemprot langsung oleh disinfektan. Tak hanya area, tetapi seseorang yang melintas juga langsung disemprot cairan disinfektan atau menggunakan bilik disinfeksi. Ternyata cara seperti itu bisa membahayakan kesehatan tubuh.

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Prof Wiku B Adisasmito mengatakan, dalam rangka pencegahan Covid-19, penggunaan cairan disinfektan di area publik, transportasi, pasar, tempat ibadah, sekolah, rumah makan, perlu memperhatikan komposisi dan jenis bahannya. Dan tidak dianjurkan dilakukan secara berlebihan seperti fogging.

“Tak dianjurkan berlebihan seperti fogging. Karena dapat menimbulkan iritasi kulit bahkan mengganggu pernapasan,” tegasnya kepada wartawan, Senin (30/3).

Baca Juga:  Bupati Mendukung Tes Urine ASN

Penggunaan cairan disinfektan harus dilakukan spesifik pada lokasi dan benda-benda yaitu lantai, kursi meja gagang pintu, tombol lift dan handle eskalator, mesin ATM, etalase, wastafel dan lain-lain. Setelah menyemprotkan pada permukaan benda, sebaiknya selama 1 menit dilakukan pembersihan permukaan menggunakan sarung tangan.

Tak hanya itu, Prof Wiku menyebutkan penggunaan disinfektan dengan ruang atau penyemprotan secara langsung (bilik disinfektan) ke tubuh manusia tidak direkomendasikan. Itu bisa berbahaya bagi kulit, mulut, dan mata.

“Bisa menimbulkan iritasi,” tegasnya.

Kemudian penggunaan dengan sinar UV Light dalam konsentrasi yang berlebihan juga mempunyai potensi jangka panjang seperti menimbulkan kanker kulit. Maka metode pencegahan tersebut dapat diganti dengan selalu mencuci tangan sebagai cara paling efektif.

Baca Juga:  Capaian Vaksinasi Covid-19 di Atas 100 Persen

“Hindari menyentuh area wajah langsung. Dan segera mandi ketika sampai di rumah. Mencuci pakaian dengan sabun dan menyetrika lalu diberi cairan disinfektan hipoklorit saat disetrika,” ujarnya.

“Tetaplah waspada dengan Covid-19 selalu dengan tetap menjaga jarak, rajin cuci tangan dengan air mengalir dengan sabun. Hindari menyentuh area wajah yaitu mata hidung dan mulut,” tandasnya.

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari